KORAN MERAPI – Semilir angin siang di Dusun Tulasan, Mulyodadi, Bambanglipuro, mengiringi langkah para jamaah menuju Masjid Al-Ikhsan. Rabu (29/04/2026), suasana shalat Dhuhur berjamaah terasa berbeda. Bukan sekadar rutinitas ibadah, kehadiran jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bambanglipuro mengubah suasana menjadi ajang silaturahmi yang hangat dan edukatif.
Kegiatan bertajuk Safari Dhuhur ini menjadi momentum penting bagi penyuluh agama dan tokoh masyarakat setempat untuk duduk bersama, melingkar dalam semangat menjaga rumah ibadah.
Dalam sambutannya, Ustadz Joko Sugiharto yang mengawal langsung agenda ini, menekankan bahwa masjid bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang suci yang harus dijaga martabatnya.
“Masjid adalah tempat kita bersujud. Maka, kesucian dan kebersihannya adalah syarat mutlak kenyamanan dalam beribadah. Jangan sampai kotoran sekecil apa pun mengganggu kekhusyukan kita menghadap Sang Pencipta,” ujar Ustadz Joko di hadapan para jamaah.
Penyuluh Agama dari KUA Bambanglipuro pun turut memberikan sosialisasi intensif. Mereka menghimbau agar kepedulian terhadap kebersihan lingkungan masjid tidak hanya menjadi tanggung jawab kaum marbot, tetapi menjadi kesadaran kolektif seluruh warga Tulasan.
KUA Bambanglipuro tidak datang dengan tangan hampa. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kelangsungan kegiatan ibadah dan pemeliharaan masjid, diberikan bantuan berupa: Wakaf Al-Qur’an: Untuk memperkuat literasi religi jamaah. Prasarana Kebersihan, alat-alat penunjang untuk memastikan setiap sudut masjid tetap kinclong dan suci.
Bantuan ini diberikan dengan harapan besar agar gerakan “Giat Bersih Masjid” terus berlanjut secara konsisten, bukan sekadar seremonial belaka.
Ketua Takmir Masjid Al-Ikhsan, Bapak Poniran, tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian yang diberikan oleh instansi di bawah naungan Kementerian Agama tersebut.
“Kami sangat berterima kasih dan merasa senang sekali. Kehadiran bapak-bapak dari KUA membuat kami merasa diperhatikan dan menjadi lebih dekat secara emosional. Bantuan dan arahan ini akan segera kami tindak lanjuti demi kenyamanan jamaah di sini,” ungkap Bapak Poniran dengan senyum lebar.
Melalui Safari Dhuhur ini, sinergi antara ulama, umara (pemerintah), dan masyarakat diharapkan semakin erat. Masjid Al-Ikhsan Tulasan kini tidak hanya bersiap menjadi tempat yang lebih bersih secara fisik, tetapi juga semakin makmur dengan kegiatan-kegiatan positif yang mengakar di hati masyarakat Mulyodadi.
Kebersihan lingkungan masjid adalah cermin dari kebersihan hati para jamaahnya. Dan siang itu, di Tulasan, komitmen itu telah diteguhkan kembali. (Ags)



















