KORAN MERAPI — Paguyuban Guru TK Negeri Pembina Kabupaten Magelang sukses menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) PAUD, yang digelar pada Rabu, 6 Agustus 2025 di Aula TK Negeri Pembina Magelang.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kapasitas para pendidik PAUD dalam menghadirkan pembelajaran abad ke-21 yang lebih bermakna, kontekstual, dan mendalam, sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan anak didik masa kini.
Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Bapak Slamet Achmad Husein, S.S., M.M., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif progresif Paguyuban Guru TK.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan komitmen lembaga PAUD untuk terus bergerak maju dan responsif terhadap tantangan pendidikan masa kini,” ujar beliau.
Sebelumnya, Kabid PAUD dan Dikmas, Bapak Wahyudi, S.Pd., M.Pd., juga menyampaikan pentingnya pendekatan deep learning sebagai metode yang relevan dan berkelanjutan untuk membentuk generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter.
Ketua panitia, Ibu Nursongko Widati, S.Pd., M.Pd., didampingi oleh Ketua IGTKI Kabupaten Magelang, Ibu Suparmi, S.Pd., AUD, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti secara mandiri oleh 105 peserta dari berbagai lembaga PAUD dengan antusiasme yang tinggi. Seluruh peserta terlibat aktif dalam rangkaian sesi yang interaktif dan menyenangkan.
Sesi utama workshop menghadirkan narasumber inspiratif dari Yogyakarta, Kak Sha, sapaan akrab dari Saiful Haq, M.Pd., CH., CHt., C.NLP., CT.GP., C.MMH. yang merupakan Master Trainer BNSP, penulis buku Deep Learning, serta Juara 1 Lomba Penulisan ENIKKI. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, Kak Sha membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang: Penyusunan tiga alternatif Tujuan Pembelajaran (TP) berbasis Taksonomi Bloom, Perancangan Rencana Pembelajaran/Modul Ajar Intrakurikuler dan Kokurikuler dan Strategi asesmen dan pengisian rapor PAUD secara kontekstual dan menyeluruh.
“Workshop ini bukan sekadar pelatihan, tetapi merupakan tonggak awal dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, humanis, dan menyenangkan bagi anak-anak di era alpha,” tutup Kak Sha menginspirasi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari transformasi pembelajaran di tingkat PAUD di Kabupaten Magelang, serta mendorong tumbuhnya komunitas guru yang adaptif dan kolaboratif dalam merancang pendidikan masa depan yang lebih baik. (Rls)



















