KORAN MERAPI – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit IX.C.1 kembali menggelar kegiatan pengabdian masyarakat, kali ini berupa sosialisasi dan pelatihan pembuatan eco enzyme. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu malam (13/8/25) yang lalu di rumah Bapak Dukuh Numpukan, dan diikuti sekitar 40 peserta dari unsur Kelompok Wanita Tani (KWT), PKK, perangkat kalurahan, serta karang taruna.
Eco enzyme merupakan cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik rumah tangga, seperti kulit buah dan sayur, yang dicampur dengan air dan molase (gula tebu). Cairan ini dikenal memiliki berbagai manfaat, seperti menjadi pupuk cair, pengusir hama alami, penyubur tanah, hingga cairan pembersih ramah lingkungan yang aman digunakan di rumah tangga.
Dalam kegiatan ini, tim KKN UAD Unit IX.C.1 yang terdiri dari sepuluh anggota memberikan pemahaman menyeluruh mulai dari pengenalan eco enzyme, manfaatnya, hingga praktik langsung cara pembuatannya. Peserta sangat antusias mengikuti jalannya acara, terutama dari kalangan ibu-ibu KWT yang aktif berdiskusi dan bertanya tentang tahapan fermentasi hingga cara penyimpanan eco enzyme agar tetap efektif.

Kepala Kalurahan Karangtengah, Bapak Haryanto, dan Kepala Dusun Numpukan, Bapak Ahmad Pamuji, turut hadir dan memberikan sambutan. Mereka menyampaikan apresiasi kepada tim KKN UAD atas kontribusinya dalam memberikan edukasi lingkungan yang aplikatif dan berkelanjutan. Keduanya berharap agar pelatihan ini bisa diteruskan dan menjadi kebiasaan baru dalam pengelolaan limbah rumah tangga di masyarakat.
Menariknya, pelatihan ini tidak hanya berhenti pada sosialisasi satu malam saja. Tim KKN juga melakukan pendampingan secara langsung di tujuh RT di Dusun Numpukan, mulai dari RT 01 hingga RT 07. Pendampingan ini bertujuan agar warga benar-benar bisa mempraktikkan sendiri pembuatan eco enzyme dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh di rumah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin tergerak untuk memanfaatkan limbah organik menjadi produk bermanfaat dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong budaya pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat rumah tangga. (**)



















