KORAN MERAPI — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit IX.C.1 menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun cair, ecobrick, serta penyerahan mesin pencacah plastik di Padukuhan Numpukan, Kalurahan Karangtengah, pada Minggu siang (31/8). Acara berlangsung di kediaman Ketua RT 07, Zamhari, dan diikuti oleh sekitar 70 peserta, yang terdiri dari ibu-ibu PKK RT 01–07, Dukuh Numpukan, Ahmad Pamuji, Ibu Dukuh Rumini, serta Ketua PKK Kalurahan Karangtengah, Roro Fitri Pramundari.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi produk yang ramah lingkungan dan bernilai guna. Salah satunya adalah pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun cair, serta pengolahan sampah plastik multilayer menjadi ecobrick, yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konstruksi sederhana.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penyerahan hibah mesin pencacah plastik dari DRPM KEMENDIKTISAINTEK-RI Tahun 2025 kepada masyarakat Padukuhan Numpukan. Mesin ini diharapkan dapat membantu warga dalam mengolah sampah plastik secara lebih efektif, sekaligus meningkatkan nilai ekonomis limbah yang selama ini dianggap tidak berguna.
Dalam sambutannya, Ahmad Pamuji, selaku Dukuh Numpukan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Sosialisasi ini memberikan motivasi baru bagi warga dalam mengolah limbah rumah tangga, mulai dari minyak jelantah hingga plastik multilayer. Kami juga bersyukur atas hibah mesin pencacah plastik dari UAD,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Roro Fitri Pramundari, Ketua PKK Kalurahan Karangtengah, yang menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diterima. “Mesin ini sangat membantu kami dalam mengurangi permasalahan sampah plastik yang ada di lingkungan,” tuturnya.

Masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka secara aktif menyimak materi dan ikut serta dalam praktik pembuatan sabun cair dari minyak jelantah. Tim KKN UAD juga membagikan dua botol sabun cair kepada masing-masing perwakilan RT 01–07 sebagai sampel. Tak hanya itu, warga juga diperlihatkan secara langsung proses pembuatan ecobrick, sehingga mereka dapat mempraktikkannya secara mandiri di rumah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Numpukan semakin termotivasi untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang lebih bermanfaat, bernilai ekonomis, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Ags)



















