KORAN MERAPI – Masyarakat Kelurahan Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan, Yogyakarta, menggelar Upacara Adat Merti Code sebagai wujud pelestarian budaya dan lingkungan. Acara ini merupakan bentuk nyata semangat warga dalam menjaga harmoni antara manusia, sungai, dan alam.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Pawai Budaya dari Ndalem Yudonegaran, melewati Jalan Ibu Ruswo, Brigjen Katamso, dan Jalan Ireda, berakhir di Taman Psrwira RW 18 (Dam Surokarsan, Mergangsan). Dalam acara ini hadir berbagai tokoh seperti Cahyo Wijayanto S.Sos (MPP Gondomanan), dr. Meyta (Kapuskesmas), Danramil, Kapolsek, Lurah Prawirodirjan Purnomo SE, Lurah Ngupasan M. Asmanur ST, serta Shodiq P (Ketua LPMK), Harris Syarif Usman (Ketua Gerakan Cinta Code), dan unsur masyarakat lainnya.
Ketua panitia, Shodiq, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tekad warga untuk nguri-uri Kali Code dan diharapkan menjadi agenda tahunan. Kegiatan ini mencakup tebar air suci dari tujuh sumber mata air dan benih ikan lokal, sebagai upaya menjaga ekosistem sungai.

MPP Gondomanan menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah dan limbah ke Kali Code. Harris Syarif Usman menyatakan Merti Code adalah wujud Hamemayu Hayuning Buwana, menjaga alam sebagai bagian dari filosofi Jawa. Ia menambahkan bahwa Kali Code merupakan bagian dari sumbu filosofi Yogyakarta yang telah diakui UNESCO, sehingga harus dijaga melalui tradisi dan kesadaran kolektif.
Acara diakhiri dengan rebutan gunungan hasil bumi, makan tumpeng, dan pertunjukan kesenian seperti hadroh, mocopat, sitren, tari Buto Galak, dan flash mob “Jogja Wisata Dunia.” Ini menjadi langkah lanjutan dari kegiatan reresik sungai dan tebar benih yang sebelumnya dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. (Rls)



















