KORAN MERAPI — Persatuan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) dengan bangga menganugerahkan PATPI Awards 2025 kepada Prof. Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani, M.P, Guru Besar Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) sebagai Penerima Terbaik Kedua dalam Kategori Invensi, Inovasi, atau Peran/Kontribusi Nyata. Penghargaan ini diberikan pada, Selasa (30/9/25) di Samarinda, Kalimantan Timur dan menjadi pengakuan atas dedikasi luar biasa dalam meneliti dan mengembangkan produk berbasis tanaman lokal Indonesia, khususnya kunir putih (Curcuma mangga Val.).
Dalam wawancara bersama koranmerapi.id, pada Jumat pagi (3/10/25) di kediamannya Plawonan RT 4 Argomulyo, Bantul, Yogyakarta, Prof. Dwiyati, begitu akrab disapa, mengungkapkan bahwa riset kunir putih telah ditekuni sejak tahun 2002, menghasilkan dua paten granted: Paten Antiaging dan Paten Antidiabet.
Puncak dari mengembangkan hilirisasi hasil riset ini adalah lahirnya produk suplemen herbal CURCUVAL DP, yang telah mengantongi izin PIRT dan sertifikasi halal, serta kini dipasarkan tidak hanya secara nasional, tetapi juga mulai ekspansi ke pasar internasional, khususnya Malaysia.
“CURCUVAL DP diproduksi oleh CV. WINDRA MEKAR, sebuah UKOT (Usaha Kecil Obat Tradisional) yang saya pimpin langsung. Perusahaan ini menjadi contoh bagaimana riset ilmiah dapat diterjemahkan menjadi produk komersial berdampak sosial-ekonomi luas,” jelas Prof. Dwiyati.

Ia menambahkan, sudah ada beberapa dampak nyata, yaitu terdapat 162 karyawan terlibat dalam proses produksi, berasal dari berbagai latar pendidikan dan ada 4.608 reseller aktif di seluruh Indonesia yang tergabung dalam komunitas “Laskar Kunir Putih”.
Kemudian sebanyak 288 petani lokal menyuplai bahan baku lebih dari 141,6 ton empon-empon segar per tahun.
Selanjutnya, keuntungan dari penjualan CURCUVAL DP sebagian disalurkan melalui program Windra Mekar Scholarship, yang telah memberikan beasiswa kepada 45 siswa dari SMPN 1 Sedayu, 26 mahasiswa S1 dan S2 dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
Selain itu, CV. WINDRA MEKAR juga aktif membantu biaya pendidikan masyarakat kurang mampu dan panti asuhan, menjadi sponsor berbagai kegiatan akademik dan sosial dan menjadi tempat belajar industri dari PAUD hingga mahasiswa S3, termasuk dari UGM, UPN Yogyakarta, POLBANGTAN YOMA, Universitas Widya Mandala, dan lainnya.
Keberhasilan CURCUVAL DP mendorong lahirnya berbagai produk berbasis empon-empon lokal lainnya seperti temulawak, kunyit kuning, dan kunyit hitam. Inovasi ini tidak hanya mendukung kemandirian kesehatan berbasis bahan alam, tetapi juga menciptakan rantai pasok berbasis masyarakat dan membuka lapangan kerja luas.
“Produk kurir putih juga mendapat respons positif dari masyarakat, yang melaporkan peningkatan kesehatan setelah rutin mengonsumsi kunir putih, seperti menurunnya tekanan darah tinggi, kolesterol, asam urat, diabetes, hingga pengecilan benjolan seperti tumor dan kista, untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi, masyarakat dapat menghubungi WA di 0813-2877-6036,” ungkap Prof. Dwiyati.
Melalui capaian ini, PATPI Awards 2025 menganugerahkan Prof. Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani, M.P. sebagai Penerima Terbaik Kedua dalam bidang invensi dan inovasi. Ini adalah bukti nyata bahwa riset yang berkelanjutan, terarah, dan berbasis lokal mampu memberi dampak multidimensional, seperti kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. (Ags)



















