KORAN MERAPI – Lebih dari 1000 orang memadati area ABATA Jogja di Jl. Imogiri Barat Km. 8, Dusun Tegal RT 01, Jajaran 2, Wonokromo, Bantul, pada Ahad Pahing (12/10/15) lalu dalam rangka mengikuti kegiatan rutin Kajian Minggu Pagi dan Pasar Bahagia. Acara ini merupakan program berkala yang digelar setiap Ahad Pon dan Pahing, menghadirkan perpaduan antara kajian islami dan kegiatan ekonomi rakyat melalui bazar produk UMKM.
Kesempatan kali ini, Ustadz M. Nazhif Masykur dari BAZNAS Kabupaten Gunung Kidul DIY dihadirkan sebagai narasumber utama. Beliau membawakan materi bertemakan keutamaan sholat berjamaah, yang disampaikan berdasarkan rujukan utama dari Kitab Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi (Abu Zakaria Muhyiddin an-Nawawi).
Melalui pemaparannya, Ustadz Nazhif mengajak seluruh jamaah untuk menghidupkan sholat berjamaah sebagai bagian dari kekuatan umat dan pondasi dalam membentuk masyarakat yang saling peduli dan bertakwa. Kajian berlangsung dengan penuh antusiasme dan khidmat, terlihat dari banyaknya jamaah yang mencatat poin-poin penting serta aktif dalam sesi diskusi.

Ketua pelaksana kegiatan, Pratama, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas antusiasme luar biasa dari masyarakat. “Terima kasih banyak untuk semua yang sudah hadir di Kajian Ahad Pagi dan Pasar Bahagia hari ini. Semoga kegiatan ini bisa makin mempererat silaturahmi, nambah ilmu, dan membawa banyak manfaat buat kita semua,” ucapnya.
Ia juga menambahkan, “Semoga acaranya berjalan lancar dan bisa terus berlanjut ya, biar kebaikan ini tetap menyebar. Terima kasih atas partisipasi dan dukungannya.”
Tak hanya sisi spiritual, suasana kehangatan juga terasa di area Pasar Bahagia. Berbagai produk lokal, makanan tradisional, kerajinan tangan, hingga hasil kebun masyarakat dijajakan di stan-stan bazar, menjadi ruang interaksi sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.
Salah satu peserta, Sismaryono, menyampaikan kesan mendalam atas kegiatan ini. “Alhamdulillah, saya senang sekali bisa ikut di Kajian Ahad Pon Pahing ini. Acaranya bermanfaat sekali, pertama bisa silaturahmi, yang kedua dapat bertemu dengan teman-teman dan menambah ilmu dari Ustadz Nazhif,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara ilmu, ibadah, dan ekonomi dapat berjalan seiring dalam menciptakan masyarakat yang berdaya dan berakhlak.
Kegiatan Kajian Minggu Pagi dan Pasar Bahagia merupakan agenda rutin yang terbuka untuk umum dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Siapapun yang ingin belajar, berkontribusi, atau sekadar menikmati suasana penuh berkah dan kebersamaan, sangat dipersilakan hadir.
Mari hadir dan ajak keluarga serta kerabat pada Minggu Pon dan Minggu Pahing selanjutnya! (Rls)



















