Rabu, 22 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Dialog Hari Kebudayaan Nasional 2025 di Yogyakarta: “Merajut Keberagaman, Menguatkan Kebangsaan”

admin by admin
19 Oktober 2025
in News
0
0
SHARES
68
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebudayaan Nasional 2025 dengan tema besar “Bhinneka Tunggal Ika, Beragam Budaya Bersatu Jiwa untuk Indonesia”, telah digelar Dialog Hari Kebudayaan Nasional pada Sabtu (18/10/2025) bertempat di Mandira Baruga Ballroom, Tasneem Hotel Malioboro Yogyakarta, yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Mengusung subtema “Merajut Keberagaman, Menguatkan Kebangsaan”, agenda dialog ini menjadi momen reflektif dan strategis untuk memperkuat nilai-nilai kebhinekaan dan kebangsaan melalui pendekatan budaya.

Narasumber sedang memberikan paparannya di Dialog Hari Kebudayaan Nasional, Sabtu (18/10/25) di Tasneem Hotel Malioboro Yogyakarta. (Foto: Agus Susanto)

Acara ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta, baik secara luring maupun daring, yang berasal dari kalangan akademisi, budayawan, seniman, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku pariwisata, serta unsur pemerintah pusat dan daerah.

Agenda dimulai sejak pagi dengan registrasi peserta dan coffee morning, dilanjutkan pembukaan oleh MC, dan penampilan seni Tari Ramayana sebagai simbol penghormatan terhadap warisan budaya. Suasana menjadi khidmat saat seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul dengan doa bersama yang dipimpin oleh budayawan dan teaterawan, Darwin Putu Artha.

Ketua panitia, Rahadi Saptata Abra, S.Si., MBA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dialog ini merupakan tindak lanjut dari mandat Kementerian Kebudayaan.

“Penetapan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional merupakan langkah penting bagi gerakan budaya Indonesia. Dialog ini diharapkan memberi pencerahan dan menjadi pegangan bersama,” ujarnya

Sebagai Keynote Speaker, hadir Dr. Restu Gunawan, M.Hum., Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, dalam sambutannya menegaskan bahwa kebudayaan harus dilihat sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar biaya.

“Kita sering lupa menghitung dampak ekonomi dari kegiatan budaya. Padahal, kegiatan seperti karnaval budaya melibatkan ratusan orang dan mampu menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.

Restu juga menekankan pentingnya inisiatif masyarakat dalam mendorong pemajuan budaya. Dalam waktu singkat, kata dia, sudah ada tujuh hari budaya yang berhasil ditetapkan secara nasional, seperti Hari Keris, Hari Kebudayaan, dan Hari Komedi.

“Kalau inisiatif tumbuh dari bawah, insyaallah akan bergerak sendiri karena ada rasa memiliki,” tambahnya.

Sesi dialog menghadirkan para narasumber kredibel dari berbagai latar belakang, antara lain: Achmad Charris Zubair, akademisi, penulis, dan budayawan, memaparkan dasar historis pemilihan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional. Ia merujuk pada PP No. 66 Tahun 1951 yang menetapkan Garuda Pancasila dan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai lambang negara.

Selanjutnya Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, sastrawan dan Guru Besar UNY, mengangkat tema “Budaya Bersama sebagai Jalan Koherensi Sosial”, menekankan pentingnya budaya dalam menjaga integrasi dan kohesi masyarakat.

Kemudian Ir. Ahmad Sauqi Soeratno, M.M., Anggota DPD RI DIY, membahas pentingnya penguatan ekosistem dan pemajuan kebudayaan Indonesia secara berkelanjutan.

Sedangkan Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si., Paniradyo Pati Kaistimewaan DIY, mengulas tentang kebhinekaan dalam kerangka keistimewaan Yogyakarta dan kontribusinya dalam pembangunan nasional berbasis budaya.

Dialog interaktif dipandu oleh moderator Dr. (Cand) Ariyanto, SE, MMPar, dengan pembawa acara Evi Idawati, berlangsung dinamis dan penuh antusiasme dari peserta, baik luring maupun daring.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat kebudayaan, di antaranya: Wawan Yogaswara, M.Hum., Sekretaris Ditjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum, Direktur Sejarah dan Permuseuman, I Made Dharma Suteja, S.S., M.Si., Direktur Warisan Budaya, Yayuk Sri Budi Rahayu, S.Sos., M.Pd., Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi KI

Juga Syamsul Hadi, S.H., Direktur Bina Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat, Abi Kusno, S.Hum., MEM, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Manggar Sari Ayuati, S.S., M.A., Kepala BPK Wilayah X, Vincentius Agus Sulistya, S.Pd., M.A., Kepala Unit Museum Benteng Vredeburg dan Agus Hermanto, M.Hum., Kasubdit Pelestarian Sejarah, serta Tirmizi, S.S., Kasubbag Tata Usaha, Direktorat Sejarah dan Permuseuman

Hadir pula inisiator Hari Kebudayaan dari Team 9 Garuda Plus, para Kepala Dinas Kebudayaan dan Pendidikan dari seluruh Indonesia (melalui daring) serta undangan lainnya dari unsur masyarakat dan para budayawan dan seniman.

Foto Bersama Tim 9 Garuda Plus Bersama Tamu Undangan. (Foto: Agus Susanto)

Melalui Dialog Hari Kebudayaan Nasional ini, masyarakat diajak untuk kembali menghayati makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai kebudayaan yang inklusif. Acara ini juga mempertegas bahwa budaya bukan sekadar warisan, melainkan kekuatan aktif dalam membangun bangsa yang berkarakter, tangguh, dan berdaulat.

Rangkaian peringatan Hari Kebudayaan Nasional 2025 akan terus berlanjut dengan berbagai kegiatan budaya lainnya di berbagai wilayah Indonesia, dengan semangat yang sama: menyatukan keberagaman dalam semangat kebangsaan. (Ags)

Tags: 17 OktoberBhinneka Tunggal IkaHari Kebudayaan NasionalKementerian Kebudayaan Republik Indonesia

Related Posts

Bupati Gunungkidul Tekankan Karakter “Mental Baja” dan Integritas di Hadapan Ribuan Siswa Karangmojo
News

Bupati Gunungkidul Tekankan Karakter “Mental Baja” dan Integritas di Hadapan Ribuan Siswa Karangmojo

22 Juli 2026
BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang
News

BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

22 Juli 2026
Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!
News

Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!

22 Juli 2026
Wujudkan Kemandirian Pangan, Puluhan Mahasiswa ASEAN Bagikan Bibit Sayur untuk Warga Kali Code
News

Wujudkan Kemandirian Pangan, Puluhan Mahasiswa ASEAN Bagikan Bibit Sayur untuk Warga Kali Code

21 Juli 2026
Pengda PTMSI DIY Sukses Gelar Kejurda Tenis Meja 2026, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya!
News

Pengda PTMSI DIY Sukses Gelar Kejurda Tenis Meja 2026, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya!

21 Juli 2026
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
News

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

19 Juli 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Bupati Gunungkidul Tekankan Karakter “Mental Baja” dan Integritas di Hadapan Ribuan Siswa Karangmojo

Bupati Gunungkidul Tekankan Karakter “Mental Baja” dan Integritas di Hadapan Ribuan Siswa Karangmojo

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Bupati Gunungkidul Tekankan Karakter “Mental Baja” dan Integritas di Hadapan Ribuan Siswa Karangmojo

Bupati Gunungkidul Tekankan Karakter “Mental Baja” dan Integritas di Hadapan Ribuan Siswa Karangmojo

22 Juli 2026
BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

22 Juli 2026
Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!

Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!

22 Juli 2026
Konferensi pers Yogyakarta Gamelan Festival, Senin (20/7/2026) di Loman Park Hotel. - Foto: Agoes Jumianto

Yogyakarta Gamelan Festival ke-31 Digelar di Plaza Ngasem hingga 2 Agustus 2026

21 Juli 2026
Bupati Gunungkidul Tekankan Karakter “Mental Baja” dan Integritas di Hadapan Ribuan Siswa Karangmojo

Bupati Gunungkidul Tekankan Karakter “Mental Baja” dan Integritas di Hadapan Ribuan Siswa Karangmojo

22 Juli 2026
BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

22 Juli 2026
Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!

Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!

22 Juli 2026
Konferensi pers Yogyakarta Gamelan Festival, Senin (20/7/2026) di Loman Park Hotel. - Foto: Agoes Jumianto

Yogyakarta Gamelan Festival ke-31 Digelar di Plaza Ngasem hingga 2 Agustus 2026

21 Juli 2026
Wujudkan Kemandirian Pangan, Puluhan Mahasiswa ASEAN Bagikan Bibit Sayur untuk Warga Kali Code

Wujudkan Kemandirian Pangan, Puluhan Mahasiswa ASEAN Bagikan Bibit Sayur untuk Warga Kali Code

21 Juli 2026
Sepasang Kaki yang Menolak Menyerah dan Sujud Syukur di Lereng Menoreh

Sepasang Kaki yang Menolak Menyerah dan Sujud Syukur di Lereng Menoreh

20 Juli 2026