KORAN MERAPI – Prof. Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani, M.P., Guru Besar Ilmu Pangan dari Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY). Ia dikenal atas penelitiannya di bidang teknologi hasil pertanian, khususnya tentang kunir putih (temu mangga), hal ini disampaikan Prof. Dwiyati ke koranmerapi.id, Rabu (26/11/25).
Meskipun informasi spesifik mengenai kombinasi keduanya masih memerlukan penelitian lebih lanjut, kita bisa melihat potensi manfaat yang dihasilkan dari sifat-sifat utama yang dimiliki oleh masing-masing rimpang:
Pertama, Kunir Putih (Curcuma mangga) atau sering juga disebut Temu Mangga, memiliki kandungan senyawa seperti polifenol dan kurkuminoid. Manfaat utama yang sering dikaitkan dengannya meliputi:
Anti-Kanker dan Anti-Tumor: Senyawa di dalamnya, terutama kurkumin, diketahui dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker dan tumor, seperti yang sering disampaikan dalam penelitian Prof. Dwiyati Pujimulyani.
Anti-inflamasi dan Pereda Nyeri: Membantu meredakan peradangan dan rasa sakit (analgesik), termasuk nyeri akibat gangguan pencernaan atau sendi (osteoartritis).
Gangguan Pencernaan: Membantu mengatasi masalah pencernaan seperti perut kembung, nyeri perut, atau diare, serta melindungi dinding usus.
Antimikroba: Memiliki kemampuan untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri (seperti E. coli dan Staphylococcus aureus) dan jamur.
Meningkatkan Imunitas: Berperan sebagai antioksidan yang kuat untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Kedua, Kunir Hitam (Curcuma aerogenosa), memiliki kandungan antioksidan tinggi dan senyawa aktif seperti metoksiflavon. Manfaat kesehatan kunir hitam yang telah diteliti antara lain:
Antioksidan Kuat: Kandungan antioksidan tinggi membantu menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat merusak sel dan memicu penyakit kronis seperti penyakit jantung.
Anti-inflamasi dan Analgesik: Dipercaya dapat membantu mencegah peradangan dan meredakan rasa nyeri, misalnya sakit gigi dan keseleo.
Anti-Kanker: Ekstrak kunir hitam menunjukkan sifat antimutagenik yang dapat membantu mencegah mutasi genetik pada sel yang berpotensi menyebabkan kanker.
Antimikroba: Sama seperti kunir putih, kunir hitam juga memiliki sifat antibakteri dan antijamur.
Kesehatan Paru-Paru: Secara tradisional digunakan untuk membantu mengobati beberapa penyakit paru-paru seperti asma dan bronkitis.
Ketiga, Potensi Kombinasi (Sinergi Manfaat). Kombinasi kunir putih dan kunir hitam berpotensi menghasilkan efek sinergis yang lebih kuat, terutama dalam aspek:
Peningkatan Efek Anti-Kanker: Kedua rimpang memiliki sifat anti-kanker, sehingga kombinasinya diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih komprehensif terhadap pertumbuhan sel abnormal dan metastasis.
Anti-inflamasi Ganda: Penggabungan zat antiradang dari kedua jenis kunir dapat memperkuat kemampuan tubuh untuk melawan peradangan kronis, yang merupakan akar dari banyak penyakit degeneratif.
Perlindungan Sel Maksimal: Dengan dua sumber antioksidan yang kuat (kurkuminoid dan metoksiflavon), kombinasi ini dapat menawarkan perlindungan yang lebih luas terhadap kerusakan oksidatif oleh radikal bebas.
Dukungan Imunitas: Sifat antibakteri, antijamur, dan antioksidan dari keduanya saling melengkapi untuk membantu meningkatkan dan menjaga daya tahan tubuh secara keseluruhan.
Penting untuk diingat: Manfaat ini didasarkan pada penelitian terhadap masing-masing rimpang. Selalu konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum menggunakan kombinasi herbal untuk tujuan pengobatan.

Salah satu kesaksian penderita kanker usus, Bimo Aji Sehat Setelah Minum Kunir Putih dan Kunir Hitam.
“Saya Bimo Aji, saya tinggal di daerah Jalan Kaliurang, Yogyakarta. Saya di diagnosis Kanker usus besar, itu kira-kira satu tahun yang lalu. Tapi mendengar tentang Prof. Dwiyati, Setelah ketemu Prof, saya merasa mantap,” tuturnya.
Ia menambahkan, bahwa Prof juga yang menangani prosesnya. Mengenai kunir juga saya dikasih referensi buku-bukunya dan juga saya juga baca sendiri, Googling atau buku, memang kunir itu memang punya suatu manfaat lah, terutama untuk Kanker usus besar.
“Setelah merasakan manfaat dari Kunir Putih dan Kunir Hitam yang saya konsumsi dan selama saya kemo, itu efek daripada kemo itu ke diri saya itu minimal. Secara umum melihat orang menjalani kemoterapi itu ada yang bahkan sampai cuci darah, badannya lemas, rambut rontok,” imbuhnya.
“Alhamdulillah kalau saya tidak. Selama menjalani kemo, saya merasakan dan secara pribadi ada manfaat dari Kunir Putih dan Kunir Hitam,” jelasnya.
Ia menegaskan, saat kemo saya berangkat sendiri, nyopir sendiri. Itu hebat sebenarnya. Hasil MRI tidak ada penampakan kanker, tidak ada penyebaran atau metastasis istilahnya, tidak ada penyebaran ke apa, ke organ lain. Sebagai pengguna kunir putih kunir hitam ini, saya merekomendasikan hasilnya, bahwa saya baik dan mudah-mudahan stabil sehat, sehat seperti sedia kala.
Kunir Putih dan Kunir Hitam ini melekat di diri Prof. Dr. Dwiyati Pujimulyani, MP. Informasi lebih lanjut bisa konsultasi di 0813-2877-6036, via WA atau HP. (Ags)



















