KORAN MERAPI — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta resmi membuka Program Pelatihan dan Sertifikasi Internasional Strategic Leadership bekerja sama dengan PT Indo Asia Sinergi Sejahtera. Pembukaan kegiatan Batch 1 berlangsung di hari pertama pada Kamis (4/12/25) di Gallery Prawirotaman Hotel, Jl. Prawirotaman 2 No.839 B, Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta, sedangkan kegiatan Batch 2 akan dilaksanakan pada Jumat (5/12/25).
Kegiatan dibuka dengan sambutan Rektor ISI Yogyakarta yang diwakili oleh Wakil Rektor 1 Bidang Keuangan dan Umum Dr. Suryati, M.Hum. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan pilar penting untuk memajukan institusi seni yang unggul dan berdaya saing global.

“Program sertifikasi internasional ini diharapkan dapat mendorong sivitas akademika untuk menerapkan prinsip kepemimpinan strategis dalam tata kelola pendidikan, riset, dan layanan administrasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita menuju visi internasional dan standar pelayanan berkelas dunia,” ujarnya.
Dr. Suryati menambahkan bahwa peserta yang terlibat pada tahap pertama ini terdiri dari para wakil dekan, direktur pascasarjana, wakil direktur, ketua jurusan, dan perwakilan lembaga, yang selanjutnya akan berlanjut untuk sekretaris jurusan, lembaga penelitian, serta kelompok kerja lainnya.
“Kepemimpinan strategis dibutuhkan agar kita mampu merespons tantangan masa depan, meningkatkan kualitas layanan, serta mengambil keputusan yang selaras dengan tujuan institusi,” tegasnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Karulina Nursusana Tertiyastuti, Management Representative PT Indo Asia Sinergi Sejahtera. Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan ISI Yogyakarta dalam menghadirkan pelatihan berbasis standar internasional.
“SDM di dunia pendidikan memiliki tantangan besar. Banyak pelatihan tersedia, namun yang terpenting adalah adanya standar yang jelas. Pada program ini, kami memastikan penggunaan standar internasional agar proses pengukuran kompetensi dilakukan secara terstruktur dan tervalidasi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa total terdapat 60 peserta yang akan mengikuti pelatihan dalam dua batch, masing-masing berisi sekitar 30 peserta agar pembelajaran berlangsung efektif. Trainer berasal dari Indo Asia Academy dan didampingi tenaga ahli, termasuk dari lingkungan akademik seperti UGM, dengan materi yang telah tervalidasi berstandar internasional.

Dalam wawancara terpisah, CEO PT Indo Asia Sinergi Sejahtera, Sapto Hariyono, SHut., MH, menekankan pentingnya sertifikasi internasional sebagai bentuk pengakuan kompetensi kepemimpinan strategis.
“Kompetensi perlu memiliki wujud, salah satunya adalah sertifikat yang diakui secara internasional. Dengan sertifikasi ini, peserta yang dinyatakan berkompeten berhak menyandang profesi maupun kemampuan strategis yang diakui secara global,” ungkapnya.
Ia berharap implementasi hasil pelatihan ini dapat memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas kepemimpinan dan tata kelola ISI Yogyakarta.
Sementara itu, GM PT Indo Asia Sinergi Sejahtera, Bayu Setyo Purnomo, menjelaskan bahwa pada Batch 1, penyampaian materi difasilitasi oleh tim trainer Indo Asia Academy dengan topik-topik strategis seperti kerangka kepemimpinan strategis, perumusan arah organisasi, pengelolaan risiko, serta pengambilan keputusan di tingkat institusi.
“Metode pembelajaran dirancang aplikatif agar peserta dapat langsung menghubungkan konsep dengan kebutuhan kepemimpinan di lingkungan kampus,” jelasnya.

Seluruh peserta juga akan mengikuti assessment sertifikasi internasional TUV Rheinland. Melalui proses ini, peserta diharapkan mampu menunjukkan kompetensi yang diperoleh dan dinyatakan lulus sebagai pemegang Sertifikasi Internasional di bidang Strategic Leadership.
Program Pelatihan dan Sertifikasi Internasional Strategic Leadership ini merupakan bagian dari komitmen ISI Yogyakarta untuk meningkatkan kapasitas pemimpin akademik dan tenaga administrasi menuju institusi yang unggul secara nasional maupun global. (Ags)



















