KORAN MERAPI — Dua mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta, Nabila Marwa Zakiyah dan Nashwa Luthfiya, melaksanakan program magang di Bidang Industri Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta. Kegiatan magang ini berlangsung selama kurang lebih satu setengah bulan, mulai 22 Desember 2025 hingga 30 Januari 2026.
Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Jurusan Informatika, Fakultas Teknik Industri tersebut terlibat langsung dalam perancangan antarmuka Sistem Informasi Pengelolaan Data Industri Kecil dan Menengah (IKM) berbasis website yang diberi nama SITER.
Program ini merupakan pengembangan dari inovasi yang sebelumnya telah diusulkan dalam Rencana Aksi Perubahan (RAP) oleh Heri Karuniawan, Pembina Industri Ahli Muda di Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta-Bidang Industri, pada tahun 2021, yang juga berperan sebagai pembimbing lapangan selama kegiatan magang.
Selama magang, Nabila dan Nashwa memfokuskan kegiatan pada tahap perancangan sistem dan desain antarmuka pengguna, serta penyusunan prototipe interaktif.

“Prototipe ini dirancang untuk memberikan gambaran awal mengenai alur kerja dan tampilan sistem sebelum dikembangkan lebih lanjut ke tahap implementasi,” jelas Nabila kepada koranmerapi.id, Jumat (31/1/26) di Kantor Disperinkopukm Kota Yogyakarta.
“Pengembangan SITER dilatarbelakangi oleh kebutuhan dinas dalam mengelola data IKM yang jumlahnya cukup besar dan beragam. Dengan adanya sistem informasi yang terstruktur, data IKM diharapkan dapat dikelola secara lebih rapi, mudah dipantau, dan mendukung proses pengambilan keputusan,” imbuh Heri Karuniawan.
Melalui SITER, informasi terkait pelaku IKM dapat disajikan secara ringkas dan mudah dipahami, sehingga memudahkan aktivitas kerja di lingkungan Bidang Industri.
Selama menjalani magang, para mahasiswa mengaku memperoleh banyak pengalaman baru, khususnya dalam memahami pola kerja di instansi pemerintahan.
“Lingkungan kerja yang profesional dan kolaboratif memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses administrasi, pengolahan data, hingga diskusi terkait kebutuhan lapangan. Menariknya, budaya kerja di Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta juga menjadi bagian penting dari pengalaman magang,” kata Nashwa.
Ia menambahkan, kegiatan apel rutin yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian progres kerja, evaluasi, serta penyelarasan inovasi. Dari kegiatan ini, mahasiswa belajar tentang pentingnya kedisiplinan, manajemen waktu, dan komunikasi yang efektif dalam mendukung kinerja organisasi.
Melalui kegiatan magang ini, Nabila dan Nashwa berharap hasil perancangan Sistem Informasi SITER dapat dikembangkan hingga benar-benar diterapkan dan dimanfaatkan oleh Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta.
“Kita berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dapat terus berlanjut untuk mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Nabila.
Kegiatan magang tersebut ditutup dengan presentasi hasil perancangan sistem yang didokumentasikan sebagai bentuk kontribusi dan pertanggungjawaban mahasiswa kepada instansi terkait. (Ags)



















