KORAN MERAPI – Semangat pelestarian lingkungan melampaui batas negara. Puluhan mahasiswa dari Yamanashi Eiwa College, Jepang, melakukan aksi lingkungan kolaboratif bertajuk penghijauan lereng Gunung Merapi dan pembersihan sungai di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Code, Yogyakarta, pada 11-12 Februari 2026.
Kegiatan dimulai pada Rabu (11/2) di Dusun Kratuan, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Rombongan mahasiswa yang dipimpin oleh Profesor Toshiya Tsukamoto dan Prof. Ms. Kinu Okubo ini bekerja sama dengan Pemerti Code dan Sekolah Sungai.
Selain menanam bibit pohon, para mahasiswa bersama warga setempat juga bahu-membahu membersihkan ilalang di sekitar sumber mata air yang menjadi tumpuan kebutuhan air bersih masyarakat. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Ketua RT, Bapak Bedjo, serta tokoh penggerak lingkungan seperti Totok Pratopo, Sudiarso, dan Sutanti.
Harris Syarif Usman, pengelola Sekolah Sungai, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar seremonial. “Penanaman ini bertujuan mencegah erosi dan longsor, meningkatkan kualitas tanah, serta menjaga keanekaragaman hayati. Kami berharap DAS Code semakin sehat; tidak banjir saat hujan, dan mata air tidak kering saat kemarau sehingga debit air tetap stabil,” ujar Harris.

Aksi berlanjut pada Kamis (12/2) di kawasan bawah Jembatan Sarjito. Para mahasiswa terjun langsung melakukan aksi Reresik Kali Code untuk membersihkan sampah yang menyumbat aliran sungai.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengelolaan air bersih, rombongan Yamanashi Eiwa College juga menyerahkan bantuan berupa: pompa air, sepatu booth (Boot) dan total nilai bantuan: Rp16 Juta
Bantuan tersebut diserahkan kepada Sumaryanto, pengelola mata air Tirta Kencana, dengan disaksikan oleh Lurah Cokrodiningratan, Ketua LPMK, serta warga setempat.
Kolaborasi internasional ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lokal untuk lebih peduli terhadap ketahanan air dan dampak perubahan iklim. Melalui sentuhan tangan mahasiswa Jepang dan gotong royong warga Jogja, lereng Merapi dan sungai Code kini memiliki harapan baru untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (Rls)



















