Rabu, 22 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

KOSETA Minta Pejabat DIY Jaga Otentisitas dan Kreativitas

admin by admin
23 Februari 2026
in News
0
0
SHARES
125
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – Kebijakan penghapusan penggunaan batik Geblek Renteng sebagai identitas resmi Kabupaten Kulon Progo menuai sorotan kalangan seniman dan budayawan DIY. Ketua Koperasi Seniman Budayawan Adiluhung (KOSETA) DIY, Sigit Sugito, menilai langkah ini menjadi preseden buruk bagi kepemimpinan kepala daerah di wilayah berstatus istimewa.

Sorotan itu mengemuka di Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mencari Akar Kreativitas, Menemukan Gagasan dalam Mengembangkan Pemajuan Kebudayaan” yang digelar Minggu (22/2/2026) di Sekar Wangi Resto, Ambarketawang, Gamping, Sleman.

Menurut Sigit, kebijakan publik di DIY semestinya berpijak pada semangat Undang-Undang Keistimewaan. Keistimewaan Yogyakarta. “Tidak hanya menyangkut tata kelola pemerintahan, tetapi juga menyangkut akar kreativitas dan otentisitas budaya yang tumbuh dari masyarakat,’ jelasnya.

Ia menambahkan, kemajuan kebudayaan tidak bisa hanya didorong oleh diksi politis yang sifatnya sesaat. Otentisitas dan kreativitas harus menjadi landasan kebijakan. Ini bukan soal simbol semata, tapi soal cara pandang memajukan kebudayaan.

FGD tersebut merekomendasikan agar seluruh pejabat DIY, terutama para pengambil kebijakan, menghadirkan kebijakan yang kreatif, otentik, serta memiliki nilai edukatif sebagai legacy bagi generasi mendatang.

Hadir dalam forum tersebut, Hasto Wardoyo, pencetus batik Geblek Renteng saat menjabat Bupati Kulon Progo, mengaku tidak tersinggung atas polemik yang berkembang. Namun ia menyayangkan apabila literasi dan proses kreatif yang telah tumbuh justru dinegasikan.

Menurutnya, Geblek Renteng bukan sekadar simbol personal, melainkan bagian dari strategi kultural untuk mendongkrak identitas dan kebanggaan Kabupaten Kulon Progo.

“Itu bukan perjuangan saya pribadi, tapi cara untuk memajukan daerah melalui kebudayaan. Kalau itu baik dan menjadi legacy, seharusnya tidak serta-merta dinafikan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, melalui Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 41 Tahun 2025, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menghapus penggunaan batik Geblek Renteng sebagai seragam aparatur sipil negara (ASN).

Motif tersebut digantikan dengan batik Binangun Kertaraharja dan Songsong Agung Ngambararum yang disebut diciptakan pada masa kepemimpinannya.

Tak hanya itu, melalui Surat Edaran Bupati Nomor 100.3.4/2/034/2026, pengaturan warna pagar dan gerbang sekolah juga ditetapkan. Bahkan, Agung secara terbuka menyatakan akan mengganti kepala sekolah yang masih mempertahankan simbol Geblek Renteng di lingkungan pendidikan.

Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran 28 buku bahan ajar terintegrasi kearifan lokal oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulon Progo pada 5 Februari lalu. Di hadapan para kepala sekolah SD dan SMP, Agung menyebut simbol Geblek Renteng sarat muatan politis.

Selama setahun menjabat, ia telah melarang penggunaan simbol tersebut di fasilitas publik, termasuk sekolah dan gedung pemerintahan. Simbol itu kemudian digantikan dengan Gunungan Binangun, yang disebut sebagai upaya mengembalikan marwah Kulon Progo, bukan langkah politisasi.

Polemik ini pun memantik diskursus lebih luas: apakah pergantian simbol budaya merupakan bagian dari dinamika kepemimpinan, atau justru menggerus kesinambungan kreativitas yang telah menjadi ciri khas keistimewaan Yogyakarta. (Rls)

Tags: FGDGeblek RentengHasto WardoyoKoranmerapi.idKosetaKulonprogoWalikota Yogyakarta

Related Posts

Bupati Gunungkidul Tekankan Karakter “Mental Baja” dan Integritas di Hadapan Ribuan Siswa Karangmojo
News

Bupati Gunungkidul Tekankan Karakter “Mental Baja” dan Integritas di Hadapan Ribuan Siswa Karangmojo

22 Juli 2026
BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang
News

BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

22 Juli 2026
Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!
News

Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!

22 Juli 2026
Wujudkan Kemandirian Pangan, Puluhan Mahasiswa ASEAN Bagikan Bibit Sayur untuk Warga Kali Code
News

Wujudkan Kemandirian Pangan, Puluhan Mahasiswa ASEAN Bagikan Bibit Sayur untuk Warga Kali Code

21 Juli 2026
Pengda PTMSI DIY Sukses Gelar Kejurda Tenis Meja 2026, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya!
News

Pengda PTMSI DIY Sukses Gelar Kejurda Tenis Meja 2026, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya!

21 Juli 2026
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
News

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

19 Juli 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Bupati Gunungkidul Tekankan Karakter “Mental Baja” dan Integritas di Hadapan Ribuan Siswa Karangmojo

Bupati Gunungkidul Tekankan Karakter “Mental Baja” dan Integritas di Hadapan Ribuan Siswa Karangmojo

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Bupati Gunungkidul Tekankan Karakter “Mental Baja” dan Integritas di Hadapan Ribuan Siswa Karangmojo

Bupati Gunungkidul Tekankan Karakter “Mental Baja” dan Integritas di Hadapan Ribuan Siswa Karangmojo

22 Juli 2026
BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

22 Juli 2026
Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!

Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!

22 Juli 2026
Konferensi pers Yogyakarta Gamelan Festival, Senin (20/7/2026) di Loman Park Hotel. - Foto: Agoes Jumianto

Yogyakarta Gamelan Festival ke-31 Digelar di Plaza Ngasem hingga 2 Agustus 2026

21 Juli 2026
Bupati Gunungkidul Tekankan Karakter “Mental Baja” dan Integritas di Hadapan Ribuan Siswa Karangmojo

Bupati Gunungkidul Tekankan Karakter “Mental Baja” dan Integritas di Hadapan Ribuan Siswa Karangmojo

22 Juli 2026
BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

22 Juli 2026
Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!

Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!

22 Juli 2026
Konferensi pers Yogyakarta Gamelan Festival, Senin (20/7/2026) di Loman Park Hotel. - Foto: Agoes Jumianto

Yogyakarta Gamelan Festival ke-31 Digelar di Plaza Ngasem hingga 2 Agustus 2026

21 Juli 2026
Wujudkan Kemandirian Pangan, Puluhan Mahasiswa ASEAN Bagikan Bibit Sayur untuk Warga Kali Code

Wujudkan Kemandirian Pangan, Puluhan Mahasiswa ASEAN Bagikan Bibit Sayur untuk Warga Kali Code

21 Juli 2026
Sepasang Kaki yang Menolak Menyerah dan Sujud Syukur di Lereng Menoreh

Sepasang Kaki yang Menolak Menyerah dan Sujud Syukur di Lereng Menoreh

20 Juli 2026