KORAN MERAPI – Asosiasi BMT Seluruh Indonesia (ABSINDO) sukses menggelar Kongres Nasional pada Sabtu (18/4) di Burza Hotel, Yogyakarta. Perhelatan akbar ini menghasilkan keputusan strategis bagi masa depan gerakan keuangan mikro syariah, termasuk terpilihnya kepengurusan baru periode 2024-2029 dan komitmen penguatan peran Apex Islamic Microfinance (IMF) sebagai motor penggerak ekonomi umat di level pedesaan.
Kongres diawali dengan sesi berbagi pengalaman (sharing session) yang menghadirkan para praktisi handal. Amaludin, penggerak BMT asal Kendari, memaparkan keberhasilan pembentukan APEX IMF di Sulawesi Tenggara. Lembaga ini terbukti efektif sebagai payung koordinasi likuiditas, sistem pembayaran, hingga pengawasan kolektif bagi koperasi primer dan BMT.

Melengkapi perspektif tersebut, Saptya Eka Haryadi memperkenalkan konsep Warung Desa Indonesia. Inisiatif ini dirancang sebagai ujung tombak distribusi produk UMKM dan pusat layanan keuangan mikro di pelosok desa. Sementara itu, Deputi Apex PINBUK, Alwin Fajri Siregar, menekankan pentingnya standarisasi dan tata kelola yang transparan agar BMT memiliki daya saing nasional yang berkelanjutan.
Founder sekaligus Ketua ABSINDO demisioner, Aries Muftie, memberikan paparan inspiratif bertajuk “Membangun Peradaban Emas dari Desa”. Ia menegaskan bahwa desa harus menjadi pusat kebangkitan ekonomi. Dengan mengadopsi semangat disiplin Saemaul Undong dan nilai-nilai spiritual, Aries meyakini Indonesia bisa menciptakan “Miracle of Nusantara”.
“Kita bangun kebangkitan dari desa, dengan masjid sebagai pusat komando, persaudaraan sebagai modal sosial, dan BMT sebagai mesin ekonominya,” tegas Aries di hadapan para peserta.
Puncak kongres ditandai dengan pemilihan pengurus melalui mekanisme musyawarah mufakat. H. Adhy Suryadi (Ketua BMT ITQAN Bandung) secara resmi terpilih untuk memimpin ABSINDO periode 2024-2029.
Adapun susunan pengurus inti yang terbentuk adalah: Ketua Umum: H. Adhy Suryadi, Ketua I – IV: Bambang Edi Asmara, Nyak Din, Deni, dan Amaludin, Sekretaris: Asep Sudrajat dan Bendahara: Emalia Tanjung
Dalam pidato pelantikannya, Adhy Suryadi berkomitmen membawa ABSINDO menjadi lembaga think tank, enabler, dan accelerator bagi seluruh anggota. Fokus utama kepengurusannya meliputi penguatan data nasional BMT, digitalisasi sistem melalui core system digital, sertifikasi SDM, serta advokasi regulasi.
“Peradaban emas dimulai dari desa, dan BMT adalah garda terdepannya. Kami akan memastikan ABSINDO menjadi integrator yang kuat bagi gerakan BMT di 34 provinsi,” ujar Adhy.
Kongres ditutup dengan deklarasi bersama untuk mempercepat penyusunan blueprint BMT nasional serta memperkuat sinergi (linkage program) dengan LPDB dan perbankan syariah guna memperluas akses permodalan bagi UMKM di seluruh pelosok negeri. (Rls)








