KORAN MERAPI – Suasana di Bendung Surokarsan, Kali Code, tampak lebih semarak dari biasanya pada Minggu pagi (19/4/2026). Meski matahari bersinar cukup terik, semangat ratusan pemuda tidak surut untuk turun langsung ke sungai dalam aksi Code River Clean Up 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Yogyakarta ini melibatkan sekitar 50 relawan dari berbagai universitas lintas disiplin di Jogja, di antaranya UGM, UNY, UII, UPN, UIN, AKPRIND, UTY, UAD, UMY, dan ITY. Aksi ini juga didukung penuh oleh Satgas Sungai DLH Kota Yogyakarta, Basarnas DIY, serta Komunitas Peduli Sungai (KPS) Bendung Surokarsan.
Ketua KOPHI Jogja, Rifka Agnes, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk konsistensi KOPHI dalam menjaga ekosistem Kali Code, khususnya di penggal selatan. “Kegiatan ini adalah wujud kepedulian anak muda Jogja terhadap isu lingkungan. Selain untuk menjaga kebersihan sungai, aksi ini juga digelar dalam rangka menyambut Hari Bumi yang jatuh pada 22 April mendatang,” ujarnya.
Apresiasi senada disampaikan oleh M. Shodiq yang hadir mewakili Lurah Prawirodirjan. Ia mengaku sangat gembira melihat antusiasme generasi muda dalam kerja bakti bersih sungai tersebut dan berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut secara berkelanjutan di masa depan.

Salah satu poin penting dalam pertemuan ini adalah dorongan untuk memperkuat kelembagaan pegiat lingkungan di tingkat universitas. Sesepuh Kali Code sekaligus Penasehat KPS Bendung Surokarsan, Harris Syarif Usman, mendorong para mahasiswa untuk membentuk KPS Mahasiswa Kali Code.
“Harapannya, mahasiswa pegiat lingkungan bisa segera membentuk KPS agar ada kesinambungan dalam merawat Kali Code dan sungai-sungai lainnya di Yogyakarta. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan edukasi lingkungan tidak berhenti di satu aksi saja,” tegas Harris.
Dalam aksi tersebut, para relawan melakukan pemilahan sampah antara organik dan anorganik. Meski terlihat sederhana, langkah ini dinilai vital dalam mempermudah pengelolaan sampah di tingkat lanjut.
Harris menambahkan bahwa kepedulian terhadap Kali Code memiliki makna mendalam bagi identitas Yogyakarta. Sebagai sungai yang menjadi penyangga Sumbu Filosofi, menjaga Code adalah bagian dari implementasi nilai Hamemayu Hayuning Bawana.
“Canda, kolaborasi, dan semangat menyatu dalam langkah menuju Code Nol Sampah. Semoga langkah kecil ini memberikan dampak besar dan menggerakkan lebih banyak warga maupun anak muda untuk menjaga kelestarian sungai legendaris ini sebagai bentuk harmonisasi manusia dengan alam,” tutupnya. (Ags)



















