KORAN MERAPI – Konsistensi dan ketekunan menjadi kunci utama bagi Walgito (47), seorang pria kelahiran Wonosari, Gunungkidul, 7 Juni 1979, dalam mempertahankan eksistensi usahanya. Di tengah gempuran modernisasi barbershop kekinian, gerai pangkas rambut “Gito” milik Walgito yang berlokasi di Jl. Imogiri Timur KM 6,9, Nglebeng Baru, Tamanan, Bantul, tetap menjadi pilihan utama bagi banyak pelanggan setianya.
Walgito memulai perjalanannya di dunia pangkas rambut sejak tahun 2001 di kawasan Kotagede, Yogyakarta. “Saat itu saya belajar secara otodidak dan ikut bekerja di tempat saudara saya,” jelas Gito, sapaan sehari-harinya saat bincang-bincang dengan koranmerapi.id, Kamis (4/6/26) di gerainya.
Berbekal keterampilan yang diasah secara mandiri dan keberanian untuk mandiri, ia kemudian mendirikan gerai potong rambutnya sendiri yang kini dikenal luas oleh masyarakat sekitar Tamanan Jalan Imogiri Timur.
Setiap hari, gerai “Gito” beroperasi mulai pukul 09.00 WIB hingga tutup pada pukul 21.00 WIB. Dalam kondisi normal, Walgito mampu melayani rata-rata 30 orang pelanggan per hari, yang mayoritas merupakan laki-laki dewasa. Jumlah ini akan melonjak tajam saat mendekati hari raya Lebaran, di mana pelanggannya bisa mencapai hingga 60 orang per hari.
Keberhasilan Walgito dalam mempertahankan pelanggan tidak lepas dari kualitas kerja dan tarif yang sangat terjangkau. Subarno, warga Grojokan yang telah menjadi pelanggan setia selama lebih dari lima tahun, mengakui keunggulan jasa cukur Walgito.
“Hasil cukuran Pak Gito itu sangat rapi dan bagus. Selain kualitasnya yang terjaga, biayanya juga sangat murah, hanya Rp15.000 saja. Usaha cukur seperti ini jelas punya prospek yang sangat bagus ke depan,” ujar Subarno saat ditemui di lokasi.
Dari hasil keringatnya membuka usaha pangkas rambut secara mandiri ini, Walgito mampu menghidupi keluarga dan membiayai pendidikan buah hatinya. Saat ini, putri tunggalnya yang bernama Zaizafuun Shafa Gita M. tengah menempuh pendidikan di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan mengambil jurusan yang cukup menantang, yaitu Teknik Mesin.
Kisah Walgito menjadi bukti nyata bahwa keterampilan yang ditekuni secara konsisten dan diiringi dengan pelayanan yang ramah serta harga merakyat dapat menjadi pilar ekonomi keluarga yang kokoh sekaligus menginspirasi pelaku UMKM lainnya di wilayah Bantul dan sekitarnya. (Ags)








