Sabtu, 26 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Menunggu Kabar Baik

Catatan: Hendry Ch Bangun (FWK)

admin by admin
26 September 2026
in Opini
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Pada saat ini banyak masyarakat kita yang menunggu kabar baik.

Keluarga lima wartawan yang meliput letusan Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda, yang hilang dan memasuki pekan ketiga, masih berharap ada kabar baik meskipun mereka sudah melakukan tabur bunga di Selat Sunda dan iklhas menerima bahwa yang ditunggu-tunggu mungkin sudah tidak hidup lagi.

Dengan adanya informasi resmi bahwa jenazah salah satu kru Arupadatu 1, Surakhman, ditemukan terseret ombak di Pulau Enggano, Bengkulu, Rabu (23/9) maka ada harapan tujuh lainnya akan menyusul ditemukan pula. Begitu pula pikiran yang tercetus di kalangan masyarakat pers yang bersama Dewan Pers sebelumnya melakukan doa bersama di Kebon Sirih hari Senin (21/9). Walaupun hanya setipis kulit ari optimisme harus tetap kita pelihara agar akan datang yang terbaik baik bagi keluarga wartawan M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhistiro, Firdaus, Donal. Begitu pula kru kapal Warta dan Heriyanto.

Forum Wartawan Kebangsaan, Kamis kemarin merilis harapan agar Kontingen Indonesia yang berpartisipasi di Asian Games Aichi-Nagoya, Jepang, mendulang medali emas pertama agar tidak kalah dari negara tetangga ASEAN, Myanmar, Thailand, Singapura. Ternyata doa itu terkabul ketika tim beregu putra bulutangkis mengalahkan RR Cina d final dengan skor 3-2 meskipun sempat tertinggal 0-2. Posisi di klasemen peraih medali langsung membaik. Kemenangan ini mengulang prestasi dalam Asian Games Bangkok 1998. Pencapaian luar biasa dari olahraga kebanggaan Indonesia yang selalu menjadi andalan kita di olahraga multievent dari SEA Games sampai ke level Olimpiade.

Tadi malam, ada lagi kabar baik. Tim sepakbola Indonesia, di pertandingan pertama ASEAN Cup di Gelora Bung Karno Jakarta, mencatatkan kemenangan pertama atas Singapura dengan skor 2-0 yang meyakinkan. Puluhan ribu orang, termasuk Presiden RI ke-7 Joko Widodo, bergembira ria menyambut keberhasil tim Merah Putih.

Di tengah kondisi ekonomi sulit oleh sebagian besar masyarakat, kabar baik di atas bagaikan setetes air embun yang menyejukkan. Otak kita yang hampir setiap saat menyaksikan secara visual ataupun membaca berita-berita yang bikin sakit kepala, kabar positif membuat otak dan pikiran sedikit menjadi dingin. Ada jeda. Ada kesempatan menarik nafas. Dan mengalihkan diri dari situasi emosional yang merusak dan membuat overthinking. ***

Bagi media dulu ada adagium bad news is good news. Kabar buruk justru bagus bagi media karena dia tidak perlu susah-susah, nggak perlu repot mencari topik untuk diberitakan. Apakah itu gunung meletus, gempa bumi, kebakaran, kapal tenggelam, kecelakaan beruntun, longsor, dst, media langsung punya bahan untuk dijual ke khalayak. Tentu informasi harus dilengkapi, dicarikan konfirmasi, ditambahi pendapat pakar, diupayakan membuat cerita eksklusif tentang korban, atau ilustrasi untuk menambah daya tariknya. Tetapi setidaknya ada bahan.

Saat pelaksanaan uji kompetensi wartawan kelompok Utama di Universitas Muhammadyah Jakarta pekan lalu, salah satu mata uji adalah melakukan rapat perencanaan Utama dengan kelompok Madya. Dalam interaksi antara Redaktur dan Pimpinan Redaksi, mereka tidak kesulitaan mencari topik aktual yang sedang trend dan menjadi perhatian publik. Topik ini teorinya nanti akan diteruskan ke reporter lapangan untuk digarap dan disajikan sebagai berita.

Ada banyak yang muncul. Ada tentang kapal Virgo yang tenggelam saat berlayar dari Surabaya ke Banjarmasin dengan banyak korban belum diketemukan. Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang Dirjen di Kementerian ATR/BPN yang merembet ke Kepala Kantor BPN kabupaten, mantan Bupati di Jawa Tengah, dan Dirut sebuah perusahaan pengembang.

Ada pula kontroversi masyarakat penerima Bantuan Sosial karena dimasukkan dalam Desil yang tidak cocok. Ada juga menyambut kedatangan Kapal Induk Garibaldi yang akan dinamai KRI Sriwijaya. Ada kebakaran Hutan dan Lahan yang belum juga bisa diatas baik itu di Sumatera maupun Kalimantan. Dan tentu saja hilangnya wartawan peliput erupsi Gunung Anak Kratatau serta Asian Games di Jepang yang sudah mulai berlangsung.

Itu wacana besar, berita tingkat nasional, yang relatif menarik dan penting. Tetapi ada juga berita soal rencana demo buruh di Jakarta, soal rencana pemberlakuan UU Reforma Agraria, adanya pengaduan soal ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke Mahkamah Konstitusi, dugaan adanya pemberian uang di Muktamar Nahdlatul Ulama di Jombang, dst. OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara. Dalam UKW, mana yang dipilih tentu sesuai dengan vivi misi serta kebijakan redaksi, dan positioning media tersebut di masyarakat. Apakah dia media nasional, media lokal, media ekonomi, media hiburan, dan seterusnya.

Poinnya di sini adalah begitu banyak informasi yang berseliweran di udara sehingga tidak sulit untuk mendapatkannya. Yang sulit adalah topik apa yang sesuai dengan keinginan pembaca, dan garapan seperti apa yang sesuai minat audiensnya. Lebih lanjut lagi, apakah bad news masih disukai? Di tengah himpitan kehidupan, akankah kabar baik sekarang lebih diperhatikan? Perusahaan pers sebaiknya melakukan survei audiensnya secara berkala untuk dapat menangkap kemauan mereka., agar berita dari media sesuai ekspektasi audiensnya. ***

Kabar baik, atau kabar buruk, yang jatuh dari langit tentu tidak dapat kita perkirakan. Blessing in disguise. Rezeki nomplok tidak selalu datang. Itulah perlunya perencanaan, membuat kalkulasi, mencari tahu dari para pakar di perguruan tinggi maupun lembaga, dan berbicara dengan masyarakat dari berbagai lapisan dan wilayah.

Tetapi yang sudah bisa ditunggu sesuai jadwal misalnya event Asian Games di Jepang, turnamen sepakbola ASEAN Cup di Jakarta. Dinyanyikannya Indonesia Raya di arena olahraga Aichi-Nagoya akan menjadi tanda bahwa ada medali emas bagi kontingen Indonessia (Kalau hanya Sang Saka Merah Putih, bisa jadi hanya mendapat medali perak atau perunggu). Akan meledak luapan kebahagiaan Menpora Erick Thohir, atau Wakil Menpora Taufik Hidayat, yang mengawal para atlet bertanding di berbagai stadion.

Kemenangan Ole Romeny dkk yang terus menerus sampai ke partai puncak, sedikit banyak akan memberikan efek positif, tidak hanya bagi mereka yang nonton langsung di Senayan, tetapi juga bagi jutaan penggemar sepakbola di seluruh pelosok Indonesia.

Apa kabar baik yang lain?

Bagi masyarakat umum, daftarnya akan amat sangat panjang. Bagi para supir truk, cukupnya stok solar di setiap SPBU sehingga mereka mudah mengisi tangki, akan membuat perjalanan mereka tidak perlu tertunda 12-24 jam karena antre. Bagi rumah tangga dan para petani yang kekeringan karena El Nino, turunnya hujan entah karena modifikasi cuaca atau kemurahan alam, akan mengurangi penderitaan. Bagi ibu rumah tangga, harga produk makanan pabrik dan hasil pertanian yang terus naik, apabila harganya turun atau stabil, akan meringankan dompet belanja.

Bagi korban PHK akibat perusahaan bangkrut dan sarjana pencari kerja, lowongan yang semakin banyak, tentu akan memperbesar peluang mereka untuk bekerja dan tidak lagi menjadi pengangguran. Bagi pedagang keliling, warung-warung di perumahan, kafe di pusat kuliner, banyaknya yang bekerja akan menciptakan daya beli dan geliat ekonomi meningkat membuat masyarakat mau belanja sehingga usaha mereka pun bisa berputar.

Pengelola media dan pekerja media sendiri, kabar baik itu tampaknya masih amat jauh. Semakin sering terdengar terjadinya rasionalilisasi, pensiun duni, pengurangan staf, karena biaya operasional cenderung meningkat sementara pendapatan cenderung menurun. Penyebabnya adalah pengeluaran Kementerian, lembaga, Perusahaan swasta, BUMN, untuk pencitraan dan promosi masih ada. Tetapi 80 persen sudah diambil platform global dan media sosial, yang tidak mengeluarkan duit untuk memproduksi berita sebagaimana media massa.

Dengan kondisi ini tentu saja pekerja media menjadi korban pertama. Pilihannya berhenti, atau gaji dikurangi, sementara kebanyakan wartawan tidak memiliki kompetensi memadai selain mencari dan memproduksi berita. Secara mental, tidak mudah mendadak menjadi konten creator atau poadcaster yang handal, apalagi persaingan kian sengit.

Maka sebagai wartawan atau warga negara Indonesia yang sedang dilanda berbagai keruwetan menonton sepakbola ASEAN Cup atau menyaksikan siaran langsung pertandingan multi evet atlet kita di Asian Games Aichi Nagoya, barangkali menjadi satu-satunya penghibur, sekaligus sambil berharap ujungnya berupa kabar baik. Ya harus tetap optimistis agar tidak merusak mental dan membuat jantung berdegup lebih kencang dan malah kena stroke. Wallahu a’lam bhisawab. ***

Ciputat, 25 September 2026.

Tags: FWKHendry Ch BangunKoranmerapi.idWartawan

Related Posts

Mengurai Kelelahan Berbuat Baik di Tengah Pragmatisme Zaman
Opini

Mengurai Kelelahan Berbuat Baik di Tengah Pragmatisme Zaman

25 September 2026
Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai
Opini

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

16 September 2026
Asrun, KY, dan Sapu Kotor
Opini

Asrun, KY, dan Sapu Kotor

11 September 2026
Kalau Alam Sudah Menegur
Opini

Kalau Alam Sudah Menegur

7 September 2026
Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu
Opini

Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu

6 September 2026
Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman
Opini

Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman

5 September 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Melintasi Batas Kanvas: Harmoni dan Perjuangan Dua Sisi dalam Pameran STRUGGLE II

Melintasi Batas Kanvas: Harmoni dan Perjuangan Dua Sisi dalam Pameran STRUGGLE II

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Melintasi Batas Kanvas: Harmoni dan Perjuangan Dua Sisi dalam Pameran STRUGGLE II

Melintasi Batas Kanvas: Harmoni dan Perjuangan Dua Sisi dalam Pameran STRUGGLE II

26 September 2026
Menunggu Kabar Baik

Menunggu Kabar Baik

26 September 2026
Eko Suwanto Ucapkan Duka Cita Atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra, DPC PDI Perjuangan Akan Gelar Doa Bersama

Eko Suwanto Ucapkan Duka Cita Atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra, DPC PDI Perjuangan Akan Gelar Doa Bersama

26 September 2026
Merawat Tradisi, Memperkuat Ekonomi: Kiprah Dekranasda Sambut Hari Batik dan HUT Kota Jogja

Merawat Tradisi, Memperkuat Ekonomi: Kiprah Dekranasda Sambut Hari Batik dan HUT Kota Jogja

26 September 2026
Melintasi Batas Kanvas: Harmoni dan Perjuangan Dua Sisi dalam Pameran STRUGGLE II

Melintasi Batas Kanvas: Harmoni dan Perjuangan Dua Sisi dalam Pameran STRUGGLE II

26 September 2026
Menunggu Kabar Baik

Menunggu Kabar Baik

26 September 2026
Eko Suwanto Ucapkan Duka Cita Atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra, DPC PDI Perjuangan Akan Gelar Doa Bersama

Eko Suwanto Ucapkan Duka Cita Atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra, DPC PDI Perjuangan Akan Gelar Doa Bersama

26 September 2026
Merawat Tradisi, Memperkuat Ekonomi: Kiprah Dekranasda Sambut Hari Batik dan HUT Kota Jogja

Merawat Tradisi, Memperkuat Ekonomi: Kiprah Dekranasda Sambut Hari Batik dan HUT Kota Jogja

26 September 2026
Menyatu dalam Gerak dan Ekonomi: Semarak “Senam Sehat Sak Obahe” Sambut Hari Koperasi dan HUT Kota Jogja

Menyatu dalam Gerak dan Ekonomi: Semarak “Senam Sehat Sak Obahe” Sambut Hari Koperasi dan HUT Kota Jogja

26 September 2026
Dua Srikandi Gunungkidul Bertemu: Hari Jadi ke-196, Bupati Endah Anjangsana ke Badingah

Dua Srikandi Gunungkidul Bertemu: Hari Jadi ke-196, Bupati Endah Anjangsana ke Badingah

25 September 2026