Minggu, 5 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Samsung Solve for Tomorrow 2026 Latih 2.600 Peserta dengan Design Thinking

admin by admin
5 Juli 2026
in Pendidikan
0
Samsung Solve for Tomorrow 2026 kembali digelar melalui Workshop Design Thinking. (Ist)

Samsung Solve for Tomorrow 2026 kembali digelar melalui Workshop Design Thinking. (Ist)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORANMERAPI.ID – Di era Artificial Intelligence (AI), tantangan terbesar bukan lagi menghasilkan ide, melainkan memastikan ide tersebut mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, kemampuan memahami permasalahan menjadi sama pentingnya dengan penguasaan teknologi.

Design Thinking pun menjadi fondasi untuk mengembangkan inovasi berbasis STEM dan AI yang relevan dan berdampak.
Berangkat dari semangat tersebut, Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 membekali 2.600 mahasiswa dan siswa terpilih melalui Workshop Design Thinking. Program tahun ini mendapat antusiasme tinggi dengan lebih dari 4.000 pendaftar dari 27 provinsi di Indonesia.

Para peserta berasal dari berbagai SMA dan perguruan tinggi, termasuk SMA Negeri 1 Yogyakarta, SMA Kolese Gonzaga, SMA Negeri 10 Malang, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, dan Binus University. Melalui workshop ini, mereka dibimbing untuk memahami akar permasalahan sebelum mengembangkan solusi berbasis STEM dan AI.

Workshop terdiri atas empat sesi, yaitu Introduction & Empathize, Define & Ideate, Prototyping, dan Testing, masing-masing berdurasi 2,5 jam. Pembelajaran tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk menyusun concept paper dalam tiga tema utama—Sustainability & Environment, Education, serta Sport & Technology—sebelum melaju ke tahap semifinal dan pengembangan prototipe.

“Indonesia memiliki generasi muda dengan potensi yang luar biasa. Tantangan saat ini bukan lagi menghasilkan lebih banyak ide, melainkan memastikan ide tersebut berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak nyata. Melalui Samsung Solve for Tomorrow, kami ingin mendorong generasi muda Indonesia untuk mengubah potensi tersebut menjadi inovasi berbasis STEM dan AI yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.

Komitmen tersebut juga tercermin dari pilihan tema concept paper peserta. Sebanyak 47,83% peserta memilih Sustainability & Environment, menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu keberlanjutan. Fokus ini sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita ke-8, yang mendorong pembangunan berkelanjutan serta pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan ketahanan bangsa.

Daftar lengkap peserta Workshop Design Thinking dapat dilihat melalui website resmi Samsung Solve for Tomorrow di https://www.samsung.com/id/campaign/solvefortomorrow/pengumuman/

Ide Keren Aja Nggak Cukup: Kenapa Design Thinking Jadi “Starting Point” di SFT?

Dalam Samsung SFT, proses Design Thinking menjadi sangat penting karena membantu peserta untuk tidak langsung melompat ke solusi, melainkan terlebih dahulu memahami konteks permasalahan secara menyeluruh, termasuk siapa yang terdampak, apa kebutuhan utama yang belum terpenuhi, dan mengapa isu tersebut perlu diselesaikan. Pendekatan ini membantu peserta membangun pola pikir yang lebih terstruktur sehingga solusi yang dikembangkan lebih relevan dengan kebutuhan pengguna.

Menurut Kusuma Sukma, Partner Coach, UD Impact Korea dan AI Innovation Coach, Learnly Society yang menjadi trainer dalam program Samsung Solve for Tomorrow 2026, Design Thinking membantu peserta membangun inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar ide yang terdengar menarik.

“Kesalahan yang paling sering terjadi adalah terlalu cepat jatuh cinta pada ide, sebelum benar-benar memahami masalah yang ingin diselesaikan. Banyak anak muda langsung fokus pada bentuk solusi yang terlihat menarik atau canggih, tetapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan pengguna. Padahal, inovasi yang kuat selalu dimulai dari masalah yang nyata, penting, dan dirasakan langsung oleh orang yang terdampak,” jelas Kusuma.

Dari Ide Menjadi Solusi yang Berdampak

Dalam workshop ini, peserta mempelajari Design Thinking mulai dari memahami pengguna, merumuskan problem statement, mengembangkan ide, hingga menyusun solusi yang dapat diterapkan. Berbagai aktivitas praktik seperti observasi, empati, brainstorming, dan validasi sederhana juga menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Dalam proses tersebut, peserta diajak melihat permasalahan dari sudut pandang pengguna, bukan hanya sebagai pembuat solusi. Pendekatan ini membantu mereka menemukan peluang inovasi dari persoalan sehari-hari yang sebelumnya tampak sederhana, sehingga solusi yang dikembangkan menjadi lebih relevan dan memberikan dampak nyata.

Menggabungkan AI dan Empati dalam Berinovasi

Menurut Kusuma, di era AI, kemampuan seperti empati, kreativitas, dan problem solving justru menjadi semakin penting. AI dapat membantu mempercepat analisis maupun pengembangan ide, tetapi tetap membutuhkan manusia untuk memahami konteks sosial, kebutuhan pengguna, serta dampak yang ingin diwujudkan. Karena itu, teknologi dan kemampuan berpikir yang berpusat pada manusia perlu berjalan beriringan agar inovasi yang dihasilkan benar-benar relevan bagi masyarakat.

Workshop ini juga menjadi bekal penting sebelum peserta melangkah ke tahap berikutnya dalam Samsung Solve for Tomorrow 2026. Setelah menyempurnakan concept paper, sebanyak 40 tim terbaik akan melaju ke babak semifinal untuk mengikuti pelatihan AI Amplification dan sesi mentoring bersama para ahli dari Samsung serta mitra program.

Kata Alumni SFT: Pengalaman yang Mengubah Cara Berinovasi

Kata salah satu alumni sekaligus pemenang ketiga Samsung Solve for Tomorrow 2025, Tim KYGB, Design Thinking menjadi pengingat bahwa inovasi tidak selalu dimulai dari teknologi atau ide yang paling canggih. Justru, proses memahami orang yang mengalami masalah secara langsung menjadi langkah penting untuk menciptakan solusi yang benar-benar relevan dan berdampak.

“Menurut kami, Design Thinking sangatlah penting, karena mengharuskan kita untuk menggunakan empati kita untuk melihat isu-isu sosial. Metode ini memastikan kami untuk mengidentifikasi akar masalah dari sudut pandang mereka yang terdampak,” ujar Nathanael dari Tim KYGB, alumni sekaligus pemenang ketiga Samsung Solve for Tomorrow 2025.

Melalui Samsung Solve for Tomorrow, Samsung terus mendorong lebih banyak generasi muda Indonesia untuk menjadi problem solver yang mampu mengubah kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata. Dengan menggabungkan Design Thinking, STEM, dan AI, program ini diharapkan dapat melahirkan solusi inovasi yang lebih inklusif, relevan, dan siap menjawab berbagai tantangan masa depan. (Aja)

Tags: Design ThinkingSamsungSamsung Solve for Tomorrowworkshop

Related Posts

Penyelenggaraan workshop Penyusunan dan Evaluasi SOP serta Penyusunan Standar Pelayanan FISIP UPN Veteran Yogyakarta. (Foto : Dokumentasi FISIP UPN Veteran Yogyakarta)
Pendidikan

Pimpinan FISIP UPN Veteran Yogyakarta Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan

16 Juni 2026
SMK Tamansiswa 1 Imogiri Bantul Siap Tampung Siswa Putus Sekolah dan Kurang Mampu dalam PPDB 2025/2026. Ini Terbukti!
News

SMK Tamansiswa 1 Imogiri Bantul Siap Tampung Siswa Putus Sekolah dan Kurang Mampu dalam PPDB 2025/2026. Ini Terbukti!

14 Mei 2025
Samsung mengumumkan para pemenang Samsung Innovation Campus Batch (SIC) 5 2023/2024.
Pendidikan

Ini Juara SIC Batch 5: Inovasi AI dan IoT Buatan Anak Bangsa, Kampus di Jogja Ini Borong Hadiah

8 September 2024
Wisuda ASMI DESANTA Yogyakarta: dari ASMI Desanta Menuju Dunia Kerja
News

Wisuda ASMI DESANTA Yogyakarta: dari ASMI Desanta Menuju Dunia Kerja

1 September 2024
819 Mahasiswa UNISA Yogyakarta Siap Abdikan Diri ke Masyarakat. Ini Karya Nyata
News

819 Mahasiswa UNISA Yogyakarta Siap Abdikan Diri ke Masyarakat. Ini Karya Nyata

31 Juli 2024
Kuliah Pakar TLM : Bahas Deteksi Salmonella Typhi Penyebab Demam Tifoid. Ini Hasilnya
Pendidikan

Kuliah Pakar TLM : Bahas Deteksi Salmonella Typhi Penyebab Demam Tifoid. Ini Hasilnya

13 Juli 2024

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Samsung Solve for Tomorrow 2026 kembali digelar melalui Workshop Design Thinking. (Ist)

Samsung Solve for Tomorrow 2026 Latih 2.600 Peserta dengan Design Thinking

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Samsung Solve for Tomorrow 2026 kembali digelar melalui Workshop Design Thinking. (Ist)

Samsung Solve for Tomorrow 2026 Latih 2.600 Peserta dengan Design Thinking

5 Juli 2026
Sukses Digelar, Ratusan Peserta Ikuti “Run & Jalan Nordick: Mlaku Lan Mlayu Mubeng Beteng” di Alun-Alun Kidul

Sukses Digelar, Ratusan Peserta Ikuti “Run & Jalan Nordick: Mlaku Lan Mlayu Mubeng Beteng” di Alun-Alun Kidul

5 Juli 2026
Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

3 Juli 2026
Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

3 Juli 2026
Samsung Solve for Tomorrow 2026 kembali digelar melalui Workshop Design Thinking. (Ist)

Samsung Solve for Tomorrow 2026 Latih 2.600 Peserta dengan Design Thinking

5 Juli 2026
Sukses Digelar, Ratusan Peserta Ikuti “Run & Jalan Nordick: Mlaku Lan Mlayu Mubeng Beteng” di Alun-Alun Kidul

Sukses Digelar, Ratusan Peserta Ikuti “Run & Jalan Nordick: Mlaku Lan Mlayu Mubeng Beteng” di Alun-Alun Kidul

5 Juli 2026
Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

3 Juli 2026
Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

3 Juli 2026
Komunikasi Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Buruk, Pejabat Sering Tunjukkan Sikap Nirempati dan Egois 

Komunikasi Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Buruk, Pejabat Sering Tunjukkan Sikap Nirempati dan Egois 

2 Juli 2026
Mengasah Lidah Bocah Kadipaten: Membuka Gerbang Dunia Lewat ‘Wis Kawentar’

Mengasah Lidah Bocah Kadipaten: Membuka Gerbang Dunia Lewat ‘Wis Kawentar’

2 Juli 2026