Selasa, 13 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Tinjauan Psikologi Joget Viral Sabdor dan Potensi Judi Online

Penulis : Ratna Yunita Setiyani Subardjo, S.Psi., M.Psi., Psikolog (Dosen Psikologi UNISA Yogyakarta, student Ph.D Psychology UKM Malaysia)

admin by admin
19 November 2024
in Opini
0
0
SHARES
50
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Fenomena Joget Sadbor di media sosial TikTok yang dilakukan ratusan masyarakat di Kampung Margasari, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, belakangan ini menjadi perhatian publik. Banyak yang merasa bahwa tren ini menunjukkan sisi lain dari media sosial, di mana konten viral kerap kali mengaburkan batas antara kreativitas dan eksploitasi diri, Sadbor dan tren live mandi lumpur di Tiktok menunjukkan bagaimana media sosial bisa menciptakan fenomena yang di satu sisi dianggap kreatif, tetapi di sisi lain dianggap sebagai bentuk dari mempermalukan diri dan bangsa.

Sebab kegiatan ini terlihat seperti aktivitas meminta berupa saweran yang dapat diartikan sebagai mengemis online. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar terkait etika dan dampak sosial dari tren tersebut, terutama ketika melibatkan saweran besar yang diduga terkait dengan judi online.

Seperti yang kita ketahui Fenomena Joget Sadbor yang berasal dari Kampung Margasari di Sukabumi, Jawa Barat, telah menarik perhatian publik dan media sosial dalam beberapa bulan terakhir. Joget ini dipopulerkan oleh Gunawan, pemilik akun TikTok @sadbor86tiktok, dan menjadi viral berkat gerakan yang sederhana namun energik. Namun, dibalik kesuksesannya, muncul tuduhan bahwa Joget Sadbor berfungsi sebagai sarana promosi judi online.

Joget Sadbor, yang awalnya dikenal sebagai “Joget Patuk Ayam”, menggabungkan gerakan tarian yang ceria dengan semangat kebersamaan di antara para penari. Kehadiran Joget Sadbor tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi warga setempat. Hal ini mendorong banyak orang untuk ikut serta dalam aksi joget tersebut, berharap mendapatkan penghasilan tambahan.

Dalam sudut pandang psikologi, kita bisa melihat bahwa fenomena ini sebenarnya memperlihatkan betapa kreativitas dapat dimiliki oleh siapa saja di usia berapa saja dengan kondisi apapun. Menurut Freud, Kreativitas sangat terkait dengan istilah empat aspek yaitu aspek pribadi (person), pendorong, proses, dan produk. Kreativitas dapat pula ditinjau dari kondisi pribadi dan lingkungan yang mendorong (press) individu ke perilaku kreatif. Teori Freud ini dikenal dengan istilah teori kreativitas 4P.

Kreativitas ini merupakan bagian dari kepribadian. Kreativitas menurut Freud merupakan upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yang tidak menyenangkan atau yang tidak dapat diterima. Meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, namun justru mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama dari kreativitas. Tujuan agar potensi yang dimiliki oleh diri kepribadian seseorang agar terbiasa mengaktualkan dirinya sendiri dalam hal untuk berkreativitas.

Dalam kasus Gunwan Sadbor terlihat bahwa ada mekanisme pertahanan diri yang dimiliki olehnya berupa represi dan sublimasi yang muncul menjadi sebuah kreativitas. Bentuk kreativitas tersebut adalah Joget Sadbor yang dinilai unik dan akhirnya diikuti oleh puluhan bahkan ratusan orang. Media sosial membuat pergerakan tren ini menjadi semakin cepat, masif dan digandrungi. Seringkali hal-hal viral yang awalnya bernilai positif menjadi bergeser kepada arah negatif akibat euforia dari kondisi yang ada.

Hal inilah yang memicu munculnya sematan atau sisipan judi online yang membuat konten ini bukan hanya viral namun juga dapat menghasilkan pundi-pundi. Karena aktivitas ini dilakukan berkelompok maka hasil yang didapat juga dinikmati bersama.

Kreativitas dapat dikembangkan dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Sigmund Freud memandang manusia sebagai makhluk deterministic, dimana tingkah laku manusia ditentukan oleh kekuatan irasional, motivasi bawah sadar (unconsciousness motivation), dorongan (drive) biologis dan insting serta kejadian psikoseksual selama enam tahun pertama kehidupan. Ia mengembangkan pendapatnya sebagai kekuatan manusia berupa insting.

Gunawan Sadbor menggunakan instingnya untuk mengembangkan kreativitasnya hingga dapat mempengaruhi orang lain dan meneruskannya berulang untuk menarik perhatian dan akhirnya menghasilkan pundi-pundi, hingga mengundang saweran dalam bentuk dolar yang jumlahnya tak kaleng-kaleng. Kekuatan insting ini yang digunakan oleh Gunawan Sadbor sebagai pertahanan hidupnya sebagai manusia. Freud melihat hal ini sebagai kecenderungan dari seorang Gunawan Sadbor yang dilihat sebagai “sesuatu” secara mental yang mengarah kepada perilaku yang ditujukan pada orang lain, ide, objek, dan kelompok tertentu untuk mengarahkan berkreatif.

Dalam teori psikoanalis dari freud menyatakan ego harus menghadapi konflik antara Id (yang berisi naluri seksual dan agresif yang selalu membutuhkan penyaluran) dan superego (yang berisi larangan-larangan dan aturan yang menghambat naluri-naluri tersebut), ego masih harus mempertimbangkan realitas di dunia luar sebelum menampilkan perilaku tertentu.

Berangkat dari gambaran mekanisme pertahanan yang ditegaskan oleh freud ada kecenderungan untuk beralih ke perilaku dalam tindakan kreatif disebabkan kepuasaan awal tidak terpenuhi. Bisa kita lihat dalam kasus ini bahwa kreatif manusia ditentukan oleh seksual yang tidak terpenuhi sehingga terbitlah ide-ide untuk berkreasi.

Didukung dengan kondisi super ego yang lemah, Dimana super ego ini merupakan kemampuan diri untuk mengontrol perilaku yang tidak sesuai dengan norma, seperti menjauhi perbuatan buruk, perbuatan yang tidak pada tempatnya, dan lain-lain.

Implikasi Teori Kepribadian Sigmund Freud dalam Joget Sadbor Gunawan
Menyimak konsep kunci dari teori kepribadian Sigmund Freud, maka ada beberapa teorinya yang dapat diaplikasikan dalam Analisa psikologi kasus Gunawan Sadbor dan dugaan judi online ini. Pertama, konsep kunci bahwa ”manusia adalah makhluk yang memiliki kebutuhan dan keinginan”.

Konsep ini dapat dikembangkan dalam penjelasan bahwa proses transfer ilmu olehnya kepada masyarakat sekitar, dengan melihat hakikatnya manusia itu memiliki kebutuhan kebutuhan dan keinginan-keinginan dasar yang berupa kondisi ekonomi dan posisi diri sebagai seseorang yang viral dan terkenal. Ini dilakukan untuk menguatkan ego pribadi masing-masing.

Kedua, konsep teori tentang kecemasan yang dimiliki seseorang dapat digunakan sebagai wahana pencapaian tujuan oleh diri, yaitu membantu individu supaya mengerti diri memilih, memutuskan dan merencanakan hidup secara mengembangkan kemampuan yang dimiliki yang dibandingkan dengan tujuan atau goal diri, apakah tujuan dapat tercapai sesuai dengan kenyataan yang ada, jika tidak, maka dapat memunculkan kecemasan-kecemasan dalam diri seseorang sebagai kompensasi tuntutan tujuan yang ada.

Kemampuan kognitif atau kemampuan berpikir adalah salah satu aspek yang berpengaruh terhadap munculnya kreativitas seseorang. Guilford salah seorang ahli psikologi mantan ketua APA (American Psychological Association) menyatakan bahwa kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah terbagi pada dua jenis yaitu:
1. Dengan berpikir kritis (konvergen) yang cenderung menginginkan jawaban tunggal yang paling benar.
2. Dengan cara berpikir kreatif (divergen) yaitu suatu kemampuan untuk memberikan jawaban dengan berbagai alternatif.

Masyarakat Bojongkembar yang terdampak oleh keuntungan murni sebelum sisipan adanya judi online, seharusnya menyadari bahwa hal ini dapat mengundang potensi buruk ke depannya. Seperti apa yang sekarang terjadi, bahwa hal ini menjadi kasus adanya judi online yang tersisip dalam konten-konten joget viral Gunawan Sadbor. Mestinya masyarakat tidak bergantung dengan fenomena ini secara terus menerus, karena secara psikologi manusia tidak bisa bahagia permanen hanya karena satu hal saja.

Dalam kurun waktu tertentu masyarakat tidak akan lagi tertarik dengan hal ini. Adapun hal yang dikhawatirkan dari fenomena ini adalah ketika mereka sudah tidak lagi viral. Keadaan ekonomi yang dimiliki oleh masyarakat Bojongkembar yang melakukan Joget Sadbor ini adalah mereka yang memiliki kelas menengah ke bawah. Mereka sangat rentan terhadap sebuah bujukan yang menurut mereka menarik. Hal ini dianggap sebagai lapangan pekerjaan, belum bisa dikatakan sebagai pekerjaan yang bisa menjamin kehidupan mereka.

Sudah banyak fenomena yang viral atau trending lalu jatuh dan mereka tidak lagi mendapatkan pendapatan dari keuntungan viral dan trendingnya fenomena tersebut. Jika masyarakat ingin menganggap bahwa Joget Sadbor adalah sebuah pekerjaan, maka mereka harus mampu berinovasi sehingga khalayak media sosial akan terus tertarik dengan inovasi yang mereka ciptakan tanpa tunggangan dari berbagai peran lain yang justru mengancam peran pelaku sebagai bagian dari murninya kreativitas.

Ditengarai oleh media bahwa beberapa akun yang memberikan saweran terbesar selama siaran langsung diduga terafiliasi dengan judi online. Perlu disadari bahwa pelaku kejahatan seringkali pandai beradaptasi dan menemukan cara baru untuk melakukan aktivitas ilegal. Potensi bahaya dari fenomena ini adalah masyarakat harus waspada terhadap cara cepat mendapatkan uang yang berisiko tinggi, sebab banyak orang lebih tertarik pada cara instan menjadi terkenal dan kaya, seperti siaran langsung TikTok, Instagram, dll.

Aksi Joget Sadbor ini yang sempat viral ini tidak hanya mendapatkan penghasilan yang melimpah, tetapi membawa nama daerah menjadi terkenal baik di dalam maupun luar negeri. Hanya sayangnya, nama besar Sadbor rusak seketika setelah terjerumus di kasus promosi judi daring, karena kepincut besarnya saweran yang diberikan situs web terlarang itu.

Kembali dalam ulasan berdasar analisa psikologi dengan pandangan Freud, keberadaan id, ego, dan super ego yang harmoni atau seimbang, menjadi kunci bahwa peran kreativitas dapat dilakukan maksimal untuk menghasilkan 4P yaitu aspek pribadi (person), pendorong, proses, dan produk. Kreativitas dapat pula ditinjau dari kondisi pribadi dan lingkungan yang mendorong (press).

Dukungan sosial masyarakat setempat jangan sampai justru menjadi pemicu ancaman bagi masa depan pribadi maupun kelompok masyarakat. (***)

Tags: Joger SadborJudi onlineKoranmerapi.idPsikologiRatna Yunita Setiyani Subardjo

Related Posts

Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?
Opini

Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?

7 Oktober 2026
Dengan Olahraga Kita Bersatu
Opini

Dengan Olahraga Kita Bersatu

6 Oktober 2026
Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan
Opini

Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan

3 Oktober 2026
Pembangunan Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045
Opini

Kesaktian Pancasila dalam Ancaman Ekonomi Konglomerasi dan Oligarki

2 Oktober 2026
Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda
Opini

Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda

30 September 2026
Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Opini

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

29 September 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Bupati Gunungkidul Jemput Wisuda Kekancingan, 10 Pejabat Diusulkan Jadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Bupati Gunungkidul Jemput Wisuda Kekancingan, 10 Pejabat Diusulkan Jadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Bupati Gunungkidul Jemput Wisuda Kekancingan, 10 Pejabat Diusulkan Jadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Bupati Gunungkidul Jemput Wisuda Kekancingan, 10 Pejabat Diusulkan Jadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

12 Oktober 2026
Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

11 Oktober 2026
Dukung Veda Ega Pratama di Mandalika, Pemkab Gunungkidul Gelar Nonton Bareng

Dukung Veda Ega Pratama di Mandalika, Pemkab Gunungkidul Gelar Nonton Bareng

11 Oktober 2026
G-Olympiad #4 “Rise of Brilliance”: 280 Pelajar DIY Berkompetisi di SMAN 1 Teladan Yogyakarta

G-Olympiad #4 “Rise of Brilliance”: 280 Pelajar DIY Berkompetisi di SMAN 1 Teladan Yogyakarta

11 Oktober 2026
Bupati Gunungkidul Jemput Wisuda Kekancingan, 10 Pejabat Diusulkan Jadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Bupati Gunungkidul Jemput Wisuda Kekancingan, 10 Pejabat Diusulkan Jadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

12 Oktober 2026
Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

11 Oktober 2026
Dukung Veda Ega Pratama di Mandalika, Pemkab Gunungkidul Gelar Nonton Bareng

Dukung Veda Ega Pratama di Mandalika, Pemkab Gunungkidul Gelar Nonton Bareng

11 Oktober 2026
G-Olympiad #4 “Rise of Brilliance”: 280 Pelajar DIY Berkompetisi di SMAN 1 Teladan Yogyakarta

G-Olympiad #4 “Rise of Brilliance”: 280 Pelajar DIY Berkompetisi di SMAN 1 Teladan Yogyakarta

11 Oktober 2026
Rayakan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dan Edisi Ke-15 KUSTOMFEST: Ratusan Pengendara Gelar Aksiriding “Ride For YK” Hingga Aksi Sosial Rp1 Miliar Lebih

Rayakan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dan Edisi Ke-15 KUSTOMFEST: Ratusan Pengendara Gelar Aksiriding “Ride For YK” Hingga Aksi Sosial Rp1 Miliar Lebih

11 Oktober 2026
Wujud Kepedulian Sesama: Aksi Sosial Donor Darah #18 Sukses Digelar di Ponpes MULDOMA Yogyakarta

Wujud Kepedulian Sesama: Aksi Sosial Donor Darah #18 Sukses Digelar di Ponpes MULDOMA Yogyakarta

11 Oktober 2026