Senin, 21 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

​Pendidikan Khas Kejogjaan: Investasi Karakter di Tengah Arus Modernitas

admin by admin
8 Maret 2026
in Opini
0
0
SHARES
123
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Dunia pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta sedang bersiap menyongsong babak baru. Mulai tahun ajaran 2026/2027, Pemerintah Provinsi DIY secara resmi akan menerapkan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKK) di seluruh jenjang sekolah.

Langkah ini bukan sekadar kebijakan birokratis, melainkan sebuah pernyataan sikap budaya yang tegas. Di tengah gempuran globalisasi yang sering kali mengikis identitas lokal, Yogyakarta memilih untuk kembali ke akar, memastikan bahwa generasi mudanya tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga kokoh secara karakter.

Keputusan untuk melakukan ekspansi massal program ini tentu tidak datang dari ruang hampa. Berdasarkan evaluasi uji coba di sepuluh sekolah percontohan sejak 2024, hasil yang dicapai sangat menggembirakan. Skor rata-rata penilaian karakter siswa mencapai 4,1 dari skala 5,0. Angka ini adalah bukti nyata bahwa nilai-nilai luhur yang selama ini dianggap kuno oleh sebagian orang, ternyata masih sangat relevan dan efektif untuk membentuk perilaku positif siswa di era digital.

Salah satu kekhawatiran yang sering muncul saat ada kurikulum baru adalah beban belajar siswa. Namun, di sinilah letak kecerdasan strategi Pendidikan Khas Kejogjaan. PKK bukanlah mata pelajaran baru yang akan menambah jam pelajaran atau tumpukan buku di tas siswa. Sebaliknya, ia adalah “ruh” yang disisipkan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada. Konsep integrasi natural ini memastikan bahwa nilai-nilai budaya menjadi napas dalam setiap proses belajar-mengajar.

​Bayangkan ketika seorang siswa mempelajari Pendidikan Agama atau Bahasa Jawa, mereka juga diajak mendalami filosofi Sangkan Paraning Dumadi. Filosofi ini mengajarkan tentang asal-usul dan tujuan penciptaan manusia, yang secara otomatis membangun rasa tanggung jawab spiritual dan sosial. Begitu pula dalam pelajaran IPS atau Bahasa Indonesia, wacana khas Jogja dapat digunakan sebagai media untuk mengasah empati, tata krama, dan gotong royong. Ini adalah model pembelajaran yang tidak membebani otak, tetapi mengisi hati.

​Keberhasilan program ini ke depannya akan sangat bergantung pada kesiapan para pendidik. Guru bukan lagi sekadar penyampai materi pelajaran, melainkan mentor budaya. Oleh karena itu, langkah Dewan Pendidikan DIY untuk terus melakukan bimbingan teknis dan menyiapkan buku panduan yang matang adalah langkah krusial. Materi budaya tidak boleh disampaikan secara kaku; ia harus hidup dalam interaksi sehari-hari di kelas. Guru harus menjadi contoh nyata dari nilai-nilai andhap asor (rendah hati) dan tepa slira (tenggang rasa) yang mereka ajarkan.

​Secara filosofis, Pendidikan Khas Kejogjaan adalah upaya “memanusiakan manusia”. Di saat dunia kerja saat ini lebih menghargai soft skills dan kecerdasan emosional, DIY justru sudah memiliki modal sosial yang kuat melalui budayanya. Mengintegrasikan nilai Jogja ke sekolah berarti kita sedang menyiapkan pemimpin masa depan yang memiliki standar moral yang tinggi. Mereka mungkin akan bekerja di perusahaan multinasional atau menjadi ilmuwan dunia, namun nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan, dan kerukunan khas Yogyakarta akan tetap menjadi kompas hidup mereka.

​Sebagai penutup, penerapan Pendidikan Khas Kejogjaan secara menyeluruh adalah langkah berani yang patut diapresiasi. Ini adalah bentuk kedaulatan budaya dalam sistem pendidikan. Kita berharap, sekolah tidak hanya meluluskan siswa yang ahli menjawab soal ujian, tetapi juga melahirkan individu yang tahu cara menghargai sesama dan mencintai tanah airnya. Yogyakarta sekali lagi membuktikan bahwa untuk maju ke depan, kita tidak perlu melupakan apa yang ada di belakang. Karakter luhur adalah fondasi terbaik untuk membangun masa depan yang gemilang.

———— ▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎ ●●●●●●●● ▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎ ————

Oleh: Agus Susanto, SE (Wartawan Koran Merapi Yogyakarta)

Tags: FilosofiKoranmerapi.idPendidikan khas KejogjaanProvinsi DIYSangkan Paraning DumadiSekolah

Related Posts

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai
Opini

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

16 September 2026
Asrun, KY, dan Sapu Kotor
Opini

Asrun, KY, dan Sapu Kotor

11 September 2026
Kalau Alam Sudah Menegur
Opini

Kalau Alam Sudah Menegur

7 September 2026
Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu
Opini

Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu

6 September 2026
Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman
Opini

Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman

5 September 2026
Kapan Terakhir ke Pasar?
Opini

Kapan Terakhir ke Pasar?

31 Agustus 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

20 September 2026
Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

19 September 2026
Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

19 September 2026
Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

19 September 2026
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

20 September 2026
Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

19 September 2026
Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

19 September 2026
Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

19 September 2026
Gelar Doctoral Appreciation, STIPRAM Yogyakarta Kukuhkan 12 Doktor Pariwisata Baru dan Pengurus IKADAPARI

Gelar Doctoral Appreciation, STIPRAM Yogyakarta Kukuhkan 12 Doktor Pariwisata Baru dan Pengurus IKADAPARI

18 September 2026
RayaTimes Gandeng Pemkot Yogyakarta Gelar JCF, Incar Gen Z dan Gen Alpha

RayaTimes Gandeng Pemkot Yogyakarta Gelar JCF, Incar Gen Z dan Gen Alpha

18 September 2026