Senin, 20 April 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

​Pendidikan Khas Kejogjaan: Investasi Karakter di Tengah Arus Modernitas

admin by admin
8 Maret 2026
in Opini
0
0
SHARES
114
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Dunia pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta sedang bersiap menyongsong babak baru. Mulai tahun ajaran 2026/2027, Pemerintah Provinsi DIY secara resmi akan menerapkan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKK) di seluruh jenjang sekolah.

Langkah ini bukan sekadar kebijakan birokratis, melainkan sebuah pernyataan sikap budaya yang tegas. Di tengah gempuran globalisasi yang sering kali mengikis identitas lokal, Yogyakarta memilih untuk kembali ke akar, memastikan bahwa generasi mudanya tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga kokoh secara karakter.

Keputusan untuk melakukan ekspansi massal program ini tentu tidak datang dari ruang hampa. Berdasarkan evaluasi uji coba di sepuluh sekolah percontohan sejak 2024, hasil yang dicapai sangat menggembirakan. Skor rata-rata penilaian karakter siswa mencapai 4,1 dari skala 5,0. Angka ini adalah bukti nyata bahwa nilai-nilai luhur yang selama ini dianggap kuno oleh sebagian orang, ternyata masih sangat relevan dan efektif untuk membentuk perilaku positif siswa di era digital.

Salah satu kekhawatiran yang sering muncul saat ada kurikulum baru adalah beban belajar siswa. Namun, di sinilah letak kecerdasan strategi Pendidikan Khas Kejogjaan. PKK bukanlah mata pelajaran baru yang akan menambah jam pelajaran atau tumpukan buku di tas siswa. Sebaliknya, ia adalah “ruh” yang disisipkan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada. Konsep integrasi natural ini memastikan bahwa nilai-nilai budaya menjadi napas dalam setiap proses belajar-mengajar.

​Bayangkan ketika seorang siswa mempelajari Pendidikan Agama atau Bahasa Jawa, mereka juga diajak mendalami filosofi Sangkan Paraning Dumadi. Filosofi ini mengajarkan tentang asal-usul dan tujuan penciptaan manusia, yang secara otomatis membangun rasa tanggung jawab spiritual dan sosial. Begitu pula dalam pelajaran IPS atau Bahasa Indonesia, wacana khas Jogja dapat digunakan sebagai media untuk mengasah empati, tata krama, dan gotong royong. Ini adalah model pembelajaran yang tidak membebani otak, tetapi mengisi hati.

​Keberhasilan program ini ke depannya akan sangat bergantung pada kesiapan para pendidik. Guru bukan lagi sekadar penyampai materi pelajaran, melainkan mentor budaya. Oleh karena itu, langkah Dewan Pendidikan DIY untuk terus melakukan bimbingan teknis dan menyiapkan buku panduan yang matang adalah langkah krusial. Materi budaya tidak boleh disampaikan secara kaku; ia harus hidup dalam interaksi sehari-hari di kelas. Guru harus menjadi contoh nyata dari nilai-nilai andhap asor (rendah hati) dan tepa slira (tenggang rasa) yang mereka ajarkan.

​Secara filosofis, Pendidikan Khas Kejogjaan adalah upaya “memanusiakan manusia”. Di saat dunia kerja saat ini lebih menghargai soft skills dan kecerdasan emosional, DIY justru sudah memiliki modal sosial yang kuat melalui budayanya. Mengintegrasikan nilai Jogja ke sekolah berarti kita sedang menyiapkan pemimpin masa depan yang memiliki standar moral yang tinggi. Mereka mungkin akan bekerja di perusahaan multinasional atau menjadi ilmuwan dunia, namun nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan, dan kerukunan khas Yogyakarta akan tetap menjadi kompas hidup mereka.

​Sebagai penutup, penerapan Pendidikan Khas Kejogjaan secara menyeluruh adalah langkah berani yang patut diapresiasi. Ini adalah bentuk kedaulatan budaya dalam sistem pendidikan. Kita berharap, sekolah tidak hanya meluluskan siswa yang ahli menjawab soal ujian, tetapi juga melahirkan individu yang tahu cara menghargai sesama dan mencintai tanah airnya. Yogyakarta sekali lagi membuktikan bahwa untuk maju ke depan, kita tidak perlu melupakan apa yang ada di belakang. Karakter luhur adalah fondasi terbaik untuk membangun masa depan yang gemilang.

———— ▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎ ●●●●●●●● ▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎ ————

Oleh: Agus Susanto, SE (Wartawan Koran Merapi Yogyakarta)

Tags: FilosofiKoranmerapi.idPendidikan khas KejogjaanProvinsi DIYSangkan Paraning DumadiSekolah

Related Posts

Hari Kemenangan atau Sekadar Tradisi? Saatnya Idulfitri Menjadi Titik Balik yang Sesungguhnya
Opini

Hari Kemenangan atau Sekadar Tradisi? Saatnya Idulfitri Menjadi Titik Balik yang Sesungguhnya

20 Maret 2026
Kemenangan untuk Memulihkan Keberanian
Opini

Kemenangan untuk Memulihkan Keberanian

20 Maret 2026
Ramadhan dan Kondisi Pers Kita
Opini

Ramadhan dan Kondisi Pers Kita

16 Maret 2026
Mengapa Meminta Maaf ?
Opini

Bagaimana Puasanya Kawan?

28 Februari 2026
Mengapa Meminta Maaf ?
Opini

Mengapa Meminta Maaf ?

22 Februari 2026
Ramadhan dan Pers Kita
Opini

Ramadhan dan Pers Kita

17 Februari 2026

Stay Connected

    • Trending
    • Comments
    • Latest
    Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

    Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

    15 Maret 2025
    Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

    Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

    15 Maret 2025
    Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

    Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

    18 April 2024
    Riwayat Singkat Prof. Dr. Ir. Hj. Dwiyati Pujimulyani, M.P. Terkait Kunir Putih.

    Riwayat Singkat Prof. Dr. Ir. Hj. Dwiyati Pujimulyani, M.P. Terkait Kunir Putih.

    2 Juli 2024
    Gotong Royong dan Rasa Memiliki Jadi Kunci Kemajuan Padukuhan Mrican, Begini Penjelasan Dukuh Sumarji

    Gotong Royong dan Rasa Memiliki Jadi Kunci Kemajuan Padukuhan Mrican, Begini Penjelasan Dukuh Sumarji

    0
    Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

    Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

    0
    Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

    Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

    0
    Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

    Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

    0
    Gotong Royong dan Rasa Memiliki Jadi Kunci Kemajuan Padukuhan Mrican, Begini Penjelasan Dukuh Sumarji

    Gotong Royong dan Rasa Memiliki Jadi Kunci Kemajuan Padukuhan Mrican, Begini Penjelasan Dukuh Sumarji

    19 April 2026
    BMT Nasional 2026: Transformasi Digital dan Sinergi Baru demi Kemandirian Ekonomi Umat

    BMT Nasional 2026: Transformasi Digital dan Sinergi Baru demi Kemandirian Ekonomi Umat

    19 April 2026
    Soliditas Terjaga, RAT Inkopsyah BMT Tetapkan Arah Strategis Baru di Yogyakarta

    Soliditas Terjaga, RAT Inkopsyah BMT Tetapkan Arah Strategis Baru di Yogyakarta

    19 April 2026
    Ketua Umum DePA-RI Terkait Kasus Pelecehan Seksual Di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI): Jadikan Kampus Sebagai Ruang yang Aman dan Inkusif

    Ketua Umum DePA-RI Terkait Kasus Pelecehan Seksual Di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI): Jadikan Kampus Sebagai Ruang yang Aman dan Inkusif

    19 April 2026
    Gotong Royong dan Rasa Memiliki Jadi Kunci Kemajuan Padukuhan Mrican, Begini Penjelasan Dukuh Sumarji

    Gotong Royong dan Rasa Memiliki Jadi Kunci Kemajuan Padukuhan Mrican, Begini Penjelasan Dukuh Sumarji

    19 April 2026
    BMT Nasional 2026: Transformasi Digital dan Sinergi Baru demi Kemandirian Ekonomi Umat

    BMT Nasional 2026: Transformasi Digital dan Sinergi Baru demi Kemandirian Ekonomi Umat

    19 April 2026
    Soliditas Terjaga, RAT Inkopsyah BMT Tetapkan Arah Strategis Baru di Yogyakarta

    Soliditas Terjaga, RAT Inkopsyah BMT Tetapkan Arah Strategis Baru di Yogyakarta

    19 April 2026
    Ketua Umum DePA-RI Terkait Kasus Pelecehan Seksual Di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI): Jadikan Kampus Sebagai Ruang yang Aman dan Inkusif

    Ketua Umum DePA-RI Terkait Kasus Pelecehan Seksual Di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI): Jadikan Kampus Sebagai Ruang yang Aman dan Inkusif

    19 April 2026
    Kongres BMT Indonesia Hasilkan Pengurus Baru: Kokohkan Peran APEX dan Dorong Ekonomi Umat dari Desa

    Kongres BMT Indonesia Hasilkan Pengurus Baru: Kokohkan Peran APEX dan Dorong Ekonomi Umat dari Desa

    19 April 2026
    Transformasi BMT 2026: Membangun Ekosistem Ekonomi Umat yang Mandiri dan Berkelanjutan

    Transformasi BMT 2026: Membangun Ekosistem Ekonomi Umat yang Mandiri dan Berkelanjutan

    19 April 2026
    Koran Merapi

    PT Merapi Media Utama
    Jl Gambiran No 45 Yogyakarta 55163

    0812 2712 7251
    harianmerapi@gmail.com

    Topik Berita

    • Bedah buku
    • Budaya
    • Cerpen
    • Ekbis
    • Hukum
    • Kearifan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lain-lain
    • Lelang
    • Lifestyle
    • News
    • Olahraga
    • Opini
    • Pendidikan
    • Profil
    • Wisata

    Berita Terbaru

    Gotong Royong dan Rasa Memiliki Jadi Kunci Kemajuan Padukuhan Mrican, Begini Penjelasan Dukuh Sumarji

    Gotong Royong dan Rasa Memiliki Jadi Kunci Kemajuan Padukuhan Mrican, Begini Penjelasan Dukuh Sumarji

    19 April 2026
    BMT Nasional 2026: Transformasi Digital dan Sinergi Baru demi Kemandirian Ekonomi Umat

    BMT Nasional 2026: Transformasi Digital dan Sinergi Baru demi Kemandirian Ekonomi Umat

    19 April 2026
    • Aturan Pengguna
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber

    © 2024 Koran Merapi. All Right Reserved.

    No Result
    View All Result
    • Aturan Pengguna
    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pasang Iklan
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    © 2024 Koran Merapi. All Right Reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    error code: 522