Minggu, 5 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

10 Muharram: Meja Cinta, Pelukan Iman (Ketika Mayoran, Yatim, dan Janda Bertemu dalam Cahaya Asyura)

Oleh: Yuliantoro

admin by admin
6 Juli 2025
in Opini
0
0
SHARES
67
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Sore itu langit cerah, meski matahari mulai condong ke barat. Di pelataran mushalla kecil sebuah kampung di pinggiran kota, asap wangi masakan mengepul dari dapur-dapur warga. Perempuan tua, ibu muda, hingga remaja lelaki tampak sibuk mengaduk kuali, menata nasi, dan menyisipkan lauk terbaik ke dalam dus makanan.

Ini bukan hajatan. Ini juga bukan hari raya. Tapi ada suasana yang berbeda—khidmat, hangat, dan haru. Hari itu adalah 10 Muharram, Hari Asyura. Sebuah tanggal istimewa dalam kalender Islam yang menyimpan jejak sejarah, keutamaan ibadah, dan pelajaran kasih sayang. Di hari ini, warga kampung sepakat menggelar mayoran untuk keluarga, dan menyantuni anak yatim dan janda dengan cinta yang tak sekadar ritual.

Tradisi mayoran, menyediakan makanan berlimpah untuk keluarga, telah lama hidup dalam masyarakat Muslim di Indonesia. Ternyata, jejaknya bukan hanya budaya, tetapi berpijak kuat pada sunnah Rasulullah ﷺ.
“Barang siapa yang meluaskan (nafkah) kepada keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah akan meluaskan rezekinya sepanjang tahun.” (HR. Al-Baihaqi dari Abu Sa’id Al-Khudri).

Hadis ini memang tidak seterkenal puasa Asyura, tetapi diamalkan luas oleh para ulama salaf. Sufyan bin ‘Uyainah, seorang ulama besar tabi’in, pernah berkata:
“Kami telah mencobanya selama 50 tahun, dan kami mendapatkan (kebenarannya).”
Mayoran bukan sekadar memasak banyak. Ia adalah bahasa cinta yang dihidangkan kepada istri, anak-anak, dan tetangga. Ia adalah doa yang disajikan dalam bentuk lauk dan nasi. Di hari Asyura, mayoran menjadi laku syukur, dan janji Allah: “Diluaskan rezeki sepanjang tahun.”

Namun cinta keluarga saja tak cukup. Hari Asyura bukan hanya hari memberi pada yang dekat, tapi juga pada mereka yang kehilangan: anak-anak yatim dan janda-janda yang hidup tanpa sandaran.
Di antara tumpukan nasi kotak, terselip bingkisan kecil untuk anak-anak yatim. Wajah-wajah mereka menyala saat menerima hadiah. Ada yang menerima alat tulis baru. Ada yang memeluk tas berisi makanan. Beberapa ibu, para janda, duduk bersimpuh menerima sembako dan amplop kecil dengan air mata.

Mereka tidak meminta. Mereka hanya datang dengan harapan, dan pulang dengan pelukan. Menyantuni anak yatim adalah ajaran yang ditanamkan langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ, yang juga seorang anak yatim. Sabda beliau yang masyhur:
“Aku dan orang yang menanggung anak yatim di surga seperti ini.” (HR. Bukhari) (Beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengah).

Sedangkan dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengecam mereka yang mendustakan agama dengan satu ciri: mengabaikan anak yatim.
“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim…”
(QS. Al-Ma’un: 1–2)

Sementara untuk para janda dan perempuan dhuafa, Nabi SAW memberikan ganjaran besar:
“Orang yang mengurus janda dan orang miskin seperti mujahid di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa siang hari dan shalat malam hari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama terdahulu memahami bahwa menggabungkan dua amalan mulia di waktu mulia adalah bentuk kecerdasan spiritual. Maka pada 10 Muharram, mereka memperbanyak puasa, memberi makan keluarga, serta membagikan sedekah kepada yang papa.

Ibnu Rajab al-Hanbali, dalam Lathaif al-Ma’arif, mencatat bahwa sebagian salaf memperbanyak sedekah dan makanan di hari Asyura karena melihat berlipatnya keberkahan pada hari itu. Seperti sebuah magnet, Asyura menarik amal-amal baik dan mengalirkannya menjadi pahala tak terhingga.

Sebuah keluarga muda di Yogyakarta tahun ini mengajak ketiga anaknya memasak makanan untuk dibagikan ke panti asuhan. “Kami ingin anak-anak tahu bahwa makanan tidak hanya untuk perut sendiri,” kata sang ibu. “Kami ingin mereka tahu bahwa memberi adalah cara bersyukur.”

Dan pelajaran itu menempel lebih kuat dari nasihat lisan. Karena ketika tangan anak-anak itu menyodorkan nasi kotak kepada anak yatim, dan melihat senyum merekah, mereka sedang belajar tentang cinta yang menjelma dalam tindakan.
Seorang janda berusia 60 tahun menerima santunan dan berkata lirih, “Sudah lama saya tak merasa dianggap. Hari ini, saya seperti kembali punya keluarga.”

Bagi sebagian Muslim, Asyura diingat sebagai hari kesedihan karena gugurnya cucu Nabi, Sayyidina Husain, di Karbala. Tapi sejarah itu tidak berakhir dalam duka. Ia menjadi api moral, yang menyala menjadi pengorbanan, keberanian, dan cinta tak bersyarat.

Di negeri kita, api itu menyala dalam bentuk mayoran, santunan, dan pelukan hangat kepada mereka yang kehilangan.

Ketika 10 Muharram datang, jangan hanya dihitung sebagai tanggal. Jadikan ia panggilan cinta. Hidangkan makanan untuk keluarga. Ulurkan tangan untuk yatim. Tegakkan punggung janda yang nyaris patah.

Karena dalam setiap sendok nasi mayoran, dalam setiap doa anak yatim, dan dalam senyum janda yang dipeluk harapan—tersimpan keberkahan yang akan melapangkan hidup kita sepanjang tahun. Dan mungkin, itulah jalan kita menuju surga, bersama Rasulullah ﷺ. (***)

Tags: 10 MuharramHadisKoranmerapi.idMayoranYatim

Related Posts

Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa
Opini

Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa

21 Juni 2026
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Opini

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

10 Juni 2026
Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)
Opini

Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)

6 Juni 2026
Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua
Opini

Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua

14 Mei 2026
Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini
Opini

Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

28 April 2026
Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
Opini

Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

3 Mei 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

3 Juli 2026
Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

3 Juli 2026
Komunikasi Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Buruk, Pejabat Sering Tunjukkan Sikap Nirempati dan Egois 

Komunikasi Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Buruk, Pejabat Sering Tunjukkan Sikap Nirempati dan Egois 

2 Juli 2026
Mengasah Lidah Bocah Kadipaten: Membuka Gerbang Dunia Lewat ‘Wis Kawentar’

Mengasah Lidah Bocah Kadipaten: Membuka Gerbang Dunia Lewat ‘Wis Kawentar’

2 Juli 2026
Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

3 Juli 2026
Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

3 Juli 2026
Komunikasi Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Buruk, Pejabat Sering Tunjukkan Sikap Nirempati dan Egois 

Komunikasi Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Buruk, Pejabat Sering Tunjukkan Sikap Nirempati dan Egois 

2 Juli 2026
Mengasah Lidah Bocah Kadipaten: Membuka Gerbang Dunia Lewat ‘Wis Kawentar’

Mengasah Lidah Bocah Kadipaten: Membuka Gerbang Dunia Lewat ‘Wis Kawentar’

2 Juli 2026
Inovasi Ketahanan Pangan: Lazismu DIY Gandeng Pengalengan Gudeg Bu Lies Olah Daging Kurban Jadi Tongseng hingga Semur

Inovasi Ketahanan Pangan: Lazismu DIY Gandeng Pengalengan Gudeg Bu Lies Olah Daging Kurban Jadi Tongseng hingga Semur

30 Juni 2026
AMKI di Tahun Pertama: Menantang Arus Besar Perubahan Industri Media

AMKI di Tahun Pertama: Menantang Arus Besar Perubahan Industri Media

29 Juni 2026