Kamis, 5 November 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Ekbis

Kongres Persatuan PWI: Jalan Moral dan Hukum atau Jalan KEBLINGER?

Oleh: Hendra J Kede, S.H., M.H., GRCE Pemerhati Governance, Risk, and Compliance (GRC)

admin by admin
23 Agustus 2025
in Ekbis, Opini
0
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Disclaimer: Tulisan ini murni analisis berbasis governance, risk, compliance (GRC), bukan sekadar opini moral pribadi.

Hendry Ch Bangun adalah Ketua Umum PWI periode 2023-2028 yang sah sebagai produk Kongres PWI XXV yang juga sah di Bandung tahun 2023. Punya legitimasi sangat kuat dari sisi hukum maupun moral.

Kemudian kepemimpinannya digoyang dengan berbagai isu dan dengan berbagai cara. Serangan masif melalui jaringan media dengan narasi tak sesuai fakta. Bahkan sampai menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) yang cacat formil maupun materiil.

Mulai dengan menyebarkan isu seolah-olah ada dana CSR Forum Humas BUMN masuk ke PWI, padahal yang benar adalah dana sponsorship.

Menyebarkan  isu seolah adanya korupsi, padahal sudah terbantah oleh hasil audit keuangan profesional, maupun proses hukum di Aparat Penegak Hukum (APH) kepolisian dengan terbitnya SP2Lid Nomor: B/1609/VI/RES.1.11/2025/Direskrimum tanggal 25 Juni 2025 oleh Polda Metro Jaya.

Menyebarkan isu seolah konflik dana Forum Humas BUMN belum ada penyelesaian final, padahal sudah ada konferensi pers hasil Pleno Diperluas oleh kedua belah pihak (Hendry Ch Bangun, Agus Sudibyo, Sasongko Tedjo, Ilham Bintang) akhir Juni 2024.

Menyebarkan isu seolah konflik terkait dana Forum Humas BUMN masih berlanjut, padahal sebenarnya konflik merupakan konflik baru yaitu konflik ketidakpuasan pihak kena reshuffle yang sudah disahkan Kemenkumham.

Semuanya itu…. berawal dari Surat Keputusan Dewan Kehormatan PWI yang ditandatangani Sasongko Tedjo dan Nurcholis yang mengaku sebagai Ketua dan Sekretaris DK PWI yang memberhentikan Hendry Ch Bangun sebagai Anggota PWI.

Namun kemudian hari kepolisian menaikkan status Laporan Polisi atas terbitnya Surat Keputusan tersebut sebagai Pemalsuan Surat DK PWI ke tahap penyidikan karena telah ditemukan adanya unsur pidana pada tahap penyelidikan dengan terbitnya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) Polres Metro Jakarta Pusat tanggal 17 Maret 2025.

Itulah hulu semua konflik PWI itu. Dan hulu fitnah kepada Hendry Ch Bangun. Salah satu hilirnya adalah pelaksanaan KLB oleh segelintir tokoh-tokohnya dan pelaksanaan Kongres Persatuan sebagai bentuk jiwa besar Hendry Ch Bangun.

Konsep Tata Kelola Organisasi yang baik mengajarkan kita semua bahwa cacat di hulu (proses awal) secara otomatis melemahkan legitimasi di hilir, baik legitimasi hukum apalagi legitimasi moral, baik legitimasi proses organisasinya maupun legitimasi para tokoh-tokohnya.

Mempertahankan cacat pada tata kelola tentu merupakan bom waktu risiko yang dapat meledak sewaktu-waktu, apalah lagi itu merupakan bentuk ketidakpatuhan nyata terhadap hukum umum dan hukum organisasi.

Dan jangan lupa, sebagai wartawan, bukankah fitnah dan manipulasi narasi media di hulu adalah pengkhianatan moral terhadap etika jurnalistik??

Jika hulunya sudah ditemukan unsur pidananya, maka dimana kekuatan hukum hilirnya dapat menyandang status sebagai sebuah kebenaran hukum?

Jika hulunya adalah fitnah, maka dimana kekuatan moral tokoh-tokoh hilirnya untuk memimpin PWI kedepan dan membawa semangat moral PWI sebagai kekuatan demokrasi ke empat di Indonesia, apalah lagi jika tokohnya itu adalah termasuk yang menjadi Anggota DK pada saat Keputusan hulu sumber kekeruhan itu terbit?

Jika konflik di hulu itu sudah jernih dan terang benderang, bukankah secara hukum dan moral, kejernihan hulu itulah yang harus dikuatkan kembali legitimasinya oleh Kongres Persatuan akhir Agustus 2025 mendatang?

Dan bukannya malah memberi ruang kepada siapapun yang merupakan bagian dari pembuat keruh di hulu itu untuk tampil memimpin PWI?

Mau ditarok dimana moralitas PWI sebagai pilar keempat demokrasi dalam pentas sejarah pers Indonesia kalau begitu?

Jika kekeruhan itu yang tetap dipelihara dan dimenangkan, bukankah itulah apa yang disebut Bung Karno dengan istilah KEBLINGER?

Semoga nurani, hukum, dan akal sehat tetap menjadi pedoman seluruh insan pers anggota PWI beserta jajaran pengurusnya di semua tingkatan, khususnya dalam menghadapi Kongres Persatuan.

Penutup

Kongres Persatuan bukan sekadar forum memilih ketua umum. Ia adalah ujian sejarah, apakah PWI memilih jalan kejernihan moral dan hukum, atau terjebak dalam kehausan kuasa yang oleh Bung Karno disebut KEBLINGER. (*)

Tags: Forum Humas BUMNHendry Ch BangunKEBLINGERKoranmerapi.idPWI

Related Posts

Luthfi Yazid: Usut Tuntas Dugaan Skandal Penyadapan, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
Opini

Luthfi Yazid: Usut Tuntas Dugaan Skandal Penyadapan, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!

4 November 2026
Saatnya Memperingati Hari Santri Nasional
Opini

Saatnya Memperingati Hari Santri Nasional

22 Oktober 2026
Rapor Pemerintahan Prabowo–Gibran: MBG Meluas, Tata Kelola Dipertanyakan, Pendidikan Terdesak dalam Paradoks Pembangunan SDM
Opini

Rapor Pemerintahan Prabowo–Gibran: MBG Meluas, Tata Kelola Dipertanyakan, Pendidikan Terdesak dalam Paradoks Pembangunan SDM

22 Oktober 2026
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Antara Ambisi Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat, dan Ujian Demokrasi 
Opini

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Antara Ambisi Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat, dan Ujian Demokrasi 

21 Oktober 2026
Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?
Opini

Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?

7 Oktober 2026
Dengan Olahraga Kita Bersatu
Opini

Dengan Olahraga Kita Bersatu

6 Oktober 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

5 November 2026
Jagongan Wagen Episode 157: Kipa-ku Gagalai

Jagongan Wagen Episode 157: Kipa-ku Gagalai

5 November 2026
Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Terbaik Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Digital

Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Terbaik Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Digital

5 November 2026
Pemerintah Agar Tetap Memikirkan Nasib Rakyat

Pemerintah Agar Tetap Memikirkan Nasib Rakyat

5 November 2026
Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

5 November 2026
Jagongan Wagen Episode 157: Kipa-ku Gagalai

Jagongan Wagen Episode 157: Kipa-ku Gagalai

5 November 2026
Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Terbaik Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Digital

Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Terbaik Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Digital

5 November 2026
Pemerintah Agar Tetap Memikirkan Nasib Rakyat

Pemerintah Agar Tetap Memikirkan Nasib Rakyat

5 November 2026
Kementerian Kebudayaan Gelar Lomba Karya Jurnalistik Syekh Yusuf Al-Makassari, PWI Ajak Wartawan Seluruh Indonesia Berpartisipasi

Kementerian Kebudayaan Gelar Lomba Karya Jurnalistik Syekh Yusuf Al-Makassari, PWI Ajak Wartawan Seluruh Indonesia Berpartisipasi

4 November 2026
Dosen Senior FISIP UI Tekankan Urgensi RUU Anti-Spionase Asing demi Kedaulatan Nasional

Dosen Senior FISIP UI Tekankan Urgensi RUU Anti-Spionase Asing demi Kedaulatan Nasional

4 November 2026