KORAN MERAPI – Dalam menghadapi era digital yang dinamis dan penuh disrupsi, khususnya di tengah dominasi generasi Z dalam dunia kerja dan konsumsi, Sjamhudi Consulting bersama dengan Manajemen Hotel Satya Graha Yogyakarta menggelar CEO TALK bertajuk “Strategi Bisnis Unggulan di Era Gen Z” pada Rabu (20/8/25) bertempat di Ballroom Satya Graha Hotel, Jl. Veteran No. 147, Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta yang diikuti 75 peserta yang berasal dari mahasiswa, pebisnis dan umum serta dari Ikatan Wanita Pengusaha (IWAPI) DIY.
Acara ini diawali oleh Indra Suryanto dari Sjamhudi Consulting yang menekankan pentingnya kolaborasi dan kemitraan dalam menjalankan usaha di era modern. Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, serta mengajak peserta untuk membangun jejaring, berdaya bersama, dan berani melangkah melalui kolaborasi.

“Usaha tidak bisa berjalan sendiri. Mitra, teman, dan partner sangat penting. Semoga dengan pertemuan ini, kita bisa maju bersama, sukses bersama, dan berbudaya bersama,” ujar Indra dalam sambutannya.
Kesempatan di acara Ceo Talk ini dipandu oleh moderator Megi Saputra, S.H, yang melanjutkan dengan tiga sesi utama para narasumber, dimana sesi pertama mengambil judul ‘Bahaya Bisnis yang Hobi Status Quo, dengan Narasumber Agustina Rahmawati, S.E, Direktur Hotel Satya Graha Yogyakarta dan penulis buku Best Practice Manajemen Hotel Non-Bintang.
Dalam paparannya, Agustina mengajak peserta untuk memahami perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Ia menyoroti bagaimana platform global seperti Google, Facebook, YouTube, hingga TikTok berhasil menembus pasar dunia hanya dalam waktu singkat. Menurutnya, stagnasi dalam berbisnis adalah ancaman besar di era digital saat ini.
“AI, media sosial, dan teknologi genetika telah mengubah lanskap bisnis. Siapa yang tidak siap berubah akan tertinggal,” tegas Agustina.
Kemudian sesi kedua dengan judul Strategi Ampuh Bagi Gen Z untuk Masuk Dunia Kerja dengan Narasumber Hj. Rochmatun Nisa, S.E, seorang perempuan inspiratif Nova 2013 dan Pemenang Wirausaha Femina 2015 serta founder/owner Smart Kids, (lembaga outsourcing pendidikan).
Hj. Rochmatun Nisa menyoroti tantangan ekonomi global dan ketatnya persaingan di dunia kerja. Ia menyebutkan bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia saat ini harus dimanfaatkan dengan baik agar tidak menjadi bencana sosial di masa depan.
“Generasi Z harus berani menciptakan pekerjaan, bukan hanya mencari pekerjaan. Ini waktunya jadi pengusaha,” katanya.
Selanjutnya di Sesi 3, dengan tema Strategi Bisnis Mengoptimalkan Gen Z di Era VUCA, dengan narasumber: Dr. (Cand.) Arya Ariyanto, S.E, M.M, Direktur Utama Bakpia Jogkem Grup dan Ketua HIPPI DIY
Ariyanto, mengangkat konteks VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), yang menekankan pentingnya membangun manajemen yang kuat mulai dari SDM, aset, hingga pasar. Ia juga menyampaikan bahwa pelaku usaha perlu membentuk budaya berbagi, baik pekerjaan, transparansi, maupun hasil.
“Dalam bisnis, keberhasilan datang dari keberanian berbagi. Kita harus tumbuh bersama sebagai pemilik, bukan hanya pekerja,” ujarnya.

Salah satu peserta, Muhammad Rizky Kurniawan, Mahasiswa STIPRAM Yogyakarta (Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta). “Saya ikut acara CEO Talk ini karena ingin lebih memahami dunia bisnis di era sekarang. Kebetulan saya sedang merintis melanjutkan bisnis hotel orangtua dan merasa ilmu saya di bidang bisnis masih kurang, jadi saya ingin belajar lebih banyak lagi,” ujarnya.
“Sebagai bagian dari generasi Z, saya melihat tantangan terbesar saat ini adalah soal mindset. Banyak anak muda sekarang yang lebih terbiasa dengan hal instan, kurang tertarik untuk membangun bisnis dari nol. Padahal, untuk sukses itu butuh proses, butuh kerja keras, dan tentu saja butuh belajar dari para pelaku bisnis yang sudah berpengalaman seperti yang hadir di acara ini,” imbuhnya.
Acara CEO Talk ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sebagai apresiasi, setiap penanya dalam sesi diskusi mendapatkan buku “Best Practice Manajemen Hotel Non-Bintang” karya Agustina Rahmawati dan buku “Sistem Informasi Manajeman Digiital” karya Ariyanto.
Ceo talk kali ini tidak hanya memberikan wawasan bisnis, tetapi juga menjadi forum strategis membangun jejaring antara pelaku usaha, akademisi, dan generasi muda Yogyakarta. Acara ini menjadi bukti nyata pentingnya adaptasi, inovasi, dan kolaborasi lintas generasi dalam membangun ekosistem bisnis yang tangguh dan berkelanjutan. (Ags)



















