Kamis, 18 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Inilah Faktanya, Kunjungan ke Candi Borobudur Bentuk Melestarikan Warisan Dunia

admin by admin
15 Mei 2024
in News
0
0
SHARES
96
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Sebanyak 25 peserta dari ‘World Heritage Management Workshop di Situs Warisan Dunia Borobudur’ mengunjungi Situs Warisan Dunia Candi Borobudur Selasa pagi (15/5/24), yang masih dalam pembatasan bagi wisatawan untuk naik ke Candi Borobudur.

“Sesi pertama kunjungan wisatawan mulai pukul 09.00-17.00 wib, tetapi hari ini Selasa pukul 07.00 wib khusus dari peserta workshop dari Dinas Kebudayaan DIY menjadi tamu, kita memberikan waktu lebih awal agar bisa lebih lama berkunjung ke Candi Borobudur,” jelas Hari Setiawan, staf museum Warisan Dunia Candi Borobudur.

Adapun durasi kunjungan ke Candi Borobudur dibatasi, masing-masing sesi akan berlangsung selama kurang lebih satu jam.

Berbeda dengan sebelumnya, kunjungan ke Candi Borobudur juga akan didampingi oleh pemandu khusus serta menggunakan upanat atau alas kaki khusus bagi yang akan naik ke Candi Borobudur dan ini juga dilakukan oleh peserta workshop dari Dinas Kebudayaan DIY.

Hari Setiawan, staf museum dan cagar budaya unit warisan Dunia Borobudur sebagai pamong budaya ahli muda, menjelaskan secara rinci dan jelas beberapa relief-relief kepada peserta workshop, yang sangat terkesan dan takjub akan relief dan kemegahan di Candi Borobudur.

Kepada koranmerapi.id, Hari Setiawan mengatakan bahwa, untuk event kunjungan peserta workshop kali ini menyambut baik dan positif pelestarian warisan dunia.

“Peserta workshop kali ini yang mengadakan dari Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofi Dinas Kebudayaan DIY yang baru-baru ini ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Tentu warisan budaya dunia itu kita lihat dalam konteks budaya, konteks lingkungan yang bisa bermanfaat buat peserta,”ungkapnya.

“Jadi yang kita lestarikan itu selain momonumennya (Candi Borobudur), tapi juga lingkungannya. Karena itulah yang nanti bisa memberikan informasi kita mengenai kesejarahan kita dan
informasi kesejarahan sangat penting disampaikan supaya kita tidak mempunyai interpretasi yang salah terhadap sejarah kita,”imbuh Hari Setiawan.

‘Pelestarian Candi Borobudur tidak hanya pada fisik jadinya saja, tapi pada lingkungan disekitarnya. Bagaimana lingkungan itu nantinya bisa mendukung, dengan penghijauan, dengan kondisi-kondisi alam yang dipertahankan budaya-budaya tradisional yang dipertahankan. Itu nanti akan menambah nilai interpretasi situs warisan dunia Borobudur,”jelasnya.

Diakhir penjelasannya, Hari Setiawan mengucapkan terima kasih kepada peserta workshop ini. “Kesempatan untuk menyampaikan informasi berdasarkan data ilmiah dan akademis yang benar. Khusus untuk peserta, saya harapkan bisa dari kunjungan di Candi Borobudur ini nantinya bisa bermanfaat positif. Khususnya bagi pelestarian monumen cagar budaya ataupun nilai tradisional. Untuk bisa diterapkan di sumbu filosofi,”pungkas Hari.

Selanjutnya, salah satu peserta workshop kali ini Dwita Hadirahmi, dari Departemen Arsitektur dan Perencanaan Universitas Gajah Mada dan staf pengajar di arsitektur UGM.

“Tadi saya naik ke candi sampai lantai 8 Saya terakhir naik itu sudah bertahun-tahun yang lalu sebelum ada peraturan tidak boleh sembarangan naik. Pengetahuan mengenai Borobudur, sedikit sudah pernah kita punya. Tapi dengan penjelasan dari Mas Hari Setiawan itu memang semakin mengingatkan kita akan keistimewaan dari perjalanan nenek moyang kita,”kata Dwita.

“Jadi bagaimana kita mengingat kembali masa-masa lalu pada awal pembangunan dan juga bagaimana Siddhartha itu membimbing masyarakatnya untuk menuju ke jalan yang baik. Jadi saya sebagai peserta tadi menjadi semakin menghargai apa yang sudah dihasilkan oleh nenek moyang kita, dalam hal ini adalah sebuah bangunan candi sebuah warisan”jelasnya

“Candi Borobudur dan terbesar di dunia ini dimasa masa lalu yang teknologinya sudah bisa menciptakan sebuah bangunan yang begitu indah, rapi, megah sekali. Kalau kita melihat lebih dekat betapa halusnya ukiran-ukiran relief itu. Teliti, cermat, dan penuh dengan simbol-simbol kehidupan, jadi lengkaplah sudah pengetahuan yang kita dapatkan,”pungkasnya. (Ags)

Tags: Candi BorobudurDinas Kebudayaan DIYPeserta WorkshopWarisan Dunia

Related Posts

Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas
News

Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

17 Juni 2026
Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code
News

Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

17 Juni 2026
Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram
News

Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

14 Juni 2026
DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul
News

DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

12 Juni 2026
Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas
News

Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas

11 Juni 2026
Musim Wisuda Tiba: Solusi Pindah Kostan Praktis Mahasiswa Jogja Kembali ke Kampung Halaman
News

Musim Wisuda Tiba: Solusi Pindah Kostan Praktis Mahasiswa Jogja Kembali ke Kampung Halaman

10 Juni 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

17 Juni 2026
Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

17 Juni 2026
Penyelenggaraan workshop Penyusunan dan Evaluasi SOP serta Penyusunan Standar Pelayanan FISIP UPN Veteran Yogyakarta. (Foto : Dokumentasi FISIP UPN Veteran Yogyakarta)

Pimpinan FISIP UPN Veteran Yogyakarta Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan

16 Juni 2026
Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

14 Juni 2026
Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

17 Juni 2026
Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

17 Juni 2026
Penyelenggaraan workshop Penyusunan dan Evaluasi SOP serta Penyusunan Standar Pelayanan FISIP UPN Veteran Yogyakarta. (Foto : Dokumentasi FISIP UPN Veteran Yogyakarta)

Pimpinan FISIP UPN Veteran Yogyakarta Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan

16 Juni 2026
Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

14 Juni 2026
Samsung menghadirkan inovasi terbaru melalui Samsung Vision AI yang terintegrasi pada Samsung Micro RGB.

Samsung TV Micro RGB, Ketika Pengalaman Menonton Menjadi Lebih Personal di Rumah

13 Juni 2026
DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

12 Juni 2026