Rabu, 8 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

FGD Hari Purbakala Ke- 111 : Situs dan Artefak Aset Potensi Kebudayaan dan Pariwisata, Ini Hasilnya

admin by admin
16 Juni 2024
in News
0
0
SHARES
48
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Masa lalu ada situs dan artefak, ini bisa menceritakan dan menjadi daya tarik wisata yang prospek dan edukatif. Situs dan artefak patut dijaga dan dimanfaatkan sebagai penghubung untuk era sekarang dan era lalu.

Hal inilah yang digaris bawahi di Focus Grup Discussion (FGD), bertemakan ‘Optimalisasi Situs & Artefak Sebagai Aset Potensi Kebudayaan dan Pariwisata’ di Jamur Jawon Resto Jl. Wonosari Km 7 Wiyoro Banguntapan Bantul DIY, Sabtu (15/6/24) siang, yang diselenggarakan oleh kelompok pemangku budaya Yogyakarta  dalam rangka Hari Purbakala ke 111.

FGD menghadirkan tiga nara sumber: Ariyanto SE MMPar, Direktur Utama PT Jogkem Grup, Drs Heroe Poerwadi MA, seorang dosen dan Dra Ari Setyastuti MSi., seorang arkeolog.

Ariyanto, seorang pelaku wisata dan dosen Pariwisata di Yogyakarta ini mengatakan situs dan artefak memiliki potensi menjadi objek wisata yang menarik.

“Jika ini dinarasikan dengan dengan benar, situs dan artefak akan menjadi objek wisata yang diminati wisatawan. Bagi saya, apapun bisa dijadikan objek wisata,” ujarnya.

“Bencana alam saja bisa jadi objek wisata, misal Merapi dengan lava tour, lumpur Lapindo, dengan luapan lumpurnya, dan memiliki daya tarik. Sebuah tempat akan menjadi daya tarik pengunjung wisata sepanjang dinarasikan sejarahnya di masa lalu. Jadi menarik,” jelas Ariyanto.

Ia melanjutkan, objek akan memiliki daya tarik wisatawan apabila dikemas dengan baik melalui cerita sejarah. Tentunya harus dilengkapi sarana dan prasarana yang pendukung objek wisata tersebut. Seperti kebijakan birokrasi yang mudah dan memberi kelonggaran berkembangnya pariwisata.

“Pariwisata harus menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Sarana finansial penting untuk melestarikan sejarah budaya, situs warisan lokal, adat istiadat akan merangsang minat terhadap kerajinan lokal, kegiatan tradisional, lagu, tarian.” ucap Arya.

Disesi ketiga, Heroe Poerwadi pejabat Wakil Walikota Yogyakarta 2017 -2022, sangat penting menjaga dan memanfaatkan situs dan artefak sebagai penghubung masa lalu dengan masa kini.

“Contohkan, situs Candi Borobudur dan Prambanan tidak hanya menawarkan pemandangan indah. Namun akan membawa orang pada perjalanan sejarah. Situs dan artefak harus bisa menceritakan sejarah masa lalu menjadi daya tarik wisata yang edukatif. Penjajah pernah menghancurkan situs situs penting untuk melemahkan identitas bangsa.” urainya.

“Oleh karena itu, situs sejarah sangat penting agar wisatawan dapat menghargai dan memahami nilai-nilai yang diwariskan. Selain sebagai objek sejarah, situs dan artefak juga memberi nilai relevan bagi masyarakat saat ini. Artefak dapat direvitalisasi melalui kreativitas budayawan agar beradaptasi dengan  zaman modern sekarang ini,” pungkas Heroe

Selanjutnya, Ari Setyastuti seorang arkeolog, menekankan bahwa Yogya telah lama menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia, dikenal dengan kekayaan budaya dan warisan sejarahnya, yaitu mendorong pariwisata berkelanjutan dengan fokus pada kelestarian alam, budaya, partisipasi aktif masyarakat, dan kesejahteraan lokal, bukan sekadar peningkatan jumlah wisatawan.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 telah melibatkan swasta dan komunitas dalam pelestarian cagar budaya, sementara perguruan tinggi mencetak ahli di bidang kebudayaan dan pariwisata. Tantangan utama saat ini yakni menjaga keberlanjutan perubahan paradigma ini serta memasukkan penelitian arkeologis dan pelestarian cagar budaya ke dalam strategi kebudayaan nasional.

“Saya memberikan metode model pentahelix, yang melibatkan komunitas, akademisi, pebisnis, pemerintah, dan media, digunakain untuk integrasi program dan koordinasi di Yogyakarta. Ini bertujuan untuk meningkatkan manfaat ekonomi, pelestarian sumber daya alam dan budaya, serta kualitas hidup masyarakat lokal. Melalui pendekatan ini, Yogya diharapkan  dapat mencapai pariwisata berkelanjutan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak terlibat.”jelasnya. (Ags).

Tags: AriyantoFGDHeroe PoerwadiJamur Jawon RestoPurbakala

Related Posts

Harmoni Tradisi dan Syukur, Gemuruh Sedekah Laut di Pesisir Pantai Sadeng
News

Harmoni Tradisi dan Syukur, Gemuruh Sedekah Laut di Pesisir Pantai Sadeng

7 Juli 2026
Silaturahmi PWI DIY dengan Bupati Kulonprogo, Perkuat Kemitraan untuk Pers Berkualitas dan Pembangunan Daerah
News

Silaturahmi PWI DIY dengan Bupati Kulonprogo, Perkuat Kemitraan untuk Pers Berkualitas dan Pembangunan Daerah

7 Juli 2026
Festival Kethoprak Kabupaten Gunungkidul 2026 Resmi Dibuka, Mengangkat Sejarah Mataram dan Pelestarian Budaya
News

Festival Kethoprak Kabupaten Gunungkidul 2026 Resmi Dibuka, Mengangkat Sejarah Mataram dan Pelestarian Budaya

7 Juli 2026
Gandeng Hotel Se-DIY, Kirana Group dan Bahana Luncurkan Toko Oleh-Oleh Daring untuk Angkat UMKM Lokal. Ini Buktinya!
News

Gandeng Hotel Se-DIY, Kirana Group dan Bahana Luncurkan Toko Oleh-Oleh Daring untuk Angkat UMKM Lokal. Ini Buktinya!

6 Juli 2026
Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Aset Daerah, DPRD Kulon Progo Tetapkan Dua Raperda
News

Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Aset Daerah, DPRD Kulon Progo Tetapkan Dua Raperda

6 Juli 2026
Sukses Sabet Juara 1 Tingkat DIY, Kelurahan Gunungketur Siap Maju ke Regional 2 Jawa-Bali
News

Sukses Sabet Juara 1 Tingkat DIY, Kelurahan Gunungketur Siap Maju ke Regional 2 Jawa-Bali

6 Juli 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Harmoni Tradisi dan Syukur, Gemuruh Sedekah Laut di Pesisir Pantai Sadeng

Harmoni Tradisi dan Syukur, Gemuruh Sedekah Laut di Pesisir Pantai Sadeng

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Harmoni Tradisi dan Syukur, Gemuruh Sedekah Laut di Pesisir Pantai Sadeng

Harmoni Tradisi dan Syukur, Gemuruh Sedekah Laut di Pesisir Pantai Sadeng

7 Juli 2026
Silaturahmi PWI DIY dengan Bupati Kulonprogo, Perkuat Kemitraan untuk Pers Berkualitas dan Pembangunan Daerah

Silaturahmi PWI DIY dengan Bupati Kulonprogo, Perkuat Kemitraan untuk Pers Berkualitas dan Pembangunan Daerah

7 Juli 2026
Festival Kethoprak Kabupaten Gunungkidul 2026 Resmi Dibuka, Mengangkat Sejarah Mataram dan Pelestarian Budaya

Festival Kethoprak Kabupaten Gunungkidul 2026 Resmi Dibuka, Mengangkat Sejarah Mataram dan Pelestarian Budaya

7 Juli 2026
Gandeng Hotel Se-DIY, Kirana Group dan Bahana Luncurkan Toko Oleh-Oleh Daring untuk Angkat UMKM Lokal. Ini Buktinya!

Gandeng Hotel Se-DIY, Kirana Group dan Bahana Luncurkan Toko Oleh-Oleh Daring untuk Angkat UMKM Lokal. Ini Buktinya!

6 Juli 2026
Harmoni Tradisi dan Syukur, Gemuruh Sedekah Laut di Pesisir Pantai Sadeng

Harmoni Tradisi dan Syukur, Gemuruh Sedekah Laut di Pesisir Pantai Sadeng

7 Juli 2026
Silaturahmi PWI DIY dengan Bupati Kulonprogo, Perkuat Kemitraan untuk Pers Berkualitas dan Pembangunan Daerah

Silaturahmi PWI DIY dengan Bupati Kulonprogo, Perkuat Kemitraan untuk Pers Berkualitas dan Pembangunan Daerah

7 Juli 2026
Festival Kethoprak Kabupaten Gunungkidul 2026 Resmi Dibuka, Mengangkat Sejarah Mataram dan Pelestarian Budaya

Festival Kethoprak Kabupaten Gunungkidul 2026 Resmi Dibuka, Mengangkat Sejarah Mataram dan Pelestarian Budaya

7 Juli 2026
Gandeng Hotel Se-DIY, Kirana Group dan Bahana Luncurkan Toko Oleh-Oleh Daring untuk Angkat UMKM Lokal. Ini Buktinya!

Gandeng Hotel Se-DIY, Kirana Group dan Bahana Luncurkan Toko Oleh-Oleh Daring untuk Angkat UMKM Lokal. Ini Buktinya!

6 Juli 2026
Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Aset Daerah, DPRD Kulon Progo Tetapkan Dua Raperda

Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Aset Daerah, DPRD Kulon Progo Tetapkan Dua Raperda

6 Juli 2026
Sukses Sabet Juara 1 Tingkat DIY, Kelurahan Gunungketur Siap Maju ke Regional 2 Jawa-Bali

Sukses Sabet Juara 1 Tingkat DIY, Kelurahan Gunungketur Siap Maju ke Regional 2 Jawa-Bali

6 Juli 2026