KORAN MERAPI – Guna memperkuat ekosistem digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal, Kirana Group resmi meluncurkan platform inovatif bertajuk Toko Oleh-Oleh Daring “Bahana”. Peluncuran resmi yang membawa visi “Satu Klik untuk Bawa Pulang Citra Rasa dan Budaya Lokal” ini diselenggarakan dengan menjalin kolaborasi strategis bersama jaringan hotel di wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.
Agenda peluncuran tersebut dilaksanakan di Edotel Kenari Yogyakarta Official, Jl. Kenari No. 4, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada Senin (6/7/2026).
Langkah sinergis ini diharapkan mampu menjembatani para wisatawan yang menginap di Yogyakarta agar dapat mengakses produk-produk unggulan UMKM secara praktis, cepat, dan aman langsung dari genggaman ponsel mereka.
Acara ini dihadiri oleh pemangku kepentingan utama dalam industri pariwisata dan perhotelan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tampak hadir dalam barisan undangan jajaran General Manager (GM) Hotel dari Kota Yogyakarta dan Sleman, perwakilan pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), serta para pelaku industri kreatif dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Tetra Budiarto selaku Direktur Bahana UMKM Bergerak Sejahtera menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam mendukung pemasaran produk-produk lokal di sektor pariwisata.
“Kehadiran platform Bahana ini merupakan wujud nyata kolaborasi multi-sektor untuk memajukan UMKM bergerak agar naik kelas. Melalui jaringan toko oleh-oleh daring ini, para tamu hotel di Yogyakarta dan Sleman kini dapat dengan sangat mudah membeli oleh-oleh khas lokal dalam satu klik, tanpa harus keluar dari kenyamanan fasilitas penginapan. Ini adalah langkah konkret menyatukan potensi pariwisata dengan keunggulan produk lokal,” ujar Tetra Budiarto.
Melalui kemitraan ini dan tamu yang hadir langsung praktek menggunakan aplikasi ini, kemudian hotel-hotel di Yogyakarta dan Sleman akan menyediakan akses langsung ke platform digital Bahana, yang di dalamnya menyuguhkan aneka ragam produk UMKM yang telah terkurasi dengan baik, mulai dari kuliner tradisional, produk abon ayam berkualitas tinggi, sambal khas nusantara, hingga kerajinan budaya lokal. Wisatawan cukup memindai kode atau mengakses tautan khusus untuk memesan, dan produk pilihan akan langsung diproses serta dikirimkan ke hotel tempat mereka menginap atau langsung ke alamat asal.
Pihak PHRI dan ASITA yang hadir memberikan apresiasi tinggi dan menyambut positif inovasi ini. Sinergi antara akomodasi pariwisata dan toko daring oleh-oleh dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi pelayanan hotel, sekaligus menggerakkan roda perekonomian berbasis kemasyarakatan secara lebih merata di Yogyakarta. (Ags)




















