Kamis, 15 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Produk Olahan Abon ‘Daun Emas’, Ini Variannya

admin by admin
15 Februari 2024
in News
0
0
SHARES
135
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Bisnis dapat dimulai dari kegemaran yang dimiliki pelaku usaha dan kondisi lingkungan akan berpengaruh dalam menentukan produknya.

Salah satu pelaku bisnis ini yaitu Anis Riyati Primastuti, pelaku UMKM berasal dari Meredan Sendangtirto Berbah Sleman Yogyakarta, dan sukses bisnis olahan abon aneka varian rasa semenjak tahun 2012 lalu.

Anis menyampaikan bahwa terdapat banyak hal yang melatarbelakanginya awal bisnis olahan abon ini, salah satunya adalah suka produk abon.

‘Awal mula, saya suka abon dan melihat diwilayah saya ada peluang pasar akan lauk yang praktis dan cepat saji, para ibu yang bekerja hanya ada waktu minim memasak tetapi tetap ingin memberikan lauk yang sehat bagi keluarga. Lalu anak kos yang suka lauk yang simpel, enak dan praktis,” ujarnya kepada Koran Merapi, Kamis (15/2/24).

“Selanjutnya, di sekitar lingkungan saya itu banyak buah kluwih dan jantung pisang, saya lihat itu potensi dijadikan inovasi produk olahan abon. Potensi tenaga kerja yang ada, terutama ibu rumah tangga yang terkendala usia dan ingin menambah pendapatan keluarga,” imbuhnya.

Produk olahan abon miliknya ini tersedia dalam berbagai varian rasa, ada abon jantung pisang, abon sapi, abon nabati, abon jamur tiram dan abon ayam dengan merek Daun Emas.

Abon Daun Emas dikonsumsi untuk umum, mulai dari anak-anak usia balita hingga ke dewasa.

Abon untuk Vegetarian adalah salah satu keunggulan abon milik Anis dan tersedia aneka varian abon nabati dari bahan utama buah Kluwih yang dikonsumsi oleh para vegetarian.

Bisnis ini dirintis tahun 2012, modal awal Anis hanya Rp 5 juta untuk membuat abon sapi dan ayam dengan konsep home industry.

Tidak hanya secara offline, Anis juga memasarkan produknya secara online dan juga sudah di marketplace dan sudah sering mengirim abonnya ke luar negeri, seperti ke Singapura, Malaysia dan Jepang. Total omzet yang diperolehnya lebih dari Rp 1 miliar per tahunnya.

“Kedepannya saya dapat memberi kesempatan bagi orang lain yang ingin menjadi reseller dan distributor produk abon Daun Emas ini, dan menjadi perusahaan UMKM ke pasar global serta turut terbuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Anis. (Ags)

Tags: abonkulinerUmkm

Related Posts

Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan
News

Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

15 Oktober 2026
FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi
News

FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

15 Oktober 2026
DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!
News

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!

15 Oktober 2026
Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting
News

Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting

14 Oktober 2026
Arah Baru Pembangunan Gunungkidul, Sri Sultan HB X Tekankan Penguatan Sektor Pertanian dan UMKM
News

Arah Baru Pembangunan Gunungkidul, Sri Sultan HB X Tekankan Penguatan Sektor Pertanian dan UMKM

14 Oktober 2026
Perkuat Budaya Belajar Anak, Pemkot Yogyakarta Gelar Sosialisasi Jam Belajar Masyarakat (JBM)
News

Perkuat Budaya Belajar Anak, Pemkot Yogyakarta Gelar Sosialisasi Jam Belajar Masyarakat (JBM)

14 Oktober 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

15 Oktober 2026
FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

15 Oktober 2026
DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!

15 Oktober 2026
Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting

Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting

14 Oktober 2026
Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

15 Oktober 2026
FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

15 Oktober 2026
DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!

15 Oktober 2026
Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting

Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting

14 Oktober 2026
Arah Baru Pembangunan Gunungkidul, Sri Sultan HB X Tekankan Penguatan Sektor Pertanian dan UMKM

Arah Baru Pembangunan Gunungkidul, Sri Sultan HB X Tekankan Penguatan Sektor Pertanian dan UMKM

14 Oktober 2026
Perkuat Budaya Belajar Anak, Pemkot Yogyakarta Gelar Sosialisasi Jam Belajar Masyarakat (JBM)

Perkuat Budaya Belajar Anak, Pemkot Yogyakarta Gelar Sosialisasi Jam Belajar Masyarakat (JBM)

14 Oktober 2026