KORAN MERAPI – Pemerintah Kota Yogyakarta resmi membuka Pasar Minggu Taman Budaya Embung Giwangan pada Minggu pagi (27/7/25), bertempat di Jalan Tegalturi No. 43, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta. Agenda ini diikuti oleh 30 stand UMKM lokal yang menawarkan beragam produk kuliner dan kerajinan. Pasar Minggu ini akan menjadi agenda rutin yang digelar setiap hari Minggu pagi, dengan menyasar pengunjung yang berolahraga di kawasan Embung Giwangan.
Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pertunjukan seni budaya, yang menjadi pembuka suasana penuh semangat dan kebersamaan. Masyarakat tampak antusias memadati area embung untuk berolahraga sekaligus berbelanja produk-produk lokal unggulan.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang hadir didampingi oleh Wakil Wali Kota Wawan Harmawan, dalam wawancara dengan awak media mengatakan bahwa pembukaan pasar ini merupakan langkah awal dari program “Sunday Morning” yang dirancang untuk mendorong aktivitas ekonomi kreatif di ruang publik.
“Kita ingin memanfaatkan kawasan seperti Embung Giwangan ini untuk menumbuhkan perekonomian rakyat. Kalau berhasil dan antusiasmenya tinggi, pasar bisa diperluas ke hari Sabtu, bahkan mungkin ke pasar malam. Yang penting, UMKM jalan dan masyarakat sejahtera,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari optimalisasi pengelolaan Taman Budaya Embung Giwangan.
“Pasar Minggu ini bukan hanya soal aktivitas ekonomi, tapi juga ruang pertemuan warga, komunitas, olahraga, serta ekspresi seni budaya. Ini ruang hidup masyarakat,” katanya.
Sedangkan Sudaryanto, Ketua FORKOM UMKM Kelurahan Giwangan yang mengoordinir pelaksanaan kegiatan, menyampaikan apresiasi atas dukungan warga dan pemerintah.

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Kami berharap partisipasi pembeli dan pelaku UMKM terus meningkat ke depan,” katanya.
Salah satu pelaku UMKM, Sudarmiyati, warga RT 16/RW 6 Giwangan, mengatakan bahwa produk Mie Lethek buatannya ludes diserbu pembeli.
“Baru pertama ikut, ternyata banyak yang suka. Laris, habis semua mie letheknya,” ucapnya dengan semangat.
Dalam pembukaan ini juga dibagikan doorprize berupa 3 buah sepeda, dua dari Bank BPD DIY dan satu dari Wali Kota serta Wakil Wali Kota Yogyakarta. Sepeda dapat diambil di Kantor Wali Kota pada hari Rabu mendatang. Salah satu pemenang doorprize, Rahayu Purwanti, warga Tegalgendu RT 54/RW 11 Terban, menyampaikan rasa syukurnya.
Ditempat yang sama, Ketua LPMK Giwangan, Slamet Haryanta, di sela kegiatan juga mengusulkan perlunya perumusan regulasi ringan untuk mendukung alih fungsi lahan secara terarah guna menjadikan area ini sebagai KAES (Kawasan Ekonomi Masyarakat).

“Kalau kawasan ini difungsikan secara maksimal, maka warga di kelurahan Pandean, Sorosutan, hingga Giwangan bisa merasakan dampaknya secara langsung dalam aspek ekonomi dan kesejahteraan,” jelasnya.
Dengan semangat kolaborasi antarwarga, pemerintah, dan komunitas, Pasar Minggu Embung Giwangan diharapkan menjadi ruang baru yang hidup, bermanfaat, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Yogyakarta. (Ags)



















