KORAN MERAPI — Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, lurah, dan perwakilan kelurahan se-Kota Yogyakarta menghadiri acara “Bincang Bisnis UMKM” bertajuk Strategi Bisnis UMKM Melejit di Era Ekonomi Sulit. Acara ini diselenggarakan pada Selasa, 19 Agustus 2025 bertempat di Aula Kantor Kelurahan Rejowinangun, Jl. Nyi Adi Sari No.754, Kotagede, Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks, serta mempererat sinergi antara pelaku usaha, pemerintah kalurahan, dan sektor swasta.
Mengawali kegiatan ini, Lurah Rejowinangun, Handani Bagus Setyarso, NL.P, membuka acara dengan penuh semangat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran para pelaku usaha serta para lurah yang hadir, sembari menekankan pentingnya terus mengembangkan kapasitas sumber daya dan wawasan para pelaku UMKM.
“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dan sinergi berbagai pihak dalam mendukung UMKM agar mampu bertahan dan berkembang, bahkan di tengah ekonomi yang sulit. Harapan kami, kegiatan semacam ini bisa rutin dilakukan dan menjadi sarana menumbuhkan semangat berwirausaha di masyarakat,” ujar Lurah Handani.

(Foto: Agus Susanto)
Ketua PHRI DIY, Dedy Pranowo Eryono, juga turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan dukungan PHRI terhadap pengembangan UMKM lokal, serta komitmen asosiasi dalam membangun kemitraan dengan pelaku usaha mikro di sekitar hotel dan restoran di Yogyakarta.
“Kami ingin menciptakan kolaborasi nyata antara sektor pariwisata dan UMKM lokal. Ini bukan sekadar wacana, tetapi sudah dimulai dengan MoU antara PHRI dan pemerintah daerah,” jelas Dedy.
Dari pihak Sjamhudi Consulting, Megi Saputra, S.H. menegaskan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Pihaknya berkomitmen memberikan dukungan melalui konsultasi bisnis yang profesional untuk membantu UMKM tumbuh secara berkelanjutan.
Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh tiga narasumber kompeten dari berbagai bidang. Narasumber pertama Agustina Rahmawati, S.E., Direktur Hotel Satya Graha dan penulis buku Best Practice Manajemen Hotel Non-Bintang, memaparkan studi kasus keberhasilan Desa Wisata Ponggok, Klaten. Ia mengulas bagaimana inovasi dan kolaborasi bisa mendorong desa menjadi motor ekonomi lokal yang mandiri, bahkan hingga mampu memberikan subsidi kepada setiap RT dari hasil usahanya.
Kemudian narasumber kedua, Gathut Satrio Winahyu, MCH., CHt., M.NLP – Menyampaikan potret tantangan utama UMKM di desa seperti keterbatasan keterampilan, akses pasar, dan mindset bertahan. Ia menekankan peran pemerintah desa sebagai fasilitator, katalisator, dan role model dalam memberdayakan UMKM.

Sedangkan narasumber terakhir yaitu Charisah Linawati, S.Psi. dari BPRS Dana Hidayatullah, menjelaskan pentingnya kredibilitas dalam dunia perbankan syariah. Ia mengenalkan prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Condition, Collateral) dalam proses pengajuan pembiayaan, serta pentingnya usaha yang mendukung kemajuan ekonomi masyarakat secara etis dan syariah.
Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Banyak pertanyaan dan pengalaman dibagikan dalam suasana yang hangat dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat gotong royong dalam membangkitkan ekonomi lokal berbasis masyarakat. (Ags)




















