KORAN MERAPI – Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar Code Fest #1 sebagai bagian dari peringatan HUT ke-269 Kota Yogyakarta. Mengusung tema “Memancing Sampah, Kumpulkan dan Musnahkan”, kegiatan ini difokuskan pada pelestarian Sungai Code dan kawasan sekitarnya. Acara ini dibuka langsung oleh Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, di kawasan Taman Kewek/Angkringan Pak Tommy, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta pada Sabtu pagi (4/10/15), dengan aksi reresik sungai dan penebaran 18 kantong benih ikan untuk pemulihan ekosistem sungai.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat dan tokoh penting, antara lain Dandim Jogja Kol. Arif Setiyono, Kepala Bappeda Agus Tri H., Kepala Dinas PU Umi Akhsanti, Kepala DLH Rajwan Taufik, Kepala Kominfo Tri Hastono, perwakilan dari MPP Gondokusuman dan Jetis, Lurah Kotabaru dan Gowongan, Ketua LPMK, serta perwakilan dari Asosiasi Pemancing Republik Indonesia (APRI).
Dalam sambutannya, Walikota Hasto menyampaikan bahwa Pemkot Yogyakarta telah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk menjadikan “Membangun Sungai dan Kawasan Tepi Sungai” sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) khusus bagi Kota Jogja.
“Kita ingin Sungai Code bisa menjadi indah dan bersih seperti sungai-sungai di luar negeri yang juga menjadi destinasi wisata. Untuk mewujudkannya, kita perlu reresik kali, tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah dari rumah, dan menghabiskan makanan, sebagaimana semangat dari Program Mas Jos,” jelas Hasto.

Ia juga menekankan bahwa Kota Jogja menghadapi tantangan besar dalam hal pengelolaan sampah, dengan jumlah timbulan mencapai 300 ton per hari, di mana 60% adalah sampah organik. Dengan kondisi TPS Piyungan yang semi-close, penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi kunci. Saat ini, Kota Jogja telah mampu mengumpulkan 415 ember sisa makanan per hari, dengan target meningkat hingga 1.000 ember per hari.
Selain aksi bersih sungai, kegiatan ini juga menjadi momen penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan swasta. Di antaranya, PT Sims menyerahkan 200 ember, PT Pertamina Gas Negara memberikan incinerator dan gerobak sampah, dan PT KPA memberikan fasilitas pengolahan sampah.
Ditempat yang sama, Ketua Gerakan Cinta Code sekaligus Sekretaris Pemerti Kali Code, Harris Syarif Usman, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama APRI, Pemkot Yogyakarta, dan Kodim Jogja. Ia menekankan bahwa Code Fest #1 adalah momentum strategis untuk membangun kesadaran kolektif dalam pelestarian Sungai Code.
“Pencemaran limbah, deforestasi, dan perubahan iklim merupakan ancaman nyata bagi kualitas dan kuantitas air sungai. Gerakan bersih-bersih, reboisasi bantaran, hingga regulasi kebijakan lingkungan harus terus digencarkan,” tegas Harris.
Code Fest #1 tidak hanya menjadi ajang kampanye lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang membangun kembali hubungan harmonis antara masyarakat dan sungai sebagai bagian penting dari ekosistem perkotaan. (Ags)



















