KORAN MERAPI – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II di Rich Jogja Hotel, Yogyakarta, pada Senin (10/11/2025). Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi HIPPI untuk memperkuat peran dan kontribusi dalam mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) HIPPI, Erik Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakernas tahun ini dihadiri oleh 23 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) — meningkat signifikan dari 13 DPD pada tahun sebelumnya. Ia menargetkan, pada tahun mendatang jumlah DPD akan bertambah sedikitnya 10 wilayah baru.
“Tahun depan kita targetkan bertambah 10 DPD. Alasannya sederhana, karena gerakan ini adalah gerakan ekonomi akar rumput. Keanggotaan HIPPI kini mencapai 8.000 anggota dan 100 persen berada di sektor UMKM,” ujar Erik Hidayat.
Erik juga menyoroti ketimpangan ekonomi yang masih menjadi persoalan mendasar di Indonesia. Menurutnya, kekayaan nasional masih terpusat pada kelompok tertentu, sementara jutaan pelaku usaha lokal, petani, dan nelayan masih berjuang secara mandiri.
“Kita harapkan ke depan, sesuai instruksi Bapak Presiden, setiap perusahaan besar atau asing wajib membina UMKM sebagai bagian dari rantai pasok. Penerapan PP Nomor 7 Tahun 2021 harus lebih dari 30%,” tegasnya.
Erik menekankan, HIPPI adalah wadah bagi pengusaha berintegritas, tangguh, dan kreatif yang siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kemandirian ekonomi nasional.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan dukungan terhadap HIPPI, organisasi ini memberikan apresiasi kepada Dewan Kehormatan HIPPI, Sandiaga Salahuddin Uno, sebagai tokoh inspiratif dan pembina yang konsisten memperjuangkan pemberdayaan pengusaha pribumi.
Dalam sambutannya, Sandiaga menegaskan pentingnya peran HIPPI dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, dan ekonomi akar rumput.
“HIPPI harus turun ke bawah dan memastikan pengusaha-pengusaha di level desa bisa naik dan berkembang,” ujarnya.
Sandiaga juga memberikan apresiasi kepada para pengusaha HIPPI yang dinilainya berperan penting dalam menggerakkan ekonomi daerah.
“Saya mengapresiasi keterlibatan para pengusaha, terutama pengusaha HIPPI, yang menggerakkan ekonomi dan menciptakan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi,” ucapnya.
Turut hadir dalam Rakernas II HIPPI, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, yang menegaskan komitmen pemerintah untuk berkolaborasi dengan HIPPI dalam memberdayakan pengusaha lokal dan UMKM.
“Salah satu tujuan kita mendorong investasi di negara ini adalah untuk memperkuat ekonomi para pengusaha lokal,” katanya.
Rangkaian kegiatan Rakernas juga diisi dengan HIPPI Talks bertema “Lawan Ketimpangan: Kedaulatan Ekonomi Pribumi untuk Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera”, serta pelantikan Badan Pemuda dan Olahraga DPP HIPPI, DPC HIPPI Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Selain itu, Rakernas juga menggelar rapat pleno, rapat komisi rekomendasi, serta forum internal yang membahas evaluasi program kerja, strategi penguatan organisasi, dan perumusan program baru untuk tahun mendatang.
Dengan semangat kebersamaan dan kemandirian ekonomi, HIPPI berkomitmen menjadi kekuatan ekonomi pribumi yang inklusif dan berdaya saing, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia. (Ags)



















