KORAN MERAPI – Rumah Aku melalui layanan sistem kasir digital AKU MPOS resmi menjalin kemitraan strategis dengan JEPE Chicken, brand kuliner ayam goreng lokal yang terus berkembang pesat di Yogyakarta dan sekitarnya. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat sistem manajemen transaksi, pembayaran, serta pelaporan usaha di seluruh outlet JEPE Chicken.
Founder dan CEO PT Appsku Aplikasi Indonesia, Denny Aries, menjelaskan bahwa kerja sama ini berangkat dari kepercayaan terhadap kualitas dan konsistensi produk JEPE Chicken yang saat ini telah memiliki 47 booth aktif.
“Dengan jumlah outlet yang cukup banyak, tentu dibutuhkan sistem yang mampu merekam transaksi secara akurat dan real time. AKU MPOS hadir untuk memudahkan transaksi pembayaran sekaligus menyediakan laporan penjualan yang detail dari setiap lokasi,” ujar Denny saat ditemui pada Kamis siang (8/1/26) di Wakoel Steak & Ayam Goreng, Jl. Kebon Agung, Tlogoadi, Mlati, Sleman.
Menurutnya, sistem AKU MPOS memungkinkan pemilik usaha memantau performa setiap booth, melihat grafik penjualan, mengidentifikasi outlet potensial, hingga menjadi dasar pengambilan keputusan seperti relokasi outlet yang kurang optimal.
“Semua data kami sajikan secara transparan. Owner bisa melihat mana outlet yang performanya tinggi, mana yang perlu evaluasi. Ini penting karena setiap outlet tetap memiliki biaya operasional dan kewajiban pembayaran data,” jelasnya.
Denny menambahkan, AKU MPOS memiliki berbagai versi sesuai skala usaha, mulai dari UMKM hingga bisnis menengah dan besar. Untuk JEPE Chicken, digunakan versi UMKM yang dirancang agar mudah digunakan oleh para pedagang.

“Kami juga mengedepankan layanan. Setiap merchant yang bergabung akan masuk dalam WhatsApp Group khusus dengan dua admin dan dua tim IT. SLA kami maksimal 30 menit sudah ada respons. Sesuai slogan kami, AKU MPOS teman setia usaha Anda,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Manajer JEPE Chicken, Woro Dwi Astuti, mengungkapkan bahwa JEPE Chicken berawal dari usaha perunggasan keluarga yang kemudian berkembang menjadi bisnis kuliner.
“Awalnya kami hanya memiliki sekitar 28 booth. Hingga Desember kemarin, jumlahnya berkembang menjadi 47 booth. Alhamdulillah, pertumbuhan ini mendorong kami untuk mulai berbenah dari sisi sistem,” ujarnya.
Woro menjelaskan bahwa pada tahun 2026, JEPE Chicken menargetkan penguatan sistem internal, peningkatan omzet, serta pengembangan program kemitraan.
“Kenapa kami memilih AKU MPOS, karena kami ingin sistem yang rapi, terintegrasi, dan mendukung pengembangan kemitraan ke depan. Apalagi konsep booth memungkinkan kami lebih fleksibel untuk berpindah lokasi sesuai potensi pasar,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa JEPE Chicken merupakan produk lokal UMKM di bawah naungan Janu Putra Group, dengan visi menghadirkan ayam goreng berkualitas, terjangkau, dan bisa dinikmati semua kalangan.
“Kami ingin mengubah persepsi bahwa brand lokal tidak kalah dengan brand luar. Dari segi rasa, kualitas, hingga harga, JEPE Chicken bisa bersaing,” katanya.
Sementara itu, Manajer HRD JEPE Chicken, Arif Prabowo, menambahkan bahwa sebelumnya perusahaan telah menggunakan beberapa aplikasi, namun belum sepenuhnya terintegrasi.
“Dengan menggandeng AKU MPOS, kami berharap seluruh sistem, mulai dari keuangan, akuntansi, hingga pergerakan barang, bisa terkontrol lebih baik. Jumlah outlet yang semakin banyak tentu membuat pengelolaan semakin kompleks,” ujarnya.
Ia menilai sistem AKU MPOS membantu meminimalkan selisih stok dan potensi kerugian, sekaligus menjadi fondasi penting dalam menyongsong rencana kemitraan.
“Untuk kemitraan, konsepnya sudah kami siapkan dan sudah ada yang mendaftar. Namun untuk saat ini masih kami jalankan secara internal terlebih dahulu sebelum diumumkan ke publik,” pungkasnya. (Ags)



















