KORAN MERAPI – Pemerintah Kalurahan Bangunharjo bersama BUMKal Bangkit Karya Bangunharjo sukses menyelenggarakan kegiatan Bangunharjo Sehat Pusat Budaya sebagai upaya memperkuat ekosistem budaya dan ekonomi kreatif desa. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendiseminasikan Museum History of Java (HOJ) sebagai bagian dari Pusat Budaya dan Mall Desa sekaligus creative culture hub yang terintegrasi dalam pengembangan destinasi wisata desa.
Inisiatif ini menegaskan komitmen Bangunharjo dalam membangun desa berbasis kesehatan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Acara kolaboratif ini dilaksanakan pada Minggu pagi (14/2/26) di halaman Museum HOJ, Jl. Parangtritis, Bangunharjo, Sewon, Bantul, dan terselenggara atas kerja sama Pemerintah Kalurahan Bangunharjo dan BUMKal Bangkit Karya Bangunharjo dengan Yayasan Museum History of Java dan PT Visindo.

Dukungan juga mengalir dari Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Bantul, Sanggar Seni Bantul, ICCN, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Persatuan Batak Damai, Sekolah Desa Elfira, BRI, HIPPI Bantul, Asmamitra, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi lintas sektor ini memperlihatkan sinergi nyata dalam membangun desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Bangunharjo, Nur Hidayat, Ketua Bamuskal Sutrisna, dan Direktur BUMDes Sungkono. Pusat Budaya dan Mall Desa sendiri merupakan bagian dari Divisi Destinasi Wisata Desa BUMKal Bangkit Karya Bangunharjo yang dikelola oleh Azfa Pabulo.
“Konsep ini dirancang sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan edukasi, budaya, pariwisata, serta pengembangan UMKM lokal dalam satu kawasan terpadu,” jelas Azfa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat bersama masyarakat yang berlangsung penuh antusias. Kebersamaan semakin terasa melalui bazar UMKM yang menghadirkan berbagai produk unggulan lokal, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan warga.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan gratis turut disediakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat, mempertegas sinergi antara kesehatan dan pemberdayaan ekonomi desa.

Puncak acara ditutup dengan pertunjukan seni dari Sanggar Seni Bantul yang menampilkan karya “Tirto Traju Manggolo” dari Sanggar Seni Buana Kencana.
“Pertunjukan tersebut menjadi penutup epik yang memadukan nilai tradisi dan kreativitas kontemporer, sekaligus menegaskan identitas Bangunharjo sebagai desa berbudaya,” pungkas Azfa.
Seluruh rangkaian acara dipandu secara atraktif oleh Yudi Production, menutup kegiatan yang diharapkan mampu menjadikan Museum History of Java sebagai simpul kolaborasi dan penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. (Rls)



















