KORAN MERAPI – Anggota DPD RI, Ir. Ahmad Syauqi Suratno, menekankan bahwa fondasi utama dalam mencetak pemimpin masa depan menuju Generasi Emas adalah integrasi antara Iman, Ilmu, dan Akhlak. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan materi dalam acara Pendidikan Politik untuk Santri di Panti Asuhan Yatim (PAY) Putra Muhammadiyah Lowanu, Yogyakarta, Rabu sore (4/3/26).
Kegiatan bertajuk “Pendidikan Politik untuk Santri” ini merupakan bagian dari program UNY Mengabdi: Pembelajaran Luar Kampus (PLK). Di hadapan puluhan santri, Syauqi menegaskan bahwa kepemimpinan dalam pandangan Islam bukan sekadar urusan manajerial, melainkan amanah yang berat.
”Pemimpin yang ideal adalah sosok yang kuat dalam iman, cerdas dalam ilmu, dan mulia dalam akhlak. Kepemimpinan ini tidak hanya untuk mencapai target duniawi, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab di akhirat kelak,” tandas Syauqi.
Senator asal DIY ini juga merujuk pada Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 13, yang menegaskan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak dilihat dari suku, bangsa, atau status sosialnya, melainkan dari derajat ketakwaannya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur PAY, Drs. Arif Witjaksono, M.Pd., Koordinator PLK UNY, Aufa Ibnu, serta para pendamping santri.
BPH PAY Putra Muhammadiyah, Ustadz Harris Syarif Usman, S.H., M.Kn., menyatakan bahwa literasi politik bagi pelajar sangat krusial untuk membangun kesadaran bernegara sejak dini. Menurutnya, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan instrumen partisipasi demi masa depan bangsa.
”Kami berharap para santri memiliki wawasan politik yang sehat. Generasi muda adalah kunci perubahan. Mereka harus menjadi pemilih yang cerdas, agen perdamaian, dan penggerak demokrasi yang bermartabat,” ujar Harris.
Melalui edukasi ini, para santri diharapkan dapat melek politik, disini bisai memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, kemudian peka sosial, yaitu memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi kekinian di masyarakat dan berintegritas, yakni menjaga nilai-nilai agama dalam setiap peran publik yang diambil.
Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan diskusi mengenai peran strategis pemuda dalam mengawal isu-isu lokal maupun nasional di tengah dinamika zaman yang kian kompleks. (Rls)



















