KORAN MERAPI – Semangat menjaga kelestarian lingkungan demi kesejahteraan ekonomi menjadi fokus utama dalam acara Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) DIY Nomor 1 Tahun 2024 tentang Ekonomi Hijau. Mengangkat filosofi “Kaline Resik, Rejekine Apik” (Sungainya bersih, rezekinya bagus), kegiatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna RW 09 Keparakan Lor, Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, pada Minggu (15/03/2026).
Anggota DPRD DIY sekaligus mantan Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono D Putranto, SE., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa kondisi lingkungan, khususnya Kali Code, berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan warga.
“Jika Kali Code bersih dari limbah dan sampah, maka rejeki warga akan mengalir. Kali Code memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata. Namun, syarat utamanya adalah warga harus mulai memperhatikan aspek kesehatan, meminimalkan sampah plastik, hingga cara pengambilan pasir yang tidak merusak ekosistem. Ekonomi jalan, lingkungan tetap terjaga,” ujar Imam Priyono di hadapan 100 peserta yang terdiri dari pengurus RW, RT, dan tokoh masyarakat.
Hadir sebagai narasumber, Ibu Suryani, SE., M.Si., memaparkan urgensi Perda Ekonomi Hijau di tengah kondisi iklim yang tidak menentu akibat pemanasan global. Beliau menjelaskan bahwa pilar strategis ekonomi hijau mencakup: Penurunan emisi gas rumah kaca, Pengembangan ekonomi sirkular dan teknologi bersih dan Peran Petani Kota dan UMKM
Sementara itu, narasumber Drs. Nuri Hartana, MS., mengajak para pelaku usaha lokal seperti Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), pengelola Bank Sampah, dan pelaku UMKM untuk menerapkan prinsip urban farming. Beliau secara khusus berpesan kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) Mina Tani Code.
“Kami meminta Pokmas Mina Tani untuk menjadi garda terdepan menjaga kelestarian sungai. Jangan ada lagi penyetruman ikan dan pembuangan limbah ke Kali Code. Kebersihan sungai adalah investasi jangka panjang kita,” tegas Nuri Hartana dalam diskusi yang dipandu oleh moderator H. Sumarno.
Acara yang juga dihadiri oleh Ketua Kampung Keparakan Lor, Rusdi Arif, ini berlangsung khidmat dan interaktif. Sosialisasi ditutup dengan sesi tausyiah dan doa yang dipimpin oleh Ustaz H. Harris Syarif Usman, SH., M.Kn., yang mengajak warga mensyukuri nikmat alam dengan cara menjaganya. (Rls)


















