KORAN MERAPI – Penerapan gaya hidup sehat yang mudah dan menyenangkan, satu di antaranya dengan jalan santai secara bersama-sama pada pagi hari. Komunitas Mlaku Ora Mlayu (MOM) termasuk yang punya program jalan santai.
Pelaksanaan jalan santai perdana yang diinisiasi Komunitas MOM digelar di kawasan Trimulyo Sleman, Sabtu (4/4/2026). Sebagian wartawan yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semangat mengikutinya.
Beberapa pengurus PWI DIY sebagai perintis/pendiri Komunitas MOM hadir pula, seperti Drs H Hudono SH, Drs Swasto Dayanto, Ribut Raharjo, Drs Wdyo Suprayogi dan Agus Susanto. Sebagian peserta mengajak pula keluarga masing-masing.
Ketua Komunitas MOM, Ribut Raharjo mengungkapkan, suatu saat MOM bisa menjadi komunitas yang semakin besar, karena banyak anggota bergabung. Seiring pula semakin banyak yang menyadari pentingnya gaya hidup sehat.
“Dengan jalan kaki bersama secara santai melewati jalan-jalan di desa, areal persawahan dan perkebunan kita juga semakin mencintai alam dan lingkungan, sehat serta bahagia bersama,” tegasnya.
Tak jarang, ketika menemukan berbagai hal menarik saat di perjalanan, termasuk saat istirahat di lokasi kuliner, ada yang senang mengabadikannya dengan foto maupun video menggunakan HP.
Pada kegiatan tersebut, jarak tempuh jalan santai sekitar empat kilometer. Adapun lokasi kuliner untuk istirahat, makan-minum dan ramah-tamah, yakni di Warung Ngesellan, Trimulyo.
Salah satu peserta jalan santai ala Komunitas MOM, Agus S meyakini dengan jalan-jalan kaki pada pagi hari dapat diperoleh banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Antara lain, meningkatkan kesehatan jantung, memperkuat tulang dan sendi, mendukung imunitas tubuh, menurunkan berat badan, meningkatkan mood dan energi serta meningkatkan kualitas tidur.
Ia kian merasa senang, di perjalanan dapat menemukan pemandangan alam yang indah, bahkan bisa mampir dan istirahat di lokasi kuliner dengan menu makanan maupun minuman yang enak-enak.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan, bisa pula suatu saat menggandeng suatu lembaga maupun perusahaan. Diawali dari relasinya pengurus Komunitas MOM,” paparnya.
Sementara itu, Drs H Hudono SH yang juga Ketua PWI DIY mengungkapkan, jalan santai sebagai program andalan dari Komunitas MOM dengan peserta mayoritas wartawan dan keluarganya penting terus dilanjutkan.
“Minimal sebulan sekali dapat digelar dengan jarak kisaran tiga hingga lima kilometer, saya rasa sudah cukup. Pilihan rute seperti di kawasan pertanian, bisa juga suatu saat menjadi ide bahan liputan mendalam bagi teman-teman wartawan,” jelasnya.
Ditambahkan Hudono, jalan santai perdana tersebut dapat disebut masih sebagai embrio. Suatu saat, ia berharap bisa kolaborasi misalnya dengan pihak perbankan dan pilihan rute kian bervariasi.
Antara lain, melewati kawasan bersejarah, destinasi wisata, sentra kerajinan rumahan dan lainnya. Tak kalah penting, dengan jalan santai secara bersama-sama dapat menjadi ajang silaturahmi.
“Jadi dengan jalan santai, mlaku ora mlayu yang diprakarsi Komunitas MOM bisa diperoleh banyak manfaat. Termasuk bermanfaat bagi kesehatan teman-teman wartawan, guna mendukung dalam menjalankan tugas sehari-hari,” tuturnya. (Tyo)



















