KORAN MERAPI – Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) secara resmi menerima hibah peralatan medis tahap kedua dan ketiga dari Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) melalui PMI Pusat. Bantuan yang didukung penuh oleh Pemerintah Jepang dan Yayasan Asia-Eropa (ASEF) ini diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Kehormatan PMI DIY, KGPAA Paku Alam X, di Markas PMI DIY, Gamping, Sleman, Selasa (14/4/26).
Program hibah ini merupakan kelanjutan dari komitmen stockpile yang telah diinisiasi sejak April 2024. Tujuannya adalah memperkuat logistik kesehatan dalam menghadapi potensi pandemi di masa depan, seperti Covid-19 maupun penyakit infeksius baru lainnya. Penyerahan bantuan ini turut disaksikan oleh mitra strategis seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD DIY, Kwarda DIY, Basarnas, RAPI, serta Balai Kekarantinaan Kesehatan Yogyakarta.
Ketua Dewan Kehormatan PMI DIY sekaligus Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam sambutannya menekankan pentingnya dukungan internasional ini bagi keberlangsungan pelayanan kemanusiaan.

“Dukungan ini memiliki arti yang sangat penting bagi kesiapsiagaan kita dalam menghadapi berbagai potensi kedaruratan kesehatan masyarakat. Dengan fasilitas yang semakin lengkap, Klinik PMI di seluruh DIY diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal, profesional, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang,” ujar Sri Paduka.
Sementara itu, Ketua PMI DIY, GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi, merinci bahwa distribusi peralatan medis pada tahap kedua dan ketiga ini bernilai lebih dari Rp2,7 miliar. Jika diakumulasikan dengan tahap pertama yang diserahkan pada November tahun lalu (senilai Rp642 juta), maka total dukungan yang diterima PMI DIY mencapai lebih dari Rp3,3 miliar.
“PMI DIY berkomitmen menjalankan program ini sesempurna mungkin agar hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Jepang, ASEF, IFRC, dan PMI Pusat yang terus mempercayakan PMI DIY sebagai wilayah prioritas pusat aktivitas kemanusiaan,” jelas Gusti Prabu.
Sebanyak 143 unit alat medis (terdiri dari 28 jenis item) diserahkan pada tahap ini. Beberapa alat canggih di antaranya adalah bedside monitor, EKG, USG 2 dimensi, emergency transport ventilator, AED, hingga vaccine refrigerator. Peralatan ini akan didistribusikan ke klinik-klinik PMI di kabupaten/kota untuk meningkatkan respons darurat dan operasional layanan kesehatan.
Senada dengan hal tersebut, Plt Ketua PMI Kota Yogyakarta, Haka Astana, menyatakan bahwa hibah ini akan memicu peningkatan standar pelayanan di wilayah kota. “Pelayanan kepada masyarakat akan semakin prima dengan prinsip attitude, attention, dan action. Peralatan yang lebih baik ini harus dibarengi dengan kemudahan akses bagi masyarakat,” ungkapnya.

Di akhir acara, Gusti Prabu berpesan agar bantuan ini menjadi pemacu inovasi bagi seluruh jajaran PMI di DIY, mulai dari diversifikasi pendapatan hingga pemanfaatan teknologi, guna menjamin keberlanjutan pelayanan sesuai amanah UU No. 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.
PMI DIY mengajak seluruh elemen masyarakat dan insan pers untuk terus bersinergi menebar virus kemanusiaan dan mendiseminasikan kegiatan positif ini demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Yogyakarta secara berkelanjutan. (Ags)



















