KORAN MERAPI – Gerakan ekonomi syariah di Indonesia mencatatkan tonggak sejarah baru melalui rangkaian Lokakarya Nasional Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (17-18/4/2026), di Hotel Burza, Yogyakarta. Acara ini menjadi panggung besar bagi penguatan kelembagaan, transformasi digital, serta reorganisasi kepemimpinan koperasi syariah tingkat nasional.
Dibuka secara resmi pada Jumat (17/4), kegiatan bertajuk “Penguatan Kelembagaan dan Transformasi BMT untuk Kemandirian Ekonomi Umat” ini dihadiri oleh ratusan praktisi BMT se-Indonesia. Mewakili Menteri Koperasi RI, Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, menegaskan bahwa BMT wajib beradaptasi dengan teknologi digital tanpa melunturkan prinsip syariah.
Momentum strategis terjadi saat Inkopsyah BMT melakukan penandatanganan kerja sama dengan Sunking Solar Panel System. Langkah ini menandai piloting sinergi BMT di sektor energi terbarukan, menunjukkan visi progresif koperasi syariah terhadap isu lingkungan.
Dalam sesi seminar, Direktur KNEKS sekaligus Waketum MUI, KH. Sholahudin Al Ayubi, menekankan pentingnya ekosistem yang berintegritas. Sementara itu, Ketua Umum PBMT Indonesia, Hj. Mursyida Rambe, menyoroti peran Baitul Maal sebagai benteng daya tahan ekonomi. Hari pertama ditutup dengan Business Gathering yang mempertemukan BMT dengan pemangku kepentingan strategis seperti LPDB, PIP, BPDLH, hingga mitra industri untuk menjajaki kolaborasi konkret.

Sabtu (18/4) menjadi puncak agenda yang padat dengan tiga kegiatan simultan: Rapat Anggota Tahunan (RAT) Inkopsyah BMT, Kongres Nasional ABSINDO, dan Pelatihan Kecerdasan Buatan (AI).
Dipimpin oleh Oyong Liza, RAT Tahun Buku 2025 berlangsung solid. Anggota secara mufakat menerima laporan pertanggungjawaban pengurus, yang mencerminkan tata kelola transparan dan akuntabel. Inkopsyah menetapkan tiga pilar utama ke depan: penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas layanan, serta akselerasi transformasi digital.
Asosiasi BMT Seluruh Indonesia (ABSINDO) sukses menggelar Kongres Nasional dengan semangat “Membangun Peradaban Emas dari Desa”. Founder ABSINDO, Aries Muftie, menekankan konsep masjid sebagai pusat komando ekonomi. Melalui musyawarah mufakat, H. Adhy Suryadi (Ketua BMT ITQAN Bandung) terpilih sebagai Ketua Umum ABSINDO periode 2024-2029. Ia berkomitmen menjadikan ABSINDO sebagai accelerator digitalisasi dan advokasi regulasi bagi BMT di 34 provinsi.

Berbarengan dengan sidang organisasi, digelar Pelatihan AI (Kecerdasan Buatan) bagi pengelola BMT. Hal ini membuktikan bahwa gerakan BMT tidak hanya kuat di akar rumput, tetapi juga siap secara intelektual mengadopsi teknologi mutakhir untuk efisiensi operasional.
Rangkaian acara di Yogyakarta ini menghasilkan deklarasi bersama untuk mempercepat implementasi blueprint BMT nasional. Dengan kepemimpinan baru di ABSINDO dan soliditas di tubuh Inkopsyah BMT, ekonomi syariah Indonesia optimistis mampu menjawab tantangan zaman yang dinamis. Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa BMT siap menjadi pilar utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat yang inklusif, modern, dan berkelanjutan dari desa untuk Indonesia. (Ags)







