KORAN MERAPI – Rumah Sastra Evi Idawati akan menggelar acara Petuah Perempuan, Suara Rahim Yang Melampaui Dinding, yaitu pertunjukan dan pembacaan puisi oleh peserta program #Piwulangmembaca dan 9 tokoh perempuan Yogyakarta yang diundang khusus untuk membacakan puisinya pada tanggal 25 April 2025 mendatang di Societet Militairy Taman Budaya Yogyakarta pada pukul 19.00 wib sampai selesai. Acara ini didedikasikan khusus untuk memperingati Hari Kartini.
Mempertanyakan sejauh mana emansipasi sudah menelusup, menjadi jaring dan akar yang kokoh dalam kehidupan bernegara. Mengambil tiga pilar penting dalam Trisaktinya Presiden Sukarno yaitu Poitik, Ekonomi dan kebudayaan. Perempuan hadir di sana sebagai pemanis saja, ataukah menjadi penggerak dan pemangku yang kuat sehingga kebijakan-kebijakan yang lahir dari sana akan tetap mempertimbangkan dan memberikan ruang bagi perempuan untuk berkiprah di dalamnya secara total.

“Sehubungan dengan ini, Rumah Sastra mengudang 9 tokoh perempuan Yogyakarta dari lintas bidang, yang akan menguatkan narasi tersebut. Dengan membacakan puisi, motivasi dan inspirasi, nasehat dan petuah bagi generasi sastra Yogyakarta,” kata Evi Idawati, selaku owner dari Rumah Sastra Evi Idawati.
Para tokoh itu adalah Dian Lakshmi Pratiwi S.S. M.A, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Prof Dr. Yudi Aryani MA, Ani Martanti Wakil Sekertaris DPW PKB DIY, Dr. Tadzkiratun Musfiroh S.Pd. M. Hum (ketua LP Maarif NU DIY) Wiwin Fitriani (Pengusaha dan Politisi Gerindra), Dr. Hj. Norma Sari, S.H. M.Hum (Akademisi dan pengurus Aisiyah Muhamadiyah).
Selanjutnya ada dr. Hj. Rima Fitriyani (PKS DIY), Dra. Hj Habibah Mustafa, M.Si (Wakil Ketua Musimat NU DIY) dan Rizki Karolina Purba. S.H (ketua gerakan Bunda, Asah, Asih Asuh DIY).
“Di samping itu, juga akan menampilkan 3 reportoar puisi, yaitu Ratu Kalinyamat, Narasi Jonggrang, Panembahan Ratu Shima, yang akan dibacakan, anak-anak, remaja dan ibu-ibu rumah tangga yang termasuk di dalam program #piwulangmembaca,” imbuh Evi.
Ia menambahkan, program ini adalah proyek baru dari Rumah Sastra Evi Idawati, untuk memberikan ruang bagi siapapun belajar membaca dan menulis puisi serta menjadikan sastra, puisi sebagai gaya hidup. Tiga tokoh perempuan penting daam sejarah dan legenda Indonesia, dihadirkan dalam karya sastra untuk memberikan pembanding yang tegas. Selama ini, budaya nusantara tidak membatasi peran publik hanya untuk laki-laki saja.
Sejarah memberikan akses wanita menampilkan dirinya dengan kemampuan yang mereka miliki. Dalam cerita Ratu Shima, kita melihat hukum yang adil. Ratu Kalinyamat dengan kemandirian ekonomi dan militer. legitimasi yang mereka dapatkan berdasarkan kemampuan. Untuk itu, tokoh-tokoh tersebut di hadirkan di dalam reportoar puisi kali ini.

Rumah Sastra Evi Idawati, sengaja menghadirkan tokoh poitik, ekonomi dan kebudayaan dalam event ini, untuk memberikan wacana terpenting bagi generasi muda sastra yogyakarta, masyarakat, pelaku dan penikmat sastra, bahwa sastra tidak berhenti pada kata-kata dan kalimat saja. Menulis, menjadi buku dan kemudian selesai. Ada ruang-ruang yang bisa dieksplorasi dan dikolaborasi. Sastrawan melek politik dan ekonomi, begitupun, politikus dan ekonom melek sastra dan budaya.
“Sastra menjadi pilihan yang tepat bagi siapa saja untuk mengekspresikan dirinya. Bukan karena di dalam karya sastra mengandung nilai-nilai, hakekat dan makna hidup saja, namun akan menjadi ruang ekspresi dan refleksi yang paling indah dalam kehidupan bersama,” pungkas Evi Idawati. (Rls)








