KORAN MERAPI – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memimpin langsung Apel Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang diselenggarakan di kompleks pendidikan SMK, SMA, dan SMP Pembangunan Karangmojo, Rabu, (22/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan peringatan keras sekaligus motivasi mendalam bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan era digital dan ancaman sosial yang kian nyata.
Dalam pidatonya, Bupati menyoroti data memprihatinkan terkait kondisi sosial di Kabupaten Gunungkidul. Hingga Mei 2026, tercatat masih terdapat 24 kasus penyalahgunaan narkoba, serta 65 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga awal Juni 2026. Bupati menegaskan bahwa siswa harus membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif seperti narkotika, judi online, kejahatan jalanan, dan radikalisme yang kini mudah menyebar melalui media sosial.

“Tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Kesuksesan hanya dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, kejujuran, dan ketekunan,” tegas Bupati di hadapan para siswa dan tenaga pendidik.
Guna memotivasi para siswa, Bupati membagikan filosofi ulat yang harus melewati fase prihatin sebagai kepompong sebelum akhirnya bisa terbang tinggi sebagai kupu-kupu yang bermanfaat. Bupati juga mengenang masa sekolahnya pada tahun 1992-1994 yang penuh keterbatasan, di mana ia harus berjalan kaki jauh dan mencatat pelajaran secara manual karena minimnya fasilitas dibandingkan era elektronik saat ini.
Dalam sesi tanya jawab, seorang siswa bernama Rafli Anjar bertanya mengenai cara menolak ajakan negatif dari teman sebaya tanpa harus memicu pertengkaran. Bupati merespons dengan menekankan prinsip “fastabiqul khairat” atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Bupati menyarankan agar siswa berani berkata “tidak” dengan tegas pada narkoba dan perilaku menyimpang, meski berisiko tidak disukai oleh lingkungan tertentu.
Selain itu, Bupati mengingatkan para siswa untuk tidak terburu-buru menikah sebelum memiliki kemandirian ekonomi. Beliau menyebutkan tiga bekal utama untuk masa depan: Ilmu (Kawasisan), Kemandirian Ekonomi/Pekerjaan (Kara hartan/Kawirian), dan Integritas/Jabatan.

Menutup rangkaian acara, Bupati mengajak seluruh siswa untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit, mengutip pesan Proklamator Bung Karno. Ia berharap lulusan sekolah di Karangmojo dapat menjadi pelopor dan agen perubahan yang mampu mengguncang dunia dan membawa kemajuan bagi Kabupaten Gunungkidul.
“Gunakan hak demokrasi kalian untuk bertanya dan belajar. Di tangan kalianlah nanti bangsa dan negara ini akan dipegang dan dipimpin lebih baik,” pungkasnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Kesbangpol, Dinas Pendidikan, serta para kepala sekolah dan guru di lingkungan pendidikan Pembangunan Karangmojo. (Rls)




















