Kamis, 6 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Pelarangan Study Tour : Keputusan Reaksioner Nan Tumpul

admin by admin
18 Mei 2024
in Opini
0
0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Kali ini penulis menyorot perkembangan kejadian yang sedang viral, yaitu polemik seputar pelarangan kegiatan study tour di berbagai daerah menyusul kecelakaan tragis bus wisata yang membawa rombongan siswa SMK Linggar Kencana di Ciater, Subang.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, serta Kadinas wilayah Provinsi Banten, Sumatera Utara yang kemudian diikuti oleh Provinsi Jawa Tengah dan daerah lainnya memicu banyak pertanyaan dari berbagai kalangan. Larangan ini, yang konon didasarkan pada upaya untuk menghindari tragedi serupa terjadi lagi.

Timbul pertanyaan, apa sebenarnya yang menjadi dasar dari pelarangan ini? Apakah kebijakan ini telah melalui kajian mendalam dan mempertimbangkan segala aspek yang relevan? Masyarakat pariwisata, khususnya, menantikan penjelasan yang lebih transparan dan komprehensif mengenai langkah-langkah yang diambil oleh para kepala dinas pendidikan ini, setelah adanya pelarangan.

Perlu kita pahami bersama bahwa kecelakaan yang terjadi bukanlah semata-mata akibat dari kegiatan study tour itu sendiri. Seperti yang diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, penyebab utama kecelakaan tersebut adalah faktor operasional transportasi yang tidak memenuhi standar keamanan, serta kesiapan sumber daya manusia yang tidak optimal.

Keputusan reaksioner dengan menghentikan kegiatan study tour jelas tidak akan mengatasi akar masalah ini. Kita semua mengetahui bahwa kondisi transportasi, pengawasan terhadap armada bus dan profesionalitas pengemudi adalah masalah utamanya. Oleh karena itu, penekanan seharusnya diberikan pada peningkatan standar keselamatan dan kelayakan armada, serta pelatihan dan pengawasan yang ketat bagi pihak penyedia jasa transportasi.

Menghentikan kegiatan study tour bukan hanya menunjukkan kurangnya empati terhadap kekecewaan dan suasana hati para siswa yang kegiatannya dibatalkan, tetapi juga mengabaikan nilai edukatif yang signifikan dari aktivitas tersebut. Melalui pengalaman langsung di lapangan, siswa dapat memperoleh pembelajaran yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas. Menghapuskan study tour berarti menghilangkan peluang bagi siswa untuk mendapatkan pembelajaran berbasis pengalaman yang sangat berharga.

Di sisi lain, dampak pelarangan tersebut memiliki efek luas dan domino terhadap dunia pariwisata. Banyak destinasi wisata yang bergantung pada kunjungan rombongan sekolah akan merasakan penurunan pendapatan. Industri perhotelan, restoran, dan pemandu wisata juga akan terkena imbasnya. Belum lagi UMKM dan pedagang kecil yang turut mengandalkan kunjungan wisatawan akan mengalami kesulitan.

Mungkin sebagai solusi alternatif, kadinas dan pihak sekolah dapat mengambil langkah-langkah untuk memastikan keselamatan siswa tanpa harus melarang kegiatan study tour. Misalnya, mereka bisa menerapkan regulasi dan pengawasan lebih ketat terhadap sekolah dalam memilih penyelenggara tur dan transportasi. Ini termasuk mensyaratkan sertifikat kelaikan dan uji inspeksi kendaraan, serta tidak menerima kendaraan yang berumur lebih dari 5 tahun dan lain sebagainya.

Selain itu, departemen perhubungan juga perlu didesak untuk lebih menegakkan regulasi yang ada. Ini bisa meliputi peningkatan frekuensi inspeksi kendaraan, memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan, dan memberikan sanksi tegas bagi pelanggar dan seterusnya.

Dan yang lebih penting, Kadinas memperketat pengawasan guna menihilkan terhadap praktik “kick back” yang umum terjadi, di mana penyelenggara pariwisata memberikan insentif khusus kepada oknum sekolah yang mengurus soal study tour. Hal ini sudah menjadi rahasia umum dan sering kali menggadaikan faktor keselamatan demi keuntungan oknum pribadi.

Sebagai bagian akhir dari tulisan ini, perlu kita suarakan kritik bahwa kebijakan yang reaktif tanpa solusi jangka panjang tidak hanya merugikan siswa, tetapi juga memukul sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat luas.

Pendidik adalah teladan bagi para siswa. Sebagai pendidik, terlebih lagi sebagai kepala dinas pendidikan, mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menunjukkan sikap yang patut dicontoh. Apa “moral story” yang ingin disampaikan kepada para peserta didik dengan keputusan reaksioner nan tumpul seperti ini? Apakah kecepatan dalam mengambil tindakan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang yang ingin diwariskan?

“Don’t throw the baby out with the bathwater” Peribahasa ini mungkin relevan dalam konteks kebijakan terkait pelarangan kegiatan study tour. Terkadang, respons yang terlalu reaktif terhadap suatu kejadian bisa mengakibatkan tindakan yang tidak proporsional terhadap kegiatan yang memiliki nilai edukatif dan ekonomi yang penting. (***)

Tags: Bis WisataSekolahStudy TourWisata

Related Posts

UMKM Berbudaya, Pelaku Usaha Sejahtera: Fondasi Bangsa Berdaya
Opini

UMKM Berbudaya, Pelaku Usaha Sejahtera: Fondasi Bangsa Berdaya

30 Juli 2026
Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita
Opini

Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita

23 Juli 2026
Sepasang Kaki yang Menolak Menyerah dan Sujud Syukur di Lereng Menoreh
Opini

Sepasang Kaki yang Menolak Menyerah dan Sujud Syukur di Lereng Menoreh

20 Juli 2026
Ketika Gol Piala Dunia Menggerakkan Ekonomi Bali
Opini

Ketika Gol Piala Dunia Menggerakkan Ekonomi Bali

14 Juli 2026
Bersama Koperasi Memberdayakan Ekonomi Rakyat 
Opini

Bersama Koperasi Memberdayakan Ekonomi Rakyat 

12 Juli 2026
Membenahi Pikiran Sebelum Menuntut Nilai: Mengapa Metode Bimbel Konvensional Mulai Kehilangan Relevansinya?
Opini

Membenahi Pikiran Sebelum Menuntut Nilai: Mengapa Metode Bimbel Konvensional Mulai Kehilangan Relevansinya?

11 Juli 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Peringati HUT ke-40, GPPMP DIY Resmi Lantik Pengurus DPC Sleman dan Bantul Periode 2026–2031

Peringati HUT ke-40, GPPMP DIY Resmi Lantik Pengurus DPC Sleman dan Bantul Periode 2026–2031

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Peringati HUT ke-40, GPPMP DIY Resmi Lantik Pengurus DPC Sleman dan Bantul Periode 2026–2031

Peringati HUT ke-40, GPPMP DIY Resmi Lantik Pengurus DPC Sleman dan Bantul Periode 2026–2031

5 Agustus 2026
JNE menghadirkan promo layanan JTR untuk pengiriman dari Jateng dan DIY dengan tujuan seluruh Pulau Jawa mulai 13 Juli hingga 30 September 2026. (Merapi-Istimewa)

JNE Berikan Promo Ongkir Mulai 2.000/Kg ke Seluruh Pulau Jawa

4 Agustus 2026
Bupati Gunungkidul Kobarkan Semangat “Elang Rajawali” kepada 1.422 Calon Paskibraka 2026 di Aubade Gunungkidul

Bupati Gunungkidul Kobarkan Semangat “Elang Rajawali” kepada 1.422 Calon Paskibraka 2026 di Aubade Gunungkidul

3 Agustus 2026
Kelompok Teater dracom Sajikan Eksperimen Dramaturgi Berjarak Lewat Karya Terbaru Jun Tsutsui

Kelompok Teater dracom Sajikan Eksperimen Dramaturgi Berjarak Lewat Karya Terbaru Jun Tsutsui

3 Agustus 2026
Peringati HUT ke-40, GPPMP DIY Resmi Lantik Pengurus DPC Sleman dan Bantul Periode 2026–2031

Peringati HUT ke-40, GPPMP DIY Resmi Lantik Pengurus DPC Sleman dan Bantul Periode 2026–2031

5 Agustus 2026
JNE menghadirkan promo layanan JTR untuk pengiriman dari Jateng dan DIY dengan tujuan seluruh Pulau Jawa mulai 13 Juli hingga 30 September 2026. (Merapi-Istimewa)

JNE Berikan Promo Ongkir Mulai 2.000/Kg ke Seluruh Pulau Jawa

4 Agustus 2026
Bupati Gunungkidul Kobarkan Semangat “Elang Rajawali” kepada 1.422 Calon Paskibraka 2026 di Aubade Gunungkidul

Bupati Gunungkidul Kobarkan Semangat “Elang Rajawali” kepada 1.422 Calon Paskibraka 2026 di Aubade Gunungkidul

3 Agustus 2026
Kelompok Teater dracom Sajikan Eksperimen Dramaturgi Berjarak Lewat Karya Terbaru Jun Tsutsui

Kelompok Teater dracom Sajikan Eksperimen Dramaturgi Berjarak Lewat Karya Terbaru Jun Tsutsui

3 Agustus 2026
Benteng Edukasi di Udara: RRI Pro 1 Jogja Ajak Masyarakat Perangi Hoaks Lewat “Ngobras”

Benteng Edukasi di Udara: RRI Pro 1 Jogja Ajak Masyarakat Perangi Hoaks Lewat “Ngobras”

3 Agustus 2026
Perkuat Inovasi Wis Kawentar, Kampung Wisata Kadipaten Siap Gelar Festival Jagasura dan Jagabaya

Perkuat Inovasi Wis Kawentar, Kampung Wisata Kadipaten Siap Gelar Festival Jagasura dan Jagabaya

2 Agustus 2026