Selasa, 22 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Idul Adha: Saatnya Wartawan Menimbang Makna Pengorbanan

Oleh: Tundra Meliala, Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI)

admin by admin
6 Juni 2025
in Opini
0
0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – Saat takbir menggema dari surau dan masjid di pelosok negeri, Idul Adha kembali mengetuk kesadaran kita tentang makna pengorbanan. Di tengah semarak pembagian daging kurban dan antrean panjang di rumah pemotongan hewan, ada satu profesi yang juga sedang diuji pengorbanannya: wartawan.

Kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Ismail, demi perintah Tuhan, selalu menjadi pelajaran tentang ketaatan, keikhlasan, dan solidaritas. Setiap potongan daging kurban yang dibagikan ke tangan-tangan yang jarang menikmati lauk mewah adalah perwujudan nyata dari semangat berbagi. Namun, jika kurban adalah simbol kesiapan melepaskan sesuatu yang dicintai demi kebaikan yang lebih besar, maka wartawan pun sejatinya berkurban—setiap hari.

Antara Tugas dan Tekanan

Menjalani profesi wartawan di era digital bukan sekadar soal menulis berita. Ini tentang menavigasi badai tekanan, ancaman, dan kehilangan. Berdasarkan catatan, sepanjang 2024, sedikitnya 56 kasus kekerasan terhadap jurnalis terjadi, mulai dari intimidasi, peretasan, hingga kekerasan fisik. Dalam banyak kasus, para pelaku berasal dari kalangan aparat, elite politik, hingga buzzer digital yang tak menyukai laporan investigatif.

Ini belum termasuk tekanan ekonomi. Seiring peralihan iklan dari media cetak ke platform digital seperti Facebook dan Google, pendapatan industri media menyusut drastis. Laporan Reuters Institute 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 60 persen pendapatan iklan digital di Indonesia kini diserap oleh dua raksasa digital tersebut, meninggalkan media lokal dan nasional dalam tekanan berat.

Konsekuensinya? PHK massal. Dalam tiga tahun terakhir, beberapa grup media besar di Indonesia terpaksa memangkas ratusan pekerja, termasuk jurnalis senior yang kehilangan mata pencaharian di usia yang tak muda lagi. Dalam istilah yang lebih menyayat: mereka dipotong sebelum waktunya.

Ketika “Kurban” Bukan Lagi Simbol

Dalam konteks ini, berkurban bukan sekadar menyembelih hewan ternak. Wartawan mengorbankan waktu keluarga, energi, bahkan kadang nyawa, demi satu hal yang kerap dianggap sederhana: menyampaikan kebenaran. Tapi benarkah ini masih dimaknai sebagai bentuk ibadah sosial?

Seorang wartawan dari daerah konflik di Papua pernah berkata dalam sebuah forum media, “Kami tidak bisa ikut Idul Adha karena harus liputan kerusuhan. Tapi setiap hari kami merasa sedang berkurban, dan tak ada upah tambahan untuk itu”. Pernyataan itu diamini banyak rekan seprofesi di ruang diskusi yang sunyi setelahnya.

Dalam kondisi demikian, wartawan sejatinya menjalani makna pengorbanan seperti yang dicontohkan dalam Idul Adha: bukan hanya melepas, tapi juga menerima. Menerima risiko, menerima kritik, dan menerima ketidakpastian hidup demi sesuatu yang lebih besar: menjaga kewarasan publik.

Mencari Tebusan dan Harapan

Pengorbanan bukan tanpa tebusan. Wartawan yang tulus dan tekun bisa memetik kepuasan batin ketika liputannya menggugah perubahan. Ada kisah tentang jurnalis daerah yang liputannya soal korupsi dana desa membuat seorang kepala desa akhirnya ditangkap dan dana bantuan mengalir kembali ke warga.

Apresiasi semacam itu kini datang juga dari platform non-tradisional. Beberapa wartawan muda memanfaatkan Substack, YouTube, hingga Instagram untuk membangun kanal independen mereka sendiri—dengan ribuan pembaca loyal. Di sini, tebusannya tidak hanya berupa uang, tetapi juga ruang otonom dan kontrol editorial yang tidak dimiliki di redaksi konvensional.

Langkah adaptif ini menjadi penting di tengah merosotnya pendapatan media. Sebab, menurut kajian Google dan Deloitte (2023), media yang mengembangkan sistem langganan digital memiliki tingkat pertumbuhan pendapatan hingga 2,5 kali lipat dibanding yang masih mengandalkan iklan tradisional.

Dari Halaman Redaksi ke Halaman Sejarah

Ketika kita kembali merefleksikan Idul Adha, mungkin kita bisa melihat wartawan bukan hanya sebagai “penyampai berita,” tetapi juga sebagai penjaga nilai. Seperti Nabi Ibrahim yang menimbang antara cinta kepada anak dan ketaatan kepada Tuhan, wartawan pun menimbang antara keselamatan pribadi dan tanggung jawab publik.

Mereka tidak selalu memakai rompi pers. Tidak selalu tampil di televisi. Tapi mereka ada—di jalan, di desa, di ruang sidang, di wilayah bencana, atau di balik layar, menyunting naskah berita yang mungkin akan Anda baca esok hari.

Idul Adha, dengan seluruh semangat pengorbanannya, mengingatkan kita bahwa tidak semua kurban berupa daging. Sebagian kurban berwujud waktu, integritas, bahkan suara yang tetap ditulis meski tahu akan dibungkam. (*)

Tags: AMKIIdul AdhaKoranmerapi.idTundra MelialaWartawan

Related Posts

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai
Opini

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

16 September 2026
Asrun, KY, dan Sapu Kotor
Opini

Asrun, KY, dan Sapu Kotor

11 September 2026
Kalau Alam Sudah Menegur
Opini

Kalau Alam Sudah Menegur

7 September 2026
Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu
Opini

Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu

6 September 2026
Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman
Opini

Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman

5 September 2026
Kapan Terakhir ke Pasar?
Opini

Kapan Terakhir ke Pasar?

31 Agustus 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

21 September 2026
Dukung Kemandirian Energi Nasional, Bupati Gunungkidul Hadiri Rapat Bersama Mentan di Jakarta

Dukung Kemandirian Energi Nasional, Bupati Gunungkidul Hadiri Rapat Bersama Mentan di Jakarta

21 September 2026
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

20 September 2026
Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

19 September 2026
PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

21 September 2026
Dukung Kemandirian Energi Nasional, Bupati Gunungkidul Hadiri Rapat Bersama Mentan di Jakarta

Dukung Kemandirian Energi Nasional, Bupati Gunungkidul Hadiri Rapat Bersama Mentan di Jakarta

21 September 2026
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

20 September 2026
Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

19 September 2026
Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

19 September 2026
Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

19 September 2026