Sabtu, 15 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Bila Prancis Dukung Palestina Merdeka

Oleh: Dr. K.H. Amidhan Shaberah Ketua MUI 1995-2015/Komisioner Komnas HAM 2002-2007

admin by admin
31 Juli 2025
in Opini
0
0
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – Israel meradang. Amerika kesal. Gegara Presiden Emmanuel Macron menyatakan Prancis akan segera mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina September 2025 mendatang.

PM Benjamin Netanyahu menuduh Prancis mendukung terorisme. Sementara Presiden AS Donald Trump berkata, pengakuan kedaulatan Prancis terhadap Palestina tidak menyelesaikan masalah.

Perlu diketahui, Prancis belum pernah secara resmi mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Negara Palestina. Meski demikian, Paris secara konsisten mendukung solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian. Termasuk pembentukan negara Palestina berdasarkan batas tahun 1967 dengan Yerusalem sebagai ibu kota bersama.

Pada Februari 2024, Presiden Emmanuel Macron menyatakan bahwa “mengakui Negara Palestina bukanlah tabu bagi Prancis”. Pengakuan tersebut harus dilakukan pada waktu yang tepat dan berguna secara politik, tambah Macron.

Pada 24 Juli 2025, Macron kembali mengumumkan bahwa Perancis akan mengakui Negara Palestina secara resmi. Pengakuan formal akan ditentukan pada sidang Majelis Umum PBB bulan September 2025 mendatang.

Surat resmi dari Presiden Macron kepada Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, menyatakan pengakuan ini sebagai bagian dari komitmen Prancis pada solusi dua negara. Prancis menjunjung tinggi hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

Kementerian Luar Negeri Prancis menyebut pengakuan Palestina sebagai langkah esensial menuju perdamaian dan stabilitas regional kawasan Timur Tengah. Kantor Kemlu Prancis menegaskan, langkah Paris ini sesuai azas keadilan dan keselarasan Prancis yang telah mengakui kedaulatan Israel pada tahun 1949.

Jadi pengakuan terhadap kedaulatan Palestina tersebut merupakan kelanjutan dari pengakuan terhadap Israel di tahun 1949. Ini sesuai komitmen Prancis yang menghendaki perdamaian di kawasan dengan pembentukan dua negara merdeka Israel dan Palestina yang hudup berdampingan sesuai Perjanjian Oslo, 1995.

Prancis menjadi negara anggota G7 (negara-negara maju) pertama yang mengakui Palestina, membedakannya dari negara-negara Barat besar lain seperti Amerika Serikat dan Jerman yang belum mengambil langkah serupa. Inggris sendiri seperti dikatakan Kantor Perdana Menteri, akan mengikuti langkah Prancis.

Langkah Prancis tersebut disambut positif oleh sejumlah negara Eropa dan Arab. Irlandia menyebutnya sebagai kontribusi penting pada solusi dua negara. Spanyol, Arab Saudi, dan Hamas menyatakan dukungan Prancis atas kedaulatan Palestina sebagai langkah moral yang tepat. Belakangan Australia, Norwegia, dan Islandia akan mengikuti langkah Prancis. Mengakui kedaulatan Palestina.

Banyak pengamat internasional menyebut langkah Prancis di atas sebagai momentum diplomatik yang tepat. Sikap Paris tersebut akan memicu negara-negara lain mengikuti jejaknya. Dan itu positif untuk membangun perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Apa konsekwensi bila Prancis akui Palestina?

Jika Prancis secara resmi mengakui Palestina sebagai negara merdeka, akan ada sejumlah konsekuensi di tingkat diplomatik, geopolitik, dan domestik. Seperti memburuknya hubungan diplomatik dengan AS dan Israel. Kemungkinan besar Israel akan menarik duta besarnya dari Paris atau membekukan kerja sama tertentu.

Di pihak lain, ada dorongan semangat negara-negara Eropa lain untuk mengikuti jejak Prancis. Kenapa? Prancis adalah anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan negara penting di Uni Eropa. Langkah ini bisa memberi momentum internasional bagi pengakuan Palestina di seluruh Eropa.

Pengakuan dari Prancis juga akan memperkuat posisi Palestina di lembaga-lembaga internasional seperti PBB, Mahkamah Pidana Internasional (ICC), dan UNESCO. Semua itu berdampak terhadap kelancaran proses keanggotaan penuh Palestina di PBB.

Sementara itu, Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Amerika Serikat, Putri Reema binti Bandar, mengatakan bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya kerangka kerja yang dapat mengakhiri pertumpahan darah, membangun kembali Gaza, dan menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

Putri Reema menekankan bahwa “Kerajaan Arab Saudi telah lama mengadvokasi solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan yang layak menuju perdamaian abadi, yang menjamin martabat dan hak menentukan nasib sendiri bagi Palestina sekaligus membangun fondasi keamanan dan stabilitas bagi Israel dan kawasan.”

Dubes Saudi itu menekankan bahwa “Ini bukan sekadar posisi diplomatik; ini adalah kebutuhan moral, strategis, dan praktis yang didasarkan pada keadilan dan upaya mencapai masa depan bersama.”

Putri Reema menambahkan bahwa komitmen Arab Saudi terhadap perdamaian tertanam dalam visi nasionalnya: “Upaya kami untuk mencapai perdamaian dan keamanan bagi kawasan ini merupakan bagian dari sejarah kami dan inti dari tujuan modernisasi dan pertumbuhan dalam Visi 2030.”

Mengacu pada Inisiatif Perdamaian Arab 2002, Putri Reema mengatakan, “Kerajaan Arab Saudi telah memperjuangkan resolusi damai selama beberapa dekade berdasarkan keyakinan bahwa perdamaian di kawasan ini tidak dapat dipisahkan dari keadilan bagi rakyat Palestina,” jelas Putri Reema.

Seperti diketahui, Konferensi Internasional Tingkat Tinggi (KTT) tentang Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara telah berlangsung di New York, Senin (28/7) lalu. KTT ini bertujuan menciptakan kerangka kerja konkret untuk mendukung pembentukan negara Palestina yang berdaulat dan meningkatkan prospek perdamaian abadi. Negara-negara yang berpartisipasi dalam KTT tersebut antara lain Spanyol, Yordania, Indonesia, Italia, Norwegia, Mesir, Inggris, Turki, Meksiko, Brasil, Senegal, Liga Arab, dan Uni Eropa.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut KTT New York sebagai titik balik penting untuk mengakhiri pendudukan Palestina oleh Israel. Sekaligus mewujudkan aspirasi bersama untuk solusi dua negara sesuai Perjanjian Oslo, 1995. (*)

Tags: Amidhan ShaberahKoranmerapi.idPalestinaPBBPrancis

Related Posts

UMKM Berbudaya, Pelaku Usaha Sejahtera: Fondasi Bangsa Berdaya
Opini

UMKM Berbudaya, Pelaku Usaha Sejahtera: Fondasi Bangsa Berdaya

30 Juli 2026
Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita
Opini

Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita

23 Juli 2026
Sepasang Kaki yang Menolak Menyerah dan Sujud Syukur di Lereng Menoreh
Opini

Sepasang Kaki yang Menolak Menyerah dan Sujud Syukur di Lereng Menoreh

20 Juli 2026
Ketika Gol Piala Dunia Menggerakkan Ekonomi Bali
Opini

Ketika Gol Piala Dunia Menggerakkan Ekonomi Bali

14 Juli 2026
Bersama Koperasi Memberdayakan Ekonomi Rakyat 
Opini

Bersama Koperasi Memberdayakan Ekonomi Rakyat 

12 Juli 2026
Membenahi Pikiran Sebelum Menuntut Nilai: Mengapa Metode Bimbel Konvensional Mulai Kehilangan Relevansinya?
Opini

Membenahi Pikiran Sebelum Menuntut Nilai: Mengapa Metode Bimbel Konvensional Mulai Kehilangan Relevansinya?

11 Juli 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Bupati Gunungkidul Hadiri Sedekah Bumi di Randusari, Momentum Syukur dan Menjaga Persatuan

Bupati Gunungkidul Hadiri Sedekah Bumi di Randusari, Momentum Syukur dan Menjaga Persatuan

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Bupati Gunungkidul Hadiri Sedekah Bumi di Randusari, Momentum Syukur dan Menjaga Persatuan

Bupati Gunungkidul Hadiri Sedekah Bumi di Randusari, Momentum Syukur dan Menjaga Persatuan

15 Agustus 2026
Usung Dakwah Ekologi, GowesMu Bekasi Gelar “Tour De Jogja” dan Susuri Bantaran Kali Code

Usung Dakwah Ekologi, GowesMu Bekasi Gelar “Tour De Jogja” dan Susuri Bantaran Kali Code

15 Agustus 2026
DePA-RI: Jangan Biarkan Viralitas Menjadi “Pengadilan Media Sosial” !!!

DePA-RI: Jangan Biarkan Viralitas Menjadi “Pengadilan Media Sosial” !!!

15 Agustus 2026
Rayakan HUT RI ke-81, Ribuan Siswa Sekolah Dasar di Wonosari Ikuti Pawai Budaya dan Marching Band

Rayakan HUT RI ke-81, Ribuan Siswa Sekolah Dasar di Wonosari Ikuti Pawai Budaya dan Marching Band

14 Agustus 2026
Bupati Gunungkidul Hadiri Sedekah Bumi di Randusari, Momentum Syukur dan Menjaga Persatuan

Bupati Gunungkidul Hadiri Sedekah Bumi di Randusari, Momentum Syukur dan Menjaga Persatuan

15 Agustus 2026
Usung Dakwah Ekologi, GowesMu Bekasi Gelar “Tour De Jogja” dan Susuri Bantaran Kali Code

Usung Dakwah Ekologi, GowesMu Bekasi Gelar “Tour De Jogja” dan Susuri Bantaran Kali Code

15 Agustus 2026
DePA-RI: Jangan Biarkan Viralitas Menjadi “Pengadilan Media Sosial” !!!

DePA-RI: Jangan Biarkan Viralitas Menjadi “Pengadilan Media Sosial” !!!

15 Agustus 2026
Rayakan HUT RI ke-81, Ribuan Siswa Sekolah Dasar di Wonosari Ikuti Pawai Budaya dan Marching Band

Rayakan HUT RI ke-81, Ribuan Siswa Sekolah Dasar di Wonosari Ikuti Pawai Budaya dan Marching Band

14 Agustus 2026

Sinergi Lintas Sektor Gunungkidul Gelar Aksi Bersih Kali untuk Mewujudkan “Gayeng Guyub”

14 Agustus 2026
30 Tahun Gugurnya Udin, PWI DIY Perkuat Perjuangan Menjadikan Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional

30 Tahun Gugurnya Udin, PWI DIY Perkuat Perjuangan Menjadikan Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional

14 Agustus 2026