Kamis, 1 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Ekonomi dan Layanan Birokrasi dalam Jaringan Laba-Laba Digital yang Rapuh (1)

Oleh: Mohammad Nasir, Wartawan Harian Kompas (1989-2018)

admin by admin
27 Desember 2025
in Opini
0
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – PENGANTAR REDAKSI: Forum Senja bekerja sama dengan Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat, menggelar diskusi refleksi akhir tahun 2025. Pemikiran dan gagasan para narasumber diterbitkan di media anggota AMKI dan Catatan Forum Senja, mulai 27 -31 Desember 2025.

Para narasumber antara lain Dr. M. Harry Mulya Zein (pakar lmu pemerintahan, Pengajar Ilmu Pemerintahan IPDN dan UI, Dewan Pakar AMKI Pusat), Muhammad Sarwani (wartawan senior dan mantan Redaktur Ekonomi Makro Harian Bisnis Indonesia), Yanto Soegiarto (mantan Pemimpin Redaksi RCTI, Managing Editor Majalah Globe Asia dan kolumnis Jakarta Globe), Tundra Meliala (Ketua Umum AMKI Pusat), Sudarno Wiwoho (pemerhati pendidikan dan kebudayaan), Dr Zarman Syah (Wakil Ketua Umum Dewan Nasional untuk Kesejahteraan Sosial/DNIKS), Dr Suprapto Sastro Atmojo (Ketua Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Jurnalisme Berkualitas, dan Mohammad Nasir (wartawan senior Harian Kompas (1989-2018).

~~~~~~~~~~●●●●●●●~~~~~~~~~~

GONJANG-GANJING ekonomi, dinamika politik global, nasional dan lokal berjalan seiring dan saling mempengaruhi maju-mundurnya ekonomi dan tingkat kesejahteraan rakyat.

Ketika politik semakin kisruh, pertumbuhan ekonomi semakin tertekan. Bahkan perkembangan ekonomi sering kali diperparah dengan layanan birokrasi di daerah-daerah, terutama perizinan berinvestasi, dan berbagai urusan penunjang ekonomi.

Pelayanan melalui digitalisasi yang katanya untuk mempermudah layanan publik di lingkup pemerintah daerah (pemda) justru menghambat, karena tidak dilakukan sepenuhnya. Jaringan laba-laba digital terputus, akhirnya digitalisasi hanya menjadi simbol modernitas.

Dr M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan, pengajar Ilmu Pemerintahan Universitas Indonesia mengemukakan, digitalisasi selama ini sering dipromosikan sebagai bagian dari modernisasi birokrasi.

Janjinya menggiurkan, layanan lebih cepat, transparan, ringkas, dan mudah dijangkau warga. Namun, kata Harry, dalam praktiknya, digitalisasi justru menghadirkan paradoks.

“Di banyak daerah, teknologi yang diperkenalkan tidak sepenuhnya menjawab persoalan mendasar. Alih-alih memudahkan, sebagian layanan justru memperlihatkan jarak antara visi reformasi birokrasi dan realitas pelaksanaan di lapangan,” tutur Harry.

Penyebabnya, antara lain pertama, infrastruktur digital yang belum merata menjadi hambatan paling nyata. Pemda meluncurkan berbagai aplikasi layanan, namun di banyak wilayah jaringan internet masih lemah, perangkat tidak memadai, dan ruang server kerap tidak siap. Akhirnya, inovasi hanya menjadi etalase modernisasi tanpa kekuatan operasional.

Kedua, layanan digital berjalan dalam pola yang terfragmentasi. Banyak pemda mengembangkan puluhan aplikasi tanpa integrasi data. “Warga harus berkali-kali membuat akun, mengunggah dokumen serupa, dan berpindah aplikasi hanya untuk satu urusan dasar pemerintahan. Digitalisasi menjadi birokrasi baru yang melelahkan,” kata Harry.

Pelambatan layanan birokrasi identik memperlemah usaha masyarakat di bidang banyak hal, termasuk ekonomi.

Itu lah benang merah yang mengemuka dalam diskusi Forum Senja via online pada pertengahan Desember 2025. Diskusi Forum Senja bekerja sama dengan AMKI Pusat.

Narasumber Muhammad Sarwani, Wartawan Senior, Mantan Redaktur Ekonomi Makro Harian Bisnis Indonesia melihat angka pertumbuhan ekonomi tahun depan masih menjadi ajang tarik- menarik antara ekonom dan sejumlah lembaga kajian dengan pemerintah yang diwakili Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Menkeu menyakini angkanya akan mencapai 6 persen, jauh di atas konsensus para ahli ekonomi yang memperkirakan paling banter di 5,4 persen. Bahkan ada yang memprediksi hanya di level 5,2 persen saja.

Purbaya boleh saja optimistis ekonomi akan tumbuh tinggi tahun depan, tetapi perhitungannya harus tetap berpijak pada realitas di lapangan yang masih labil, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Beberapa variabel seperti stabilitas politik, reformasi struktural, efektivitas kebijakan fiskal dan moneter akan turut mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi.

Perkiraan mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan ini belum memasukkan dampak bencana yang dialami Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terhadap ekonomi nasional.

Para ekonom, kata Sarwani, baru menghitung kerugian yang ditimbulkan bencana tersebut sebesar Rp 68 triliun, belum sampai kepada dampak dari terhentinya kegiatan ekonomi karena putusnya jembatan, jalan, rusaknya fasilitas umum, pabrik, dan infrastruktur lain.

Menurut Sarwani, Indonesia akan terdampak perlambatan ekonomi global terutama yang berasal dari Amerika Serikat dan China sebagai penggerak ekonomi dunia terbesar.

Di sisi lain, inflasi diprediksi akan meningkat sebagai reaksi atas kebijakan pro pertumbuhan di kisaran 2-2,5 persen, sama dengan level tahun ini. Inflasi sebesar ini masih memberikan napas kepada BI untuk tetap akomodatif.

Iklim positif justru akan menaungi pasar keuangan Indonesia pada tahun depan menyusul perkiraan pelemahan bertahap dolar AS dan berkurangnya imbal hasil US Treasury yang akan menarik modal global kembali masuk ke Indonesia dan negara berkembang lain.

Sekalipun outlook pasar keuangan akan lebih positif, jika pertumbuhan ekonomi tidak sesuai dengan ekspektasi pemerintah maka hal itu akan menjadi sinyal bahwa tahun depan akan menjadi era yang penuh tantangan.

~~~~~~~~~~●●●●●●●~~~~~~~~~~

Realitas yang saling mempengaruhi antara politik global, nasional, dan lokal, serta layanan birokrasi, juga dikemukakan Profesor Shalendra D. Sharma dari Departemen Politik University San Francisco dalam bukunya berjudul “A Political Economy of the United States, China, and India: Prosperity with Inequality”(2018).

Prof Shalendra D Sharma membandingkan pertumbuhan ekonomi dan ketidaksetaraan di tiga negara terpadat di dunia—China, India, dan Amerika Serikat—dan kemudian menghubungkannya dengan globalisasi dan politik domestik.

Ia merangkum sejumlah besar penelitian ilmiah dalam bukunya. Politik lokal membentuk ketidaksetaraan. Di Amerika Serikat, sumbangan kampanye membantu menentukan siapa yang terpilih dan kebijakan apa yang mereka terapkan.

Politik lokal juga memainkan peran besar di Tiongkok yang otoriter dan India yang demokratis, di mana koneksi politik dan suap terang-terangan turut menentukan kebijakan. (*)

Tags: AMKIHarian KompasKoranmerapi.idMohammad NasirTundra Meliala

Related Posts

Selamat Tinggal 2025, Selamat Datang 2026
Opini

Selamat Tinggal 2025, Selamat Datang 2026

31 Desember 2025
Ketika Hutan Menagih Dosa: Catatan Akhir 2025 Korupsi dan Penegakan Hukum
Opini

Ketika Hutan Menagih Dosa: Catatan Akhir 2025 Korupsi dan Penegakan Hukum

31 Desember 2025
Menuju Tahun 2026, Catatan Hendry Ch Bangun Forum Wartawan Kebangsaan
Opini

Menuju Tahun 2026, Catatan Hendry Ch Bangun Forum Wartawan Kebangsaan

30 Desember 2025
Refleksi Akhir Tahun 2025 Forum Senja – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat: Ketidakpastian Global Hantui Prospek Ekonomi 2026 (Bagian ke-3)
Opini

Refleksi Akhir Tahun 2025 Forum Senja – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat: Ketidakpastian Global Hantui Prospek Ekonomi 2026 (Bagian ke-3)

29 Desember 2025
Setiap Hari adalah Hari Ibu: Refleksi 22 Desember tentang Perempuan, Kasih Sayang, dan Perjuangan
Opini

Setiap Hari adalah Hari Ibu: Refleksi 22 Desember tentang Perempuan, Kasih Sayang, dan Perjuangan

22 Desember 2025
Air, Luka Hutan dan Kearifan Yang Terlupakan 
Opini

Air, Luka Hutan dan Kearifan Yang Terlupakan 

7 Desember 2025

Stay Connected

    • Trending
    • Comments
    • Latest
    Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

    Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

    15 Maret 2025
    Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

    Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

    15 Maret 2025
    Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

    Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

    18 April 2024
    Riwayat Singkat Prof. Dr. Ir. Hj. Dwiyati Pujimulyani, M.P. Terkait Kunir Putih.

    Riwayat Singkat Prof. Dr. Ir. Hj. Dwiyati Pujimulyani, M.P. Terkait Kunir Putih.

    2 Juli 2024
    Selamat Tinggal 2025, Selamat Datang 2026

    Selamat Tinggal 2025, Selamat Datang 2026

    0
    Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

    Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

    0
    Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

    Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

    0
    Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

    Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

    0
    Selamat Tinggal 2025, Selamat Datang 2026

    Selamat Tinggal 2025, Selamat Datang 2026

    31 Desember 2025
    Ketika Hutan Menagih Dosa: Catatan Akhir 2025 Korupsi dan Penegakan Hukum

    Ketika Hutan Menagih Dosa: Catatan Akhir 2025 Korupsi dan Penegakan Hukum

    31 Desember 2025
    Menuju Tahun 2026, Catatan Hendry Ch Bangun Forum Wartawan Kebangsaan

    Menuju Tahun 2026, Catatan Hendry Ch Bangun Forum Wartawan Kebangsaan

    30 Desember 2025
    Refleksi Akhir Tahun 2025 Forum Senja – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat: Ketidakpastian Global Hantui Prospek Ekonomi 2026 (Bagian ke-3)

    Refleksi Akhir Tahun 2025 Forum Senja – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat: Ketidakpastian Global Hantui Prospek Ekonomi 2026 (Bagian ke-3)

    29 Desember 2025
    Selamat Tinggal 2025, Selamat Datang 2026

    Selamat Tinggal 2025, Selamat Datang 2026

    31 Desember 2025
    Ketika Hutan Menagih Dosa: Catatan Akhir 2025 Korupsi dan Penegakan Hukum

    Ketika Hutan Menagih Dosa: Catatan Akhir 2025 Korupsi dan Penegakan Hukum

    31 Desember 2025
    Menuju Tahun 2026, Catatan Hendry Ch Bangun Forum Wartawan Kebangsaan

    Menuju Tahun 2026, Catatan Hendry Ch Bangun Forum Wartawan Kebangsaan

    30 Desember 2025
    Refleksi Akhir Tahun 2025 Forum Senja – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat: Ketidakpastian Global Hantui Prospek Ekonomi 2026 (Bagian ke-3)

    Refleksi Akhir Tahun 2025 Forum Senja – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat: Ketidakpastian Global Hantui Prospek Ekonomi 2026 (Bagian ke-3)

    29 Desember 2025
    Ekonomi dan Layanan Birokrasi dalam Jaringan Laba-Laba Digital yang Rapuh (1)

    Ekonomi dan Layanan Birokrasi dalam Jaringan Laba-Laba Digital yang Rapuh (1)

    27 Desember 2025
    AMKI Rayakan Ulang Tahun Pertama, Perkuat Konsolidasi Media Konvergensi

    AMKI Rayakan Ulang Tahun Pertama, Perkuat Konsolidasi Media Konvergensi

    27 Desember 2025
    Koran Merapi

    PT Merapi Media Utama
    Jl Gambiran No 45 Yogyakarta 55163

    0812 2712 7251
    harianmerapi@gmail.com

    Topik Berita

    • Bedah buku
    • Budaya
    • Cerpen
    • Ekbis
    • Hukum
    • Kearifan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lain-lain
    • Lelang
    • Lifestyle
    • News
    • Olahraga
    • Opini
    • Pendidikan
    • Profil
    • Wisata

    Berita Terbaru

    Selamat Tinggal 2025, Selamat Datang 2026

    Selamat Tinggal 2025, Selamat Datang 2026

    31 Desember 2025
    Ketika Hutan Menagih Dosa: Catatan Akhir 2025 Korupsi dan Penegakan Hukum

    Ketika Hutan Menagih Dosa: Catatan Akhir 2025 Korupsi dan Penegakan Hukum

    31 Desember 2025
    • Aturan Pengguna
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber

    © 2024 Koran Merapi. All Right Reserved.

    No Result
    View All Result
    • Aturan Pengguna
    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pasang Iklan
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    © 2024 Koran Merapi. All Right Reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    error code: 522