Jumat, 11 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Ekonomi dan Layanan Birokrasi dalam Jaringan Laba-Laba Digital yang Rapuh (1)

Oleh: Mohammad Nasir, Wartawan Harian Kompas (1989-2018)

admin by admin
27 Desember 2025
in Opini
0
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – PENGANTAR REDAKSI: Forum Senja bekerja sama dengan Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat, menggelar diskusi refleksi akhir tahun 2025. Pemikiran dan gagasan para narasumber diterbitkan di media anggota AMKI dan Catatan Forum Senja, mulai 27 -31 Desember 2025.

Para narasumber antara lain Dr. M. Harry Mulya Zein (pakar lmu pemerintahan, Pengajar Ilmu Pemerintahan IPDN dan UI, Dewan Pakar AMKI Pusat), Muhammad Sarwani (wartawan senior dan mantan Redaktur Ekonomi Makro Harian Bisnis Indonesia), Yanto Soegiarto (mantan Pemimpin Redaksi RCTI, Managing Editor Majalah Globe Asia dan kolumnis Jakarta Globe), Tundra Meliala (Ketua Umum AMKI Pusat), Sudarno Wiwoho (pemerhati pendidikan dan kebudayaan), Dr Zarman Syah (Wakil Ketua Umum Dewan Nasional untuk Kesejahteraan Sosial/DNIKS), Dr Suprapto Sastro Atmojo (Ketua Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Jurnalisme Berkualitas, dan Mohammad Nasir (wartawan senior Harian Kompas (1989-2018).

~~~~~~~~~~●●●●●●●~~~~~~~~~~

GONJANG-GANJING ekonomi, dinamika politik global, nasional dan lokal berjalan seiring dan saling mempengaruhi maju-mundurnya ekonomi dan tingkat kesejahteraan rakyat.

Ketika politik semakin kisruh, pertumbuhan ekonomi semakin tertekan. Bahkan perkembangan ekonomi sering kali diperparah dengan layanan birokrasi di daerah-daerah, terutama perizinan berinvestasi, dan berbagai urusan penunjang ekonomi.

Pelayanan melalui digitalisasi yang katanya untuk mempermudah layanan publik di lingkup pemerintah daerah (pemda) justru menghambat, karena tidak dilakukan sepenuhnya. Jaringan laba-laba digital terputus, akhirnya digitalisasi hanya menjadi simbol modernitas.

Dr M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan, pengajar Ilmu Pemerintahan Universitas Indonesia mengemukakan, digitalisasi selama ini sering dipromosikan sebagai bagian dari modernisasi birokrasi.

Janjinya menggiurkan, layanan lebih cepat, transparan, ringkas, dan mudah dijangkau warga. Namun, kata Harry, dalam praktiknya, digitalisasi justru menghadirkan paradoks.

“Di banyak daerah, teknologi yang diperkenalkan tidak sepenuhnya menjawab persoalan mendasar. Alih-alih memudahkan, sebagian layanan justru memperlihatkan jarak antara visi reformasi birokrasi dan realitas pelaksanaan di lapangan,” tutur Harry.

Penyebabnya, antara lain pertama, infrastruktur digital yang belum merata menjadi hambatan paling nyata. Pemda meluncurkan berbagai aplikasi layanan, namun di banyak wilayah jaringan internet masih lemah, perangkat tidak memadai, dan ruang server kerap tidak siap. Akhirnya, inovasi hanya menjadi etalase modernisasi tanpa kekuatan operasional.

Kedua, layanan digital berjalan dalam pola yang terfragmentasi. Banyak pemda mengembangkan puluhan aplikasi tanpa integrasi data. “Warga harus berkali-kali membuat akun, mengunggah dokumen serupa, dan berpindah aplikasi hanya untuk satu urusan dasar pemerintahan. Digitalisasi menjadi birokrasi baru yang melelahkan,” kata Harry.

Pelambatan layanan birokrasi identik memperlemah usaha masyarakat di bidang banyak hal, termasuk ekonomi.

Itu lah benang merah yang mengemuka dalam diskusi Forum Senja via online pada pertengahan Desember 2025. Diskusi Forum Senja bekerja sama dengan AMKI Pusat.

Narasumber Muhammad Sarwani, Wartawan Senior, Mantan Redaktur Ekonomi Makro Harian Bisnis Indonesia melihat angka pertumbuhan ekonomi tahun depan masih menjadi ajang tarik- menarik antara ekonom dan sejumlah lembaga kajian dengan pemerintah yang diwakili Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Menkeu menyakini angkanya akan mencapai 6 persen, jauh di atas konsensus para ahli ekonomi yang memperkirakan paling banter di 5,4 persen. Bahkan ada yang memprediksi hanya di level 5,2 persen saja.

Purbaya boleh saja optimistis ekonomi akan tumbuh tinggi tahun depan, tetapi perhitungannya harus tetap berpijak pada realitas di lapangan yang masih labil, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Beberapa variabel seperti stabilitas politik, reformasi struktural, efektivitas kebijakan fiskal dan moneter akan turut mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi.

Perkiraan mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan ini belum memasukkan dampak bencana yang dialami Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terhadap ekonomi nasional.

Para ekonom, kata Sarwani, baru menghitung kerugian yang ditimbulkan bencana tersebut sebesar Rp 68 triliun, belum sampai kepada dampak dari terhentinya kegiatan ekonomi karena putusnya jembatan, jalan, rusaknya fasilitas umum, pabrik, dan infrastruktur lain.

Menurut Sarwani, Indonesia akan terdampak perlambatan ekonomi global terutama yang berasal dari Amerika Serikat dan China sebagai penggerak ekonomi dunia terbesar.

Di sisi lain, inflasi diprediksi akan meningkat sebagai reaksi atas kebijakan pro pertumbuhan di kisaran 2-2,5 persen, sama dengan level tahun ini. Inflasi sebesar ini masih memberikan napas kepada BI untuk tetap akomodatif.

Iklim positif justru akan menaungi pasar keuangan Indonesia pada tahun depan menyusul perkiraan pelemahan bertahap dolar AS dan berkurangnya imbal hasil US Treasury yang akan menarik modal global kembali masuk ke Indonesia dan negara berkembang lain.

Sekalipun outlook pasar keuangan akan lebih positif, jika pertumbuhan ekonomi tidak sesuai dengan ekspektasi pemerintah maka hal itu akan menjadi sinyal bahwa tahun depan akan menjadi era yang penuh tantangan.

~~~~~~~~~~●●●●●●●~~~~~~~~~~

Realitas yang saling mempengaruhi antara politik global, nasional, dan lokal, serta layanan birokrasi, juga dikemukakan Profesor Shalendra D. Sharma dari Departemen Politik University San Francisco dalam bukunya berjudul “A Political Economy of the United States, China, and India: Prosperity with Inequality”(2018).

Prof Shalendra D Sharma membandingkan pertumbuhan ekonomi dan ketidaksetaraan di tiga negara terpadat di dunia—China, India, dan Amerika Serikat—dan kemudian menghubungkannya dengan globalisasi dan politik domestik.

Ia merangkum sejumlah besar penelitian ilmiah dalam bukunya. Politik lokal membentuk ketidaksetaraan. Di Amerika Serikat, sumbangan kampanye membantu menentukan siapa yang terpilih dan kebijakan apa yang mereka terapkan.

Politik lokal juga memainkan peran besar di Tiongkok yang otoriter dan India yang demokratis, di mana koneksi politik dan suap terang-terangan turut menentukan kebijakan. (*)

Tags: AMKIHarian KompasKoranmerapi.idMohammad NasirTundra Meliala

Related Posts

Kalau Alam Sudah Menegur
Opini

Kalau Alam Sudah Menegur

7 September 2026
Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu
Opini

Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu

6 September 2026
Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman
Opini

Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman

5 September 2026
Kapan Terakhir ke Pasar?
Opini

Kapan Terakhir ke Pasar?

31 Agustus 2026
Paradoks Kebun Sawit: Terbesar di Dunia, Tapi Berlutut pada Harga Global
Opini

Paradoks Kebun Sawit: Terbesar di Dunia, Tapi Berlutut pada Harga Global

29 Agustus 2026
Menanam Kebaikan Selagi Sempat
Opini

Menanam Kebaikan Selagi Sempat

23 Agustus 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Dua Putra Gunungkidul Wakili Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Bupati Ajak Masyarakat Panjatkan Doa dan Dukungan

Dua Putra Gunungkidul Wakili Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Bupati Ajak Masyarakat Panjatkan Doa dan Dukungan

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Dua Putra Gunungkidul Wakili Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Bupati Ajak Masyarakat Panjatkan Doa dan Dukungan

Dua Putra Gunungkidul Wakili Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Bupati Ajak Masyarakat Panjatkan Doa dan Dukungan

10 September 2026
Sri Sultan HB X Kunjungi Stand UMBY di Pameran Riset PTS DIY

Sri Sultan HB X Kunjungi Stand UMBY di Pameran Riset PTS DIY

10 September 2026
DAOP 6 Yogya Gelar Lomba Karya Jurnalistik, Pendaftaran Dibuka hingga 24 September

DAOP 6 Yogya Gelar Lomba Karya Jurnalistik, Pendaftaran Dibuka hingga 24 September

9 September 2026
Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’

Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’

8 September 2026
Dua Putra Gunungkidul Wakili Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Bupati Ajak Masyarakat Panjatkan Doa dan Dukungan

Dua Putra Gunungkidul Wakili Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Bupati Ajak Masyarakat Panjatkan Doa dan Dukungan

10 September 2026
Sri Sultan HB X Kunjungi Stand UMBY di Pameran Riset PTS DIY

Sri Sultan HB X Kunjungi Stand UMBY di Pameran Riset PTS DIY

10 September 2026
DAOP 6 Yogya Gelar Lomba Karya Jurnalistik, Pendaftaran Dibuka hingga 24 September

DAOP 6 Yogya Gelar Lomba Karya Jurnalistik, Pendaftaran Dibuka hingga 24 September

9 September 2026
Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’

Sekolah Muhammadiyah Didorong Bertransformasi dari ‘Mengajar’ ke ‘Menghidupkan’

8 September 2026
Lawan Arus, Empat Anak SMP di Jogja Bentuk Band Hardcore Filomencore

Lawan Arus, Empat Anak SMP di Jogja Bentuk Band Hardcore Filomencore

7 September 2026
Dukung Terwujudnya Masyarakat Tangguh, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Sarana Prasarana dan Simulasi Mitigasi Bencana

Dukung Terwujudnya Masyarakat Tangguh, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Sarana Prasarana dan Simulasi Mitigasi Bencana

7 September 2026