Kabare Yogyakarta
Jika mau pandang lukisan-lukisan, kau akan mendengar derap kaki kuda yang menapak. Tembang Kinanti dikejauhan, mengiringi lentik jari perempuan. Memegang canting memoles kanvas sunyi dari tiupan potret kini dan riuh tradisi. Gerak tangan penari gemulai cinta di balik senyum purnama
Jika kau membaca kisah dari kabar yang terdengar. Derit pedal sepeda mencatatkan beragam kata. Kawruh, laku dan lakon kami adalah magma dari Budi pekerti.
Bila kau berjalan, melangkah pelan, gendhing gerak kaki dan tautan tangan adalah penyatuan.
“Pepanggihan kita bukan sekedar wicara, kau lihat pendopo yang kita bangun ini, adalah pertemuan ruh yang memahat abadi. Pada namamu aku terukir, bukalah regol ini dan saksikan sesrawungan kami.”
Bila kau pandang lukisan-lukisan, engkau tahu jonggrang bermukim di dirimu. Di setiap sudut lintang memancar. Bunyi gamelan mendendang jaman.
Yogyakarta 2009




















