Sabtu, 13 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Budaya

‘Let Them Eat Cake’: Ketika Seni Menyuarakan Jarak Kekuasaan dan Rakyat

admin by admin
25 Februari 2026
in Budaya
0
Salah satu karya yang dipamerkan. (Zania Alfin Wafiroh)

Salah satu karya yang dipamerkan. (Zania Alfin Wafiroh)

0
SHARES
35
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Salah satu karya yang dipamerkan. (Zania Alfin Wafiroh)

KORAN MERAPI – Judul pameran Let Them Eat Cake sempat menimbulkan salah tafsir bagi pengunjung. Alih-alih pameran kuliner, pameran yang digelar di Cemeti–Institute for Art and Society ini justru menghadirkan refleksi tajam tentang ketimpangan kekuasaan, keresahan sosial, dan suara rakyat yang kerap tak didengar.

Pameran seni rupa yang berlangsung pada 8–29 Januari 2026 lalu ini merupakan hasil kolaborasi Cemeti Institute for Art and Society dan KADIST, dengan melibatkan 10 seniman dari berbagai latar dan wilayah.

Kurasi pameran dilakukan oleh Mira Asriningtyas, Dito Yuwono, dan Shona Mei Findlay.

Judul Let Them Eat Cake sendiri diambil dari sebuah anekdot pada masa Revolusi Prancis.

Ungkapan tersebut merujuk pada sikap elite yang terputus dari realitas rakyatnya. Tema ini kemudian ditarik ke konteks yang lebih dekat dengan kondisi sosial hari ini.

“Tema besar pameran ini berangkat dari situasi Indonesia setahun ke belakang, ketika banyak peristiwa sosial dan kebijakan yang menimbulkan keresahan,” ujar Damar, staf galeri Cemeti.

Menurutnya, berbagai aksi demonstrasi yang terjadi tidak berdiri sendiri, melainkan berawal dari keresahan personal yang kemudian berubah menjadi gerakan kolektif.

Melalui medium seni, pameran ini berupaya membuka ruang dialog. “Pada akhirnya, seni bisa berperan sebagai medium untuk membicarakan sesuatu dengan cara seperti itu,” lanjut Damar.

Karya-karya yang dipamerkan merupakan bagian dari koleksi KADIST, sebuah institut seni yang berbasis di Paris dan Amerika Serikat.

Koleksi tersebut dipilih dan disesuaikan dengan tema pameran, menyoroti bagaimana kekuasaan melekat dalam lanskap, tubuh, serta ingatan kolektif masyarakat.

Pengalaman serupa dirasakan Wedya (21), seorang mahasiswa yang datang sebagai pengunjung.

Ia mengaku sempat kebingungan saat pertama kali melihat pameran tersebut. “Awalnya saya pikir ini tentang kue atau kuliner. Tapi setelah membaca penjelasan di booklet, saya jadi takjub dan mulai memahami pesan yang ingin disampaikan,” tuturnya.

Wedya menilai pameran ini relevan dengan kondisi sosial saat ini, meski karya-karyanya merujuk pada peristiwa di berbagai negara.

Salah satu karya yang paling menarik perhatiannya adalah instalasi tentang pejabat yang tak pernah merasa puas dan bawahan yang selalu patuh.

“Setelah membaca penjelasannya, karya itu jadi mudah dipahami,” katanya.

Secara visual, ruang pamer di Cemeti tampil sederhana dengan dominasi dinding putih yang dipenuhi berbagai karya seni.

Suasana cenderung hening, terutama pada saat hari dan jam kerja. Identitas karya tidak langsung ditempel pada dinding, melainkan dijelaskan melalui booklet yang disediakan, mendorong pengunjung untuk lebih aktif membaca dan menafsirkan.

Melalui Let Them Eat Cake, seni tidak hanya hadir sebagai objek visual, tetapi juga sebagai medium refleksi sosial.

Pameran ini mengajak pengunjung untuk menengok kembali jarak antara penguasa dan rakyat, serta mempertanyakan ketidakadilan yang kerap dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

“Semoga semakin banyak yang datang menikmati pameran ini,” ujar Wedya, berharap ruang-ruang seni semacam ini terus hadir dan berkembang di kemudian hari. (Zania Alfin Wafiroh)

Tags: PameranrakyatSeni

Related Posts

Pentas Produksi Teater “AIR” Angkat Isu Keserakahan di TBY
Budaya

Pentas Produksi Teater “AIR” Angkat Isu Keserakahan di TBY

1 Maret 2026
Pameran “& Musik Menjadi Visual” Hadirkan Dialog Personal antara Musik dan Seni Rupa
Budaya

Pameran “& Musik Menjadi Visual” Hadirkan Dialog Personal antara Musik dan Seni Rupa

1 Maret 2026
Suara Wayang Golek yang Dijaga di Dalam Keraton
Budaya

Suara Wayang Golek yang Dijaga di Dalam Keraton

1 Maret 2026
Dari Rakyat untuk Rakyat: ART CARE FOR SUMATRA
Budaya

Dari Rakyat untuk Rakyat: ART CARE FOR SUMATRA

1 Maret 2026
Ber-‘Tegur Sapa’ Lewat Pameran Seni: Cara Reuni Mahasiswa ISI
Budaya

Ber-‘Tegur Sapa’ Lewat Pameran Seni: Cara Reuni Mahasiswa ISI

25 Februari 2026
Kabare Yogyakarta 
Budaya

Kabare Yogyakarta 

18 Oktober 2025

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

12 Juni 2026
Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas

Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas

11 Juni 2026
Musim Wisuda Tiba: Solusi Pindah Kostan Praktis Mahasiswa Jogja Kembali ke Kampung Halaman

Musim Wisuda Tiba: Solusi Pindah Kostan Praktis Mahasiswa Jogja Kembali ke Kampung Halaman

10 Juni 2026
Menjaga Warisan, Memacu Ekonomi: Kisah Sri Rahayu Membawa Ayu Berkah Batik Menembus Pasar Nasional

Menjaga Warisan, Memacu Ekonomi: Kisah Sri Rahayu Membawa Ayu Berkah Batik Menembus Pasar Nasional

10 Juni 2026
DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

12 Juni 2026
Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas

Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas

11 Juni 2026
Musim Wisuda Tiba: Solusi Pindah Kostan Praktis Mahasiswa Jogja Kembali ke Kampung Halaman

Musim Wisuda Tiba: Solusi Pindah Kostan Praktis Mahasiswa Jogja Kembali ke Kampung Halaman

10 Juni 2026
Menjaga Warisan, Memacu Ekonomi: Kisah Sri Rahayu Membawa Ayu Berkah Batik Menembus Pasar Nasional

Menjaga Warisan, Memacu Ekonomi: Kisah Sri Rahayu Membawa Ayu Berkah Batik Menembus Pasar Nasional

10 Juni 2026
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

10 Juni 2026
Polda Sumsel Gandeng AMKI Jadi Narasumber Rakernis Humas 2026

Polda Sumsel Gandeng AMKI Jadi Narasumber Rakernis Humas 2026

10 Juni 2026