Senin, 6 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Budaya

Pameran “& Musik Menjadi Visual” Hadirkan Dialog Personal antara Musik dan Seni Rupa

admin by admin
1 Maret 2026
in Budaya
0
Seniman Arsita Pinandhita menggelar pameran berjudul "& Musik Menjadi Visual". (Vianola Nurfitrah)

Seniman Arsita Pinandhita menggelar pameran berjudul "& Musik Menjadi Visual". (Vianola Nurfitrah)

0
SHARES
26
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Seniman Arsita Pinandhita menggelar pameran berjudul “& Musik Menjadi Visual”. (Vianola Nurfitrah)

KORAN MERAPI – Pameran berjudul “& Musik Menjadi Visual” karya seniman Arsita Pinandhita tengah berlangsung di ON THE POP, Yogyakarta, sejak 13 Januari hingga 7 Februari 2026.

Pameran ini menjadi pendamping rilis buku berjudul sama dan menghadirkan karya seni rupa yang berangkat dari pengalaman mendengarkan musik.

Arsita melibatkan keempat anaknya yaitu Cakra, Sultan, Prabu, dan Satriyo dalam proses penciptaan karya.

Pameran ini disajikan dalam bentuk karya visual dua dimensi yang lahir dari goresan spontan dan proses panjang sejak 2020 hingga 2024.

Musik tidak ditampilkan secara langsung, namun diterjemahkan menjadi bentuk visual yang merekam ingatan, perasaan, dan sisa emosi dari lagu-lagu yang pernah didengar.

Bayu selaku marketing communication ON THE POP mengatakan bahwa tempat pameran ini juga dikelola oleh Arsita sehingga menunjukkan bahwa pameran ini memang memiliki kedekatan emosional dengan senimannya.

Menurutnya, karya-karya yang ditampilkan terasa personal karena tidak hanya menjadi pelengkap buku, tetapi juga berdiri sendiri sebagai ruang ekspresi yang jujur.

“Kalau dari sisi kuratornya sih yang mengelola space ini juga mas Arsita Pinandhita. Kemudian untuk isi yang dibahas dalam pameran ini yaitu respons visual atas musik. Terasa jujur banget karena lahir dari pengalaman personal Mas Arsita,” ujar Bayu.

Secara visual, pameran ini mengadopsi pendekatan kolase yang terinspirasi dari praktik Dadaisme, dengan gaya anti-desain dan penolakan terhadap keteraturan.

Dari proses tersebut, musik dipahami bukan sebagai bunyi, melainkan sebagai pemicu visual yang membentuk citra-citra personal.

Salah satu pengunjung yang datang pada 14 Januari 2026, Zania (20), seorang mahasiswa Sastra Indonesia, mengaku tertarik hadir karena perpaduan antara seni rupa dan musik.

“Awalnya saya mengira karya-karyanya sangat terikat dengan bukunya, tapi ternyata karya ini justru berdiri dari proses dan pengalaman personal senimannya. Sangat menarik karena menggabungkan dua medium yang jarang dipertemukan secara langsung,” katanya.

Zania menambahkan bahwa seluruh bagian pameran memiliki kesan tersendiri. Ia mengaku mendapatkan pengalaman sekaligus pemikiran baru setelah melihat bagaimana musik dapat diterjemahkan ke dalam bentuk visual yang bebas dan personal.

Melalui “& Musik Menjadi Visual”, Arsita Pinandhita menghadirkan ruang refleksi yang intim di tengah kehidupan yang terus bergerak.

Pameran ini tidak menawarkan jawaban pasti, melainkan mengajak pengunjung untuk berjalan bersama ingatan, rasa, dan pengalaman personal yang mungkin juga pernah mereka miliki. (Vianola Nurfitrah)

Tags: musikPameranseni rupa

Related Posts

Pentas Produksi Teater “AIR” Angkat Isu Keserakahan di TBY
Budaya

Pentas Produksi Teater “AIR” Angkat Isu Keserakahan di TBY

1 Maret 2026
Suara Wayang Golek yang Dijaga di Dalam Keraton
Budaya

Suara Wayang Golek yang Dijaga di Dalam Keraton

1 Maret 2026
Dari Rakyat untuk Rakyat: ART CARE FOR SUMATRA
Budaya

Dari Rakyat untuk Rakyat: ART CARE FOR SUMATRA

1 Maret 2026
‘Let Them Eat Cake’: Ketika Seni Menyuarakan Jarak Kekuasaan dan Rakyat
Budaya

‘Let Them Eat Cake’: Ketika Seni Menyuarakan Jarak Kekuasaan dan Rakyat

25 Februari 2026
Ber-‘Tegur Sapa’ Lewat Pameran Seni: Cara Reuni Mahasiswa ISI
Budaya

Ber-‘Tegur Sapa’ Lewat Pameran Seni: Cara Reuni Mahasiswa ISI

25 Februari 2026
Kabare Yogyakarta 
Budaya

Kabare Yogyakarta 

18 Oktober 2025

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Samsung Solve for Tomorrow 2026 kembali digelar melalui Workshop Design Thinking. (Ist)

Samsung Solve for Tomorrow 2026 Latih 2.600 Peserta dengan Design Thinking

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Samsung Solve for Tomorrow 2026 kembali digelar melalui Workshop Design Thinking. (Ist)

Samsung Solve for Tomorrow 2026 Latih 2.600 Peserta dengan Design Thinking

5 Juli 2026
Sukses Digelar, Ratusan Peserta Ikuti “Run & Jalan Nordick: Mlaku Lan Mlayu Mubeng Beteng” di Alun-Alun Kidul

Sukses Digelar, Ratusan Peserta Ikuti “Run & Jalan Nordick: Mlaku Lan Mlayu Mubeng Beteng” di Alun-Alun Kidul

5 Juli 2026
Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

3 Juli 2026
Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

3 Juli 2026
Samsung Solve for Tomorrow 2026 kembali digelar melalui Workshop Design Thinking. (Ist)

Samsung Solve for Tomorrow 2026 Latih 2.600 Peserta dengan Design Thinking

5 Juli 2026
Sukses Digelar, Ratusan Peserta Ikuti “Run & Jalan Nordick: Mlaku Lan Mlayu Mubeng Beteng” di Alun-Alun Kidul

Sukses Digelar, Ratusan Peserta Ikuti “Run & Jalan Nordick: Mlaku Lan Mlayu Mubeng Beteng” di Alun-Alun Kidul

5 Juli 2026
Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

Belajar Bahasa Inggris sambil Memasak: Kolaborasi Dosen PBI UMY, Mahasiswa Walailak University Thailand, dan PKK RT 50 Celeban

3 Juli 2026
Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

3 Juli 2026
Komunikasi Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Buruk, Pejabat Sering Tunjukkan Sikap Nirempati dan Egois 

Komunikasi Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Buruk, Pejabat Sering Tunjukkan Sikap Nirempati dan Egois 

2 Juli 2026
Mengasah Lidah Bocah Kadipaten: Membuka Gerbang Dunia Lewat ‘Wis Kawentar’

Mengasah Lidah Bocah Kadipaten: Membuka Gerbang Dunia Lewat ‘Wis Kawentar’

2 Juli 2026