
KORAN MERAPI – Pameran berjudul “& Musik Menjadi Visual” karya seniman Arsita Pinandhita tengah berlangsung di ON THE POP, Yogyakarta, sejak 13 Januari hingga 7 Februari 2026.
Pameran ini menjadi pendamping rilis buku berjudul sama dan menghadirkan karya seni rupa yang berangkat dari pengalaman mendengarkan musik.
Arsita melibatkan keempat anaknya yaitu Cakra, Sultan, Prabu, dan Satriyo dalam proses penciptaan karya.
Pameran ini disajikan dalam bentuk karya visual dua dimensi yang lahir dari goresan spontan dan proses panjang sejak 2020 hingga 2024.
Musik tidak ditampilkan secara langsung, namun diterjemahkan menjadi bentuk visual yang merekam ingatan, perasaan, dan sisa emosi dari lagu-lagu yang pernah didengar.
Bayu selaku marketing communication ON THE POP mengatakan bahwa tempat pameran ini juga dikelola oleh Arsita sehingga menunjukkan bahwa pameran ini memang memiliki kedekatan emosional dengan senimannya.
Menurutnya, karya-karya yang ditampilkan terasa personal karena tidak hanya menjadi pelengkap buku, tetapi juga berdiri sendiri sebagai ruang ekspresi yang jujur.
“Kalau dari sisi kuratornya sih yang mengelola space ini juga mas Arsita Pinandhita. Kemudian untuk isi yang dibahas dalam pameran ini yaitu respons visual atas musik. Terasa jujur banget karena lahir dari pengalaman personal Mas Arsita,” ujar Bayu.
Secara visual, pameran ini mengadopsi pendekatan kolase yang terinspirasi dari praktik Dadaisme, dengan gaya anti-desain dan penolakan terhadap keteraturan.
Dari proses tersebut, musik dipahami bukan sebagai bunyi, melainkan sebagai pemicu visual yang membentuk citra-citra personal.
Salah satu pengunjung yang datang pada 14 Januari 2026, Zania (20), seorang mahasiswa Sastra Indonesia, mengaku tertarik hadir karena perpaduan antara seni rupa dan musik.
“Awalnya saya mengira karya-karyanya sangat terikat dengan bukunya, tapi ternyata karya ini justru berdiri dari proses dan pengalaman personal senimannya. Sangat menarik karena menggabungkan dua medium yang jarang dipertemukan secara langsung,” katanya.
Zania menambahkan bahwa seluruh bagian pameran memiliki kesan tersendiri. Ia mengaku mendapatkan pengalaman sekaligus pemikiran baru setelah melihat bagaimana musik dapat diterjemahkan ke dalam bentuk visual yang bebas dan personal.
Melalui “& Musik Menjadi Visual”, Arsita Pinandhita menghadirkan ruang refleksi yang intim di tengah kehidupan yang terus bergerak.
Pameran ini tidak menawarkan jawaban pasti, melainkan mengajak pengunjung untuk berjalan bersama ingatan, rasa, dan pengalaman personal yang mungkin juga pernah mereka miliki. (Vianola Nurfitrah)



















