
KORAN MERAPI – Berangkat dari kesadaran dan kepedulian terhadap bencana yang melanda berbagai wilayah di Sumatra, pameran bertajuk ART CARE FOR SUMATRA hadir sebagai respons para seniman dalam menyikapi peristiwa tersebut.
Pameran ini menjadi ruang solidaritas sekaligus upaya bergerak membantu korban yang terdampak bencana.
Mengusung konsep “dari rakyat untuk rakyat”, pameran ini digagas oleh para seniman dan ditujukan untuk membantu masyarakat. Konsep ini menegaskan posisi seniman sebagai bagian dari rakyat yang bergerak untuk rakyat
Pameran diinisiasi oleh Bonnie Hermansyah (Jala), Digie Sigit (Graphic Victims), Jefri Chaniago (Kiniko), Nunung Pasetyo (Saka Tembi), Jumadi Alfi (Sarang), dan Gusmen Heriadi (Ruang Dalam), serta melibatkan para perupa dan penggiat seni lintas bidang.
Sebanyak 40 perupa berpartisipasi dalam pameran ini dengan menampikan 52 karya lukisan.
Selain pameran seni rupa, ART CARE FOR SUMATRA juga menghadirkan bazar, pertunjukan seni, pemutaran film, dan penampilan musik sebagai ruang penggalangan dana dan solidaritas dari rakyat untuk rakyat.
Bonnie Hermansyah, penggagas awal pameran menyampaikan bahwa penggalangan dana tidak hanya berasal dari penjualan karya, tetapi juga dari kontribusi tenant yang terlibat.
Sebagian hasil penjualan dan donasi akan disalurkan kepada korban bencana di Sumatra.
Sejak dibuka pada 10 Januari 2026, pameran ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Antusiasme pengunjung terlihat dari setiap harinya terdapat pengunjung yang datang menikmati pameran.
Jumadi Alfi selaku salah satu inisiator sekaligus pemilik tempat pameran menyebutkan bahwa panitia terus mengusahakan pengumpulan donasi secara maksimal.
Ia mengungkapkan, berapapun hasil donasi yang terkumpul akan tetap disalurkan.
Menurutnya, tujuan yang tidak kalah penting adalah orang peduli dengan situasi di Sumatra dan korban bencana di Sumatra tidak merasa ditinggalkan.
ART CARE FOR SUMATRA berlangsung hingga 17 Januari 2026 di Kiniko Art, Kalipakis, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul.
Berbagai pertunjukan seni dan budaya akan diadakan hingga tanggal tersebut. Sementara itu, karya-karya yang dilelang masih akan dipamerkan hingga satu bulan ke depan. (Rohmalia Widyaning Rengganis)




















