
KORAN MERAPI – Pentas Produksi Teater AIR digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Jumat (23/1/2026).
Pementasan teater yang diselenggarakan oleh Unstrat UNY ini mengangkat tema keserakahan yang dinilai relevan dengan kondisi sosial saat ini.
Pementasan AIR disutradarai sekaligus ditulis naskahnya oleh Syahdan. Proses persiapan pertunjukan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan dan melibatkan komunitas teater, khususnya teater kampus.
Menurut Diana, salah satu panitia, pemilihan tema keserakahan berangkat dari fenomena yang banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
“Melihat banyaknya keserakahan di kehidupan saat ini, maka dari itu diangkatlah menjadi naskah ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, pesan utama pementasan adalah bahwa keserakahan dapat membawa manusia pada ketidakharmonisan.
Antusiasme penonton terlihat selama pementasan berlangsung. Alya (20), mahasiswa yang hadir sebagai penonton, mengaku mengetahui informasi pertunjukan melalui media sosial seperti WhatsApp dan Instagram.
Ia tertarik menonton karena tema yang diangkat dinilai dekat dengan realitas kehidupan saat ini.
“Pesan yang saya tangkap adalah jangan pernah memiliki sikap serakah, karena dari keserakahan seseorang bisa berkhianat dan berujung fatal,” kata Alya.
Dari sisi artistik, pementasan AIR menampilkan setting panggung yang menyerupai area pertambangan, didukung kostum dan tata rias aktor yang memperkuat suasana cerita.
Beberapa adegan tari serta permainan tata cahaya pada bagian akhir pementasan menjadi salah satu sorotan penonton.
Meski berjalan lancar, panitia mengungkapkan adanya kendala selama proses latihan. Faktor cuaca, khususnya hujan, menjadi tantangan utama karena keterbatasan tempat latihan.
Melalui pementasan ini, teater kembali dimanfaatkan sebagai medium penyampaian pesan sosial kepada masyarakat. (Zania Alfin Wafiroh)




















